Dokter Cantik Dan Mafia Kejam

Dokter Cantik Dan Mafia Kejam
Episode 21 : Tidak Jadi Bertemu


__ADS_3

Waktu menujukkan tengah malam Aldwin masih berada di club malam di London. Ia sedang menikmati  minuman wine di tangannya. Ia meneguk gelas demi gelas minuwan wine sampai ia mabuk.


Seorang pria muda mengawasinya sejak tadi ia mengambil ponsel dari saku jasnya dan menelfon seseorang.


“Hallo tuan, saya sudah menemukan keberadaan pemimpin mafia Yardies.” Ucap suara dari seberang telefon yang tak lain adalah Diego asisten dan tangan kanan Reynad Alexander paman Nico.


“Awasi terus laki-laki itu jangan sampai dia lolos, aku akan segera ke London untuk memberinya pelajaran.” Ucap Reynad.


Di sebuah mansion terlihat seorang pria paruh baya tampak sangat marah. Wajahnya terlihat begitu gelisah. Ia adalah Andrew ayah Aldwin yang begitu marah karena putranya sejak tadi belum pulang. Ia sudah janji untuk bertemu dengan keluarga Jonathan sahabatnya itu. Ia menghubungi ponsel Aldwin namun, tak ada jawaban dari ponsel Aldwin. Andrew mondar-mandir di ruang keluarga.


Ke dua orang tua Aldwin sudah bersiap dan tinggal menunggu putranya. Namun, yang ditunggu sejak tadi tidak muncul batang hidungnya hingga membuat Andrew begitu geram dengan tingkah laku putranya yang tidak mau mendengar perkataannya. Bu Anna yang melihat suaminya gelisah sejak tadi mulai menghampirinya dan menenangkannya.


“Kurang ajar Anak itu, berani dia mengajaukan rencana perjodohan yang sudah aku rencanakan.” Ucap Andrew  dengan tangan mengepal memegang ponselnya.


“Cari anak kurang ajar itu.” Perintah Andrew kepada anak buahnya.


“Baik tuan.” Beberapa anak buah Andrew keluar meninggalkan mansion untuk mencari Aldwin bosnya.


“Sudahlah pah!, jangan terlalu keras dan memaksa Aldwin dia adalah putra kita satu-satunya, biarkan dia mencari wanita yang dicintainya.” Ucap bu Anna mencoba menenangkan suaminya yang terlihat sangat marah.


“Kau selalu membela putramu itu, dia menjadi anak yang kurang ajar dan berani membantah perintahku, sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan anak itu menikah dengan putri Bagaskara Wijaya seorang penghianat.” Ucap Andrew dengan menggebu-gebu menahan amarahnya. Andrew menahan dadanya yang terasa sesak. Jantungnya terasa begitu sakit.


Bu Anna membantu Andrew  dengan memegang lengan suaminya dan medudukannya di kursi sofa yang berada di tengah ruang keluarga.


“Sudahlah pah! Jangan terlalu marah itu bisa membuat penyakit jantung papah kambuh.” Ucap Bu Anna lembut.


Andrew hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan pelan. Ia mencoba menetralkan emosinya yang sejak tadi tidak bisa ia kontrol dan hampir menyebabkan penyakit jantungnya kambuh. Beruntung ada bu Anna istrinya yang selalu bisa membuatnya tenang.


……………


Sementara itu, keluarga Jonathan sudah bersiap sejak tadi. Ia merasa kecewa dengan sikap Andrew sahabatnya yang memutuskan untuk membatalkan kedatangan keluarga mereka dengan alasan pak Andrew sedang sakit. Namun, ia tidak bisa memaksa sahabatnya itu untuk datang ia mengerti dengan kondisi Andrew yang memang memiliki penyakit jantung.


Reana yang juga sudah bersiap dengan riasan wajah yang sangat cantik untuk menyambut kedatangan calon suaminya merasa kecewa. Di sisi lain ia merasa senang calon suaminya tidak jadi datang untuk bertemu dengannya. Rea memang tidak ingin dijodohkan dengan anak sahabat ayahnya. Namun, ia juga tidak ingin membantah dan membuat ke dua orang tuanya sedih dan kecewa.


“Terima kasih tuhan, akhirnya aku tidak harus menikah dengan laki-laki yang tidak aku kenal dan tidak aku cintai.” Batin Reana.


Bu Aluna menghampiri putrinya dan mencoba mencoba menghiburnya. Walau sebenarnya Reana juga tidak terlalu sedih.


“Sabar yah Nak!,keluarga mereka akan datang besok.” Ucap bu Aluna dengan lembut.

__ADS_1


“Aku baik-baik saja bu, ada yang ingin aku sampaikan kepada ayah dan ibu?.”


“Katakanlah Nak!” Jonathan ikut menimpali.


“Ayah ibu maafkan Rea bukanya aku tidak ingin memenuhi permintaan kalian, aku hanya tidak ingin menikah dengan laki-laki yang tidak aku cintai, aku bisa mencari sendiri laki-laki yang akan menjadi suamiku.” Ucap Reana dengan palan dan lembut. Ia tidak ingin membuat ke dua orang tuanya marah.


“Ayah dan ibumu sudah sepakat untuk menjodohkanmu dengan anak sahabat ayahmu, kalian bisa saling mengenal bahkan saling mencintai sebelum menikah, kalian bisa tunangang dulu dan setelah itu menikah.” Ucap Bu Aluna lembut membelai rambut putrinya.


“Apa yang dikatakan ibumu itu benar, ayah sudah sepakat sejak kalian kecil untuk menjodohkan kalian setelah dewasa.” Jonathan ikut menimpali percakapan kedua wanita itu.


“Ta-tapi Yah.”


“Sudahlah Nak! Jangan membantah dan menolak keinginan ayah.” Jonathan kali ini berbicara dengan tegas.  


Kali ini Reana hanya pasrah dan menerimah keinginan ke dua orang tuanya. Ia tidak punya pilihan lain. Baginya tidak ada salahnya untuk mengenal laki-laki yang akan jadi suaminya. Ia juga saat ini sedang tidak punya pacar.


Reana kembali ke dalam kamarnya dan ia tidur terlentang memandang langit-langit kamar. ia bermonolog dengan dirinya sendiri.


“Apa aku harus menerimah perjodohan ini?, tapi aku tidak bisa melupakan laki-laki itu, dia adalah cinta pertamaku walau aku tahu dia sudah punya kekasih tapi aku masih sangat mencintainya, kenapa hanya aku yang harus mencintainya?, apa mungkin kami ditakdirkan untuk bersama?”


Pikirannya benar-benar kacau, di sisi lain ia sudah mencintai laki-laki lain walau laki-laki itu tidak pernah membalas perasaanya dan ia tahu laki-laki itu sudah mencintai wanita lain. Namun, ia tidak bisa melupakan laki-laki itu.


Andrew dan jonathan memang sudah berteman sejak lama. Mereka berniat untuk menjodohkan anak-anak mereka saat keduanya dewasa.


………


Aldwin wasuk ke dalam kamar mandi dan memutuskan untuk berendam agar kondisinya lebih baik dan pikirannya bisa tenang.


Bu Anna menghubungi ponsel Aldwin putra kesayangannya. Ia ingin mengetahui kabar putranya namun, ponsel yang dihubungi berkali-kali tidak ada jawaban dari ponsel tersebut.


Tak berapa lama Aldwin keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian santai. Ia memeriksa ponselnya dan melihat panggilan tidak terjawab dari bu Anna ibunya.


Aldwin menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia tidak ingin membuat ayah dan ibunya khawatir. Ia tahu perbuatannya yang tidak datang menemui keluarga calon istrinya sudah membuat ke dua orang tuanya begitu kecewa.


Bu Anna mengirimkan pesan kepada Aldwin.


“Maafkan perbuatan ayahmu yang sudah membuatmu berpisah dari wanita yang kau cintai, Kau harus secepatnya kembali ke mansion nak, ayahmu sedang sakit parah penyakit jantungnya kambuh dan dia mencarimu.” Isi pesan yang ditulis oleh bu Anna.


Aldwin yang melihat dan membaca pesan dari ibunya segera meninggalkan apartemen dengan mengendarai mobil mewah milikya ia menuju mansionnya.

__ADS_1


Ia begitu menyayangi  ayahnya dan tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk kepada ayahnya.


Setelah sampai ia masuk ke dalam mansion dan menuju ke dalam kamar ayahnya. Ia membuka pintu dan mendapati ayahnya sedang terbaring lemah dengan bantuan oksigen dan selang infus yang terpasang di tangannya. Di sampingnya ada bu Anna yang setia menemani suaminya.


Aldwin mendekati ayahnya dan memegang tangan Andrew.


“Maafkan aku pah!, aku sudah membuat papah seperti ini, aku janji akan memenuhi keinginan papah.” Ucap Aldwin dengan lembut.


“Maafkan aku bu, sudah membuat kalian kecewa, aku akan menikah dengan wanita pilihan kalian asal papah bisa sembuh.” Ucap Aldwin.


“Ibu dan ayahmu hanya ingin yang terbaik untukmu Nak, besok kau harus menemui keluarga mereka.” Ucap bu Anna.


Aldwin hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan ayahnya. Ia tidak ingin membuat kedua orang yang disanyanginya kecewa dengannya.


“Ibu bisa istirahat aku akan menemani papa di sini.” Ucap Aldwin kepada ibunya.


“Tidak Nak, ibu akan menemani ayahmu, kau bisa istirahat, kau harus bersiap besok kita akan menemui keluarga calon istrimu.


“Baiklah bu!”


Aldwin keluar dari kamar ke dua orang tuanya dan kembali ke kamarnya untuk istirahat.


Sementara itu, Andrew tiba-tiba bangun dan tersenyum puas sudah mengerjai putranya dan berhasil membuat putranya setuju untuk bertemu dengan keluarga calon istrinya. Ia membuka seluruh alat-alat medis yang tadi terpasang ditubuhnya. Andrew memang sudah menyusun rencana untuk membuat anaknya yang keras kepala itu mau menuruti keinginannya.


Ia tahu karakter anaknya yang sangat menyayangi kedua orang tuanya. Andrew berpura-pura sakit dengan dibantu oleh istrinya ia mulai melakukan rencananya.


Sepertinya rencana Andrew kali ini berhasil….


Bersambung…


Like, Vote dan Komentar


Tinggalkan jejak yah.!


🙏🙏😀


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2