
Dua hari berlalu sejak kedatangan Nico ke rumah Ana. Hari ini Ana sudah mengambil keputusan tentang permintaan ayahnya.
"Apa kamu yakin dengan keputusanmu Nak?" Tanya bu Ella ingin memastikan bahwa Ana sudah memikirkannya dengan baik.
"Aku yakin ini keputusan yang terbaik bu, aku harap ibu mendukung apapun keputusanku." Jawab Ana.
"Ibu akan mendukungmu Nak." Bu Ella memeluk Ana.
"Aku akan menemui Nico dan mengatakan mengenai keputusanku ini." Ana sudah bersiap sejak pagi tadi untuk bertemu dengan Nico. Ia sudah menghubungi Aldo dan mengatakan akan bertemu di restoran X.
"Aku akan berangkat untuk bertemu dengan Nico."
"Hati-hati Nak." Ana mencium punggung tangan ibunya dan berangkat menuju restoran X.
Beberapa menit kemudian, Ana sudah tiba di restoran X tempat Ana akan bertemu dengan Nico. Ana sudah duduk dan memesan minuman sambil menunggu kedatangan Nico.
"Maaf membuatmu menunggu Ana." Nico tiba bersama Aldo dan ia langsung menemui Ana yang sudah menunggunya.
"Tidak masalah, aku juga baru saja datang." Ucap Ana.
"Ada apa kau ingin menemuiku?" Tanya Nico.
"Ada yang ingin aku tanyakan kepadamu tuan Nico? apa keputusanmu mengenai permintaan dari orang tua kita? apa kau setuju untuk memenuhi permintaan ayahmu mengenai perjodohan ini? apa kau akan menikah denganku?" Tanya Ana bertubi-tubi. Ia masih ingin memastikan dan berharap Nico tidak akan setuju dengan pernikahan mereka.
"Aku hanya ingin membahagiakan kedua oranga tuaku dengan memenuhi permintaan terakhirnya, aku akan menikahimu Ana ini demi kebahagian ke dua orang tua kita. Aku tidak akan memaksamu jika kau tidak ingin menikah denganku, kau berhak mengambil keputusanmu sendiri." Jawab Nico.
"Baiklah tuan Nico, aku sudah menentukan keputusanku mengenai masalah ini, aku akan menikah denganmu demi memenuhi permintaan ayahku." Ucap Ana.
Ini adalah keputusan yang sudah Ana ambil. Keputusan untuk memenuhi permintaan terakhir ayahnya.
"Aku akan membalaskan dendamku kepadamu tuan Nico, selama ini kau sudah membuatku menderita, aku tidak akan memaafkanmu dengan mudah, ini satu-satunya kesempatanku untuk membalasmu." Batin Ana. Ia terlihat terseyum tipis.
Bagi Ana pernikahannya dengan Nico hanya karena permintaan terakhir dari ayahnya. Ia tidak mencintai Nico sedikitpun. Bagi Ana pernikahannya nanti akan mempermudah rencananya untuk balas dendam terhadap Nico. Tentu saja Ana tidak akan mudah melupakan perbuatan Nico yang sudah menyakiti hatinya dan membuatnya menderita dulu.
__ADS_1
"Apa kau punya permintaan sebelum pernikahan kita Ana?" Tanya Nico.
Sampai saat ini Nico belum berani meyatakan perasaaan cintanya kepada Ana. Karena Nico tahu Ana belum sepenuhnya memaafkannya dan tidak ingin membuat Ana semakin menjauh darinya. Kali ini keberuntungan berpihak kepada Nico perjuangannya untuk mendapatkan Ana mendapat jalan yang lebih mudah melalui pernikahan mereka. Walau Nico tahu Ana menikah dengannya kerena terpaksa demi memenuhi sebuah permintaan ayahnya.
Ana terlihat tersenyum dan meneguk minuman yang ada di depannya. Sambil melirik Nico yang juga sedang meminum minuman yang sama dengannya.
"Aku punya beberapa permintaan sebelum pernikahan, apa kau bisa memenuhi permintaan itu tuan Nico?" Tanya Ana dengan Senyuman tidak surut dari wajahnya.
"Katakan apa permintaanmu? Apa kau menginginkan sebagian hartaku untukmu? aku akan memberikannya setelah kita menikah." Jawab Nico.
"Maaf tuan Nico, apa kau pikir aku mau menikah denganmu karena menginginkan hartamu, sepertinya Anda salah tuan, aku sama sekali tidak tertarik dengan harta yang dikatakan di dalam surat itu, Aku setuju dengan pernikahan ini demi permintaan terakhir orang tua kita." Ucap Ana dengan raut wajah kesal.
"Maaf Ana, aku tidak bermaksud seperti itu, lalu apa permintaanmu?" Tanya Nico lagi.
"Aku ingin pernikahan kita dirahasiakan aku tidak ingin orang lain mengetahui mengenai pernikahan ini, Setelah menikah nanti tuan tidak boleh ikut campur mengenai urusan pribadiku dan juga pekerjaanku, Anda tenang saja tuan aku tidak akan menghianati pernikahan kita nantinya dan akan tetap menghargai pernikahan ini. Dan satu lagi jangan pernah berharap aku akan menjadi istri yang baik untuk anda tuan, aku tidak akan melaksanakan kewajibanku sebagaimana seorang istri pada umumnya." Ucap Ana dengan wajah yang terlihat lebih berani ketika berbicara dengan Nico.
Yang Ana maksud adalah melayani Nico di tempat tidur. Ia belum siap jika harus melayani laki-laki yang tidak dicintainya sama sekali.
Gleeekkkkk....
"Dan satu lagi tuan jangan pernah mengharapkan cinta dari pernikahan kita karena itu tidak akan terjadi, kau sudah tahu apa alasanku menikah denganmu, apa kau masih mau melanjutkan pernikahan ini dan bersedia memenuhi permintaanku, kau bisa membatalkan dan kita tidak harus menikah?" Tanya Ana dengan senyum yang terukir di bibirnya.
Ana merasa begitu bahagia bukan karena ia akan menikah dengan Nico melainkan Ia bisa begitu berani dengan Nico. Ana sudah membayangkan rencana balas dendam apa yang akan ia lakukan nanti kepada Nico jika Nico tetap ingin menikah denngannya.
"Aku ingin lihat apa kau masih mau menikah denganku setelah permintaanku itu tuan Nico, aku tidak peduli apa alasanmu mau menikah denganku, bagiku pernikahan ini tidak akan bertahan lama, aku benar-benar membenci laki-laki ini." Batin Ana.
"Aku tidak akan mundur, aku akan tetap menikahimu Ana dan memenuhi semua permintaanmu, Setelah menikah nanti aku ingin kau dan ibumu tinggal bersamaku, Apa kau setuju dengan permintaanku juga Ana?" Ucap Nico. Kali ini Nico meyampaikan permintaannya juga kepada Ana.
Tatapan mata mereka bertemu, tatapan tajam yang membuat siapa saja yang melihatnya akan mengira mereka sedang bertengkar hebat, suasana yang ada disekitanya menjadi mencekam, Aldo yang berdiri di belakang tuannya hanya bisa merasakan aura yang tidak bersahabat. Sesaat mereka terdiam dan saling menatap dengan tajam.
"Kau benar-benar sudah berani Ana, kau bukan lagi Ana yang dulu, aku tetap menyukaimu, kau menjadi wanita yang berani dan kuat." Batin Nico.
"Aku tidak akan mebiarkanmu menindasku lagi, kita lihat siapa yang akan bertahan dengan pernikahan ini, aku akan menggunakan pernikahan ini untuk membalaskan dendamku kepadamu, kau sudah membuatku menderita dan saatnya kau merasakannya tuan Nico Alexander." Batin Ana.
__ADS_1
"Baiklah aku setuju dengan permintaanmu, aku rasa permintaanmu tidak sulit tuan." Ucap Ana.
"Tiga hari lagi kita akan menikah, persiapkan dirimu untuk pernikahan kita, Asistenku akan mengurus semua keperluan pernikahan kita nanti, Kau hanya perlu mempersiapkan dirimu. Apa kau setuju?" Tanya Nico.
"Baiklah, Tiga hari lagi kita akan menikah, Apa sudah tidak ada lagi yang ingin kau katakan tuan Nico, aku harus kembali bekerja dan terima kasih Anda sudah meyempatkan waktu untuk bertemu denganku." Ucap Ana dan meninggalkan Nico dan Aldo.
Saat Ana ingin beranjak dari tempatnya duduk Nico tiba-tiba menghentikannya.
"Tunggu Ana."
Ana berbalik dan menatap Nico.
"Malam ini aku akan menjemputmu dan bertemu dengan ibumu untuk membahas mengenai pernikahan kita."
"Terserah anda saja tuan, saya permisi." Ana menundukkan kepala kepada Nico dan berlalu meninggalkan restoran X menuju rumah sakit. Nico menatap punggung Ana yang semakin menjauh darinya.
"Benang takdir itu sudah mengikatmu denganku Ana sejak dulu, kita sudah ditakdirkan untuk bersama bahkan di saat kita masih sangat kecil. Aku akan menjadikan pernikahan ini sebagai kesempatan untuk membuatmu mencintaiku." Batin Nico
"Apa tuan yakin akan memenuhi permintaan nona Ana?" Tanya Aldo yang sudah sejak tadi mendengar pembicaraan tuannya dan Ana.
"Apa aku terlihat tidak yakin... hemmm."
"Maaf tuan."
"Persiapkan pernikahanku dengan Ana dalam waktu tiga hari, aku tetap ingin pernikahan rahasia ini berjalan lancar dan sempurna untuk Ana." Perintah Nico kepada Aldo.
"Baik tuan."
"Apa kita akan mengabari tuan Reynad tentang pernikahan Anda tuan?" Tanya Aldo Lagi.
"Hufffff......" Nico menghela nafasnya dengan kasar.
"Jangan memberitahu apapun kepada pamanku mengenai pernikahanku dengan Ana, kau tahu paman tidak akan pernah setuju dan merestui hubunganku dengan Ana." Perintah Nico.
__ADS_1
Nico tahu pamannya tidak akan pernah merestui hunbungannya dengan Ana. Bahkan paman Nico yang menutupi semua kenyataan tentang peristiwa 20 tahun lalu dan membuat Nico membalaskan dendamnya pada orang yang salah. Reynad paman Nico begitu membenci keluarga Ana dan tidak akan tinggal diam ketika mengetahui bahwa Nico dan Ana akan menikah. Reynad bisa saja mengganggalkan pernikahan Nico.
Bersambunggg....