
Mendengar teriakan Luis yang sangat keras, Pamela pun terbangun.
"Ada apa?" tanya Luis yang menoleh ke arah Pamela.
Dengan wajah yang bingung, Pamela hanya terdiam dan ia langsung turun dari ranjangnya untuk mengambil air mineral.
Luis yang merasa tingkah Pamela sangat aneh pun, kembali menonton pertandingan yang hampir saja selesai.
"Jantungku hampir mau copot, keras sekali suaranya. Aku pikir ada gempa bumi," gerutu Pamela.
Matanya yang tadinya ngantuk, sekarang kembali segar. Membuat Pamela merasa lapar, ia melihat disekitar kamar hotel itu tidak ada makanan, hanya ada mie instan saja.
"Aku lapar, tapi aku tidak mau masak mie, enaknya makan apa ya?" tanyaku.
Luis yang masih fokus menatap televisi pun kembali teriak, karena jagoannya pun menang. Membuatnya sangat kegirangan.
"Yes! Berhasil! Kau hebat! Wow!" teriak Luis.
Pamela yang mendengarnya, langsung menutup kedua telinganya.
"Berisik sekali," kata Pamela.
Suara itu didengar oleh Luis.
"Bukan urusanmu," sahut Luis.
"Jelas, menjadi urusanku. Kau tengah malam teriak membuat gendang telingaku hampir mau pecah," kesal Pamela.
"Apa sekarang pecah?" tanya Luis.
Pamela langsung memegang telinganya.
"Tidak," jawabnya.
"Lalu apa yang kau khawatirkan?" tanya Luis.
__ADS_1
"Aku terganggu, karena teriakanmu sangat keras. Aku pikir ada gempa, ternyata kau yang berteriak," jawabnya sambil memegang ponsel untuk memesan makanan online.
"Kau ingat perjanjian kita kan? Sudah jangan campuri hobi dan urusanku, kau lakukan saja apa kau sukai," ucap Luis.
Pamela hanya terdiam, ia tidak menghirauan ucapan Luis, ia fokus menatap ponselnya.
Luis meregangkan tubuhnya dan langsung menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang yang sangat empuk, membuatnta merasakan aroma parfum yang sangat ia sukai.
"Wangi parfum siapa ini?" tanya Luis.
Pamela yang sedang duduk di meja rias, masih terdiam, ia tidak mendengar apa yang dikatakan Luis.
Berulang kali Luis bertanya, tidak kunjung mendapat jawaban dari Pamela. Membuatnya kesal dan langsung melemparkan guling ke arah Pamela.
Lemparan guling itu tepat sasaran, membuat Pamela reflek menjatuhkan ponselnya.
Dengan terkejut, karena ponselnya jatuh. Pamela langsung menoleh ke arah Luis dengan penuh amarah.
"Bisa sopan sedikit tidak!" tanya Pamela.
Pamela lalu mengambil ponselnya, untunglah ponsel itu tidak rusak, hanya lecet sedikit.
"Untung saja tidak rusak," ucap Pamela.
"Kalau rusak kau tinggal beli apa yang kau mau," sahut Luis.
"Sombong sekali kau ya! Ini bukan masalah membelinya, tapi ponsel ini kesayanganku, jadi tidak semudah itu mengganti dengan yang baru," jelas Pamela.
"Alah, kau ini lebay," ucap Luis.
'Dasar pria aneh, beraninya kau mengatakan aku lebay, awas kau ya. Tunggu pembalasanku!' gumam Pamela.
Luis yang langsung terpejam, setelah berdebat dengan Pamela. Berbeda dengan Pamela yang tidak bisa tertidur kembali karena ia merasa sangat lapar.
Pamela akhirnya memesan ramen langganannya beserta ceker dan ayam goreng panas, membuatnya menunggu pesanan itu sambil menonton drama korea.
__ADS_1
Hampir 30 menit Pamela menunggu, akhirnya pesanannya pun datang, membuat Pamela langsung meletakan pesanan itu diatas meja. Ia membuka tutup mangkuk itu, membuat wangi makanan itu tercium oleh Luis.
Aroma makanan itu tersebar seluruh kamar, membuat Pamela langsung menyantapnya dengan lahap.
Pamela memakan ramen itu bersamaan dengan ayam goreng panas, semua makanan yang ia pesan dengan cepat masuk ke dalam mulutnya.
Luis yang mencium aroma wangi ramen itu pun merasa diambang kesadaran. Ia seperti mimpi tetapi juga seperti nyata.
Tetapi tidak membuat matanya terbuka untuk bangun.
Pamela yang sedang asik menyantap makanan itu pun merasa kenyang saat ia menghabiskan titik terakhir dari ramen itu.
Suara sendawa terdengar sangat keras, menandakan jika Pamela sudah sangat kenyang.
"Hadeh, kenyang banget," ucap Pamela.
Pamela langsung menyenderkan tubuhnya di sofa, sambil menonton drama korea, membuatnya kembali tertidur.
Pamela akhirnya tertidur dengan posisi perut yang sangat kenyang.
Malam pertama yang dialami Pamela dan Luis tidur secara terpisah, berbeda dari pemikiran orang diluar saja. Jika Pamela dan Luis sedang memadu kasih dan sedang menikmati surga dunia yang menjadi favorit bangat orang.
Mereka tertidur dengan kondisi televisi yang menyala.
Sampai akhirnya, mentari menyambut pagi dengan penuh senyuman.
Semua orang kembali menjalani aktivitasnya seperti bekerja, belajar, mengajar, berdagang dan masih banyak lagi. Berbeda dengan Luis dan Pamela yang masih asik merangkai mimpi mereka yang begitu indah, sehingga mereka tak kunjung bangun.
Suara dering ponsel membuat kedua sejoli tidak ada yang mendengar satu pun. Mereka seperti disirap oleh ibu peri agar tidak bangun.
"Bau apa ini?"
"Wanita gila!"
"Jadi semalam aku tidak bermimpi? Astaga ... Ini konyol sekali."
__ADS_1
Bersambung.