
Seharian, Pamela merawat Kevin di kantornya. Ia tak ingin berlama di rumah sakit karena rumah sakit itu tempat kerja Pamela yang dulu, membuat Kevin ingin segera pulang.
"Apa kau minum jus yang ada ditas meja?" tanya Pamela.
"Aku rasa kau benar, sejak minum jus yang diberikan oleh petugas pajak itu, aku merasa mulas-mulas," jawan Kevin.
Pamela sambil menyuntikan vitamin agar Kevin segera pulih.
"Aku membawa jus itu kelaboratorium untuk di periksa, apakah itu mengantung cairan pencahar atau tidak," ucap Pamela.
"Pak. Apa kau ingin makan ramen ceker?" tanya Aril.
Pamela langsung menoleh ke arah Aril.
"Ayok, aku juga belom makan sama sekali," sahut Pamela.
"Bagaimana bisa, kalian makan ramen saat diriku sedang sakit. Ini sangat kerjam!" kesal Kevin.
"Kau makan bubur ayam saja, kan sedang masa pemulihan," ucap Pamela.
"Aku tidak suka dengan bubur, apa tidak ada makanan lain?" tanya Kevin.
"Ada Pak," jawab Aril.
"Apa itu?" tanya Kevin.
"Nasi padang," jawab Aril sambil tertawa.
Seketika Kevin memukul Aril dengan bantal.
"Apa kau ingin membunuhku!" seru Kevin.
Melihat pertikaian antara Kevin dan Aril, membuat Pamela akhirnya mengeraskan suaranya.
"Sudah diam!" teriak Pamela.
Kevin dan Aril langsung terdiam.
__ADS_1
"Tidak ada yang makan ramen dan nasi padang! Kau Aril. Jangan menggoda Kevin, dan Kau Kak! Harus makan, makanan yang sehat. Mengerti!" seru Pamela.
Mereka berdua menganggukan kepalanya secara bersamaan.
"Ya sudah, sebentar lagi gofood datang. Makanlah," ucap Pamela, keluar dari ruangan Kevin dan berjalan menuju ruang latihannya.
Pamela langsung menghidupkan semua alat DJ dan leptopnya, ia mulai mengolah music yang akan menjadi music andalannya nanti malam.
Beberapa kali ia menyeimbangkan music yang ia kelolah, sampai akhirnya musik itu tercipta sangat indah. Suara musik yang dimainkan Pamela, mampu membuag orang bahagia dan melupakan kesedihannya.
Maka dari itu Pamela sangat terkenal dikalangan Dj yang lainnya.
Satu musik sudah selesai, suara ponsel Pamela berdering, membuatnya menghentikan aktifitasnya.
Pamela: "Iya Hallo."
Pimpinan: "Kau ini kemana saja, Hah! Aku ini pasienmu, tapi kau tidak kunjung memeriksaku, dimana tanggung jawabmu! Apa kau sengaha melupakanku? Tega sekali."
Ocehan itu membuat Pamela langsung teringat tentang Pimpinan Hanji.
Pimpinan: "Kau ini bicara apa? Besok kau harus ke rumahku dan jangan lupa bawakan aku cilor yang waktu itu."
Pamela terheran-heran dengan permintaan bos mafia itu.
'Bagaimana bisa dia ingat makanan murahan itu, apa jamannya tidak ada makanan seperti itu?' gumamnya dalam hati.
Pamela: "Baiklah, Pak. Saya akan bawakan semua makanan kesukaan Pimpinan."
Telpon pun terputus, Pamela langsung meletakan ponselnya dan langsung menatap layar leptopnya.
"Ada-ada aja," ucapnya.
"Peimel!" panggil Anisa.
"Iya Kak, ada apa?"tanya Pamela.
"Dari mana saja kau ini, hampit satu bulan tidak ada kabar, apa kau sudah menikah?" jawab Anisa.
__ADS_1
"Kak Anis ini bicara apa sih, jangan ngarang deh. Nanti seisi club pada heboh," ucap Pamela.
"Ku dengar nanti malam kau akan tampil, itu benar kan?" tanya Anisa.
Pamela menganggukan kepalanya, membuat Anisa kegirangan dan langsung memeluk Pamela.
"Akhirnya kau yang tambil, aku bisa bergoyang sesuka hati," kata Anisa.
"Memang nya kenapa dengan yang lain. Ku rasa seorang Dj semuanya sama, mereka memiliki ciri khasnya, masing-masing," ucap Pamela.
"Tapi, kau sangat berbeda. Semua lagu yang kau mainkan, membuat menghipnotis semua orang," ucap Anisa.
"Benarkah? Aku rasa itu hanya perasaanmu saja," elak Pamela.
Malam hari.
Pamela sengaja tampil cetar seperti Peimel, dengan rambut pirang yang menyala, membuat sosok Pamela hilang, berganti Dj Peimel.
Pamela terlihat sangat cantik, ia memakai pakain yang sopan dan sedikit tertutup.
"Kakak mau kemana?" tanya Citra.
"Kakak mau nge Dj," jawab Pamela.
"Apa usiaku boleh ke sana Kak?" tanya Citra.
"Tidak," jawab Pamela.
"Aku sangat penasaran, boleh ya Kak," rengek Citra.
Kalo, Kakak bilang tidak ya tidak," ucap Pamela dengan nada bicara yang dingin. Membuat Citra langsung mengurungkan niatnya.
Pamela pun berangkat keclub milik Luis, ia mengenakan outer panjang, untuk menutupu tubuhnya. Pamela berjalan masuk ke dalam.
"Aku rasa kalian itu satu."
Bersambung.
__ADS_1