Dokter Or Disk Jokey

Dokter Or Disk Jokey
Percakapan dua sejoli


__ADS_3

Luis langsung pergi meninggalkan ruang rapat yang ada di rumah sakit Radom, ia terus berjalan menjauh dari hadapan Dokter Boy.


Saat Luis melewati ruang UGD, ia melihat banyak pasien dengan kecelakaan lalu lintas, dokter dan perawat sangat sibuk merawat mereka.


"Pasien datang!" ucap paramedis.


Dokter Morgan langsung menghampiri pasien dan menyuruhnya pindah ke ranjang nomor 9.


"Bagaimana kondisi pasien?" tanya Dokter Morgan.


"Pasien mengalami benturan dikepala dan sempat kejang, tekanan darah 90/70 mmHg, denyut nadi 88 kali permenit, pasien sempat muntah 2 kali," jawab paramedis.


"Siapkan infus ringer lactat, siapakan larutan garam dan kassa, lakukan intubasi, setelah itu kita harus lakukan pindai CT," perintah Dokter Morgan.


"Siap Dok," sahut Perawat Weni.


"Pasien datang!" ucap paramedis.


Semua dokter dan perawat sangat terkejut melihat pasien tertusuk besi bangunan, tetapi ia masih sadar, pasien itu merintih kesakitan.


Dokter Boy langsung datang menghampiri pasien.


"Pindahkan ke ruangan Hibrida," perintah Dokter Boy.


Luis memperhatikan kerja keras mereka semua, membuatnya langsung menelpon seseorang.


Luis pergi meninggalkan rumah sakit, ia langsung masuk ke dalam mobil. Tak lama mobil itu melaju dengan kecepatan sedang.


"Antar aku kerumah Pimpinan," perintah Luis.


"Baik Tuan," ucap Pak supir.


Di rumah Pimpinan ada Pamela yang memang datang untuk mengunjunginya, mereka terlihat sangat bagaia, tertawa bersama.


"Apa kau seorang Disk Jokey?" tanya Pimpinan Hanji.


Pamela yang sedang memainkan piano langsung terdiam, ia menatap Pimpinan Hanji.


"Dari mana Pimpinan tahu," jawab Pamela.


"Sangat mudah untuk mencari tahu identitas orang lain," ucap Pimpinan Hanji.


"Benarkah, apa aku boleh meminta tolong kepada Pimpinan?" tanya Pamela.


"Boleh saja, katakanlah," jawab Pimpinan Hanji.


Pamela langsung memberi kartu kepada Pimpinan, membuat Pimpinan Hanji langsung melihat nama dari kartu itu.


"Dari mana kau dapatkan kartu ini?" tanya Pimpinan Hanji.


"Dia salah satu Klienku di club milik cucu Pimpinan, dia tidak sengaja meninggalkan kartu itu," jawab Pamela.


"Jauhi dia, dia orang yang sangat berbahaya," pinta Pimpinan Hanji.


"Kenapa Pak, apa ada sesuatu yang mencurigakan?" tanya Pamela.

__ADS_1


"Dia itu seorang mafia yang sangat kejam, aku tidak tahu pastinya," jawab Pimpinan Hanji.


"Jika Pimpinan mau membantu, tolong cari tahu siapa pria itu," pinta Pamela.


"Apa kau ada urusan dengannya?" tanya Pimpinan Hanji.


"Aku menemukan seorang anak kecil, ia kabur dari markas milik Rozak, anak itu mengaju jika dirinya di siksa terlebih dahulu sebelum di kirim ke kamboja untuk di jual organ tubuhnya, aku merasa Pimpinan adalah seorang mafia, jadi aku ingin meminta bantuan kepada Pimpinan," jawab Pamela.


Pimpinan Hanji terdiam, ia pun langsung memanggil Pak Adit.


"Iya Tuan, ada yang bisa di bantu?" tanya Pak Adit.


"Kau tahu Rozak, saat ini dia melakukan perdagangan anak, ia menjual organ manusia dipenjuru negara," jawab Pimpinan Hanji.


"Aku ingin kau mencari tahu, di mana dia mengurung semua anak-anak yang tak bersalah itu," sambungnya.


"Tapi Pak, anda harus fokus pada operasi anda terlebih dahulu, selebihnya nanti kita bicarakan lagi," sahut Pamela.


"Biarkan Pak Adit yang mengurus semuanya, kau fokus saja pada operasiku," kata Pimpinan Hanji.


"Baik Pak, terimakasih," ucap Pamela.


"Ada apa ini?" tanya Luis.


Pamela langsung menoleh ke arah sumber suara, ia kaget melihat Luis yang berdiri menatapnya.


'Kenapa aku jadi deg-degan seperti ini, apa gara-gara tawaran semalam, oh Tuhan, bagaimana ini?' gumam Pamela dalam hati.


"Kita sedang membahas tantang Rozak yang ternyata dalang di balik perdagangan organ manusia," jawab Pimpinan Hanji.


Pamela langsung merasa gugup, saat tangan Luos menunjuk ke arahnya.


"Dia yang melaporkan semuanya, kau jangan terlalu kasar dengannya, nanti kau bisa jatuh cinta," goda Pimpinan Hanji.


Luis dan Pamela langsung menatap tajam ke arah Pimpinan membuat Pimpinan Hanji langsung terdiam, Oow.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" tanya Pimpinan Hanji.


"Pimpinan!"


"Kakek!"


Suara kompak mereka berdua membuat Pimpinan Hanji langsung menatap mereka dengan tatapan yang senang.


"Tudah ku katakan, kalian memang berjodoh," ucap Pimpinan Hanji.


"Aku sudah mempunya kekasih, dalam waktu dekat aku akan memperkenalkannya," sahut Luis.


"Wah, kau pasti menjadi semalaman untuk mendapatkan kekasih, cucuku memang hebat," kata Pimpinan Hanji.


'Jangan bilang wanita itu adalah aku, aku rasa dia akan marah besar,' batin Pamela.


Pamela hanya diam, saat Luis mengatakan akan mengenalkan wanitanya kepada Pimpinan.


"Bukan urusan Kakek," ucap Luis langsung berlalu pergi dari ruangan musik.

__ADS_1


Luis duduk di ruang santai, ia menatap pemandangan yang sangat sejuk untuk menenangkan pikirannya.


Pamela langsung pamit pulang, karena ada Luis, ia merasa tidak enak.


"Jangan pergi, kau bisa temani aku dan membantu mendorong kursi roda ini," perintah Pimpinan Hanji.


Dengan berat hati, Pamela mengiyakan yang di perintahkan Pimpinan Hanji, ia tidak berani membantah ataupun pergi begitu saja.


Pamela mengantar Pimpinan Hanji, ke ruang santai untuk menemui Luis.


"Kakek, mengganti semua bunga yang ada di halaman ini," ucap Pimpinan Hanji.


"Aku merasa suasanya sangat berbeda," kata Luis.


"Ada apa datang kemari?" tanya Pimoinan Hanji.


"Aku mendapat laporan jika rumah sakit milik Kakek saat ini beroprasi dengan lancar, mereka bekerja sangat keras, apa Dokter Boy sudah memberi tahu kepada Kakek?" jawab Luis.


Percakapan mereka berdua, tidak dapat di dengar oleh Pamela, Pamela hanya mengantarkan Pimpinan Hanji mendekati Luis, selebihnya, ia menunggu di ruang khusus.


"Iya Kakek sudah mengetahui semuanya," ucap Pimpinan Hanji.


"Aku akan mebjadi Investor untuk rumah sakit Kakek, aku melihat pasien terus berdatangan, aku ingin operasi Kakek menggunaka alat yang canggih dan bagus," kata Luis.


Pimpinan Hanji sangat terharu dengan niat baik Luis, ia sangat berbeda dari sebelumnya yang terkenal sebagai pria yang sangat kejam da kasar, nyatanya Luis bisa menjadi pria yang penuh perhatian dan hangat.


"Kakek bangga padamu," ucap Pimpinan Hanji.


Pamela memperhatikan dari luar yang di lapisi kaca, ia melihat Luis sednag berbicara kepada Pimpinan Hanji dan membuat Pimpinan Hanji tersenyum. Hal ini membuat Pamela sangat penasaran.


'Apa yang mereka bicarakan?' gumam Pamela dalam hati.


Di samping Pamela ada Pak Adit yang ikut menunggu mereka.


"Ada apa Nona?" tanya Pak Adit.


"Hah, memangnya ada apa Pak," jawab Pamela.


"Kau terlihat sangat gelisa, mungkin ada yang bisa saya bantu?" tanya Pak Adit.


Pamela langsung menatap Pak Adit, ia sedang memikirkan sesuatu untuk ditanyakan. Dengan cepat Pamela langsung menemukam ide.


"Berapa lama Pak Adit bersama Pimpinan?" tanya Pamela.


"Sejak Tuan muda Luis, belom ada," jawab Pak Adit.


"Belom ada maksudnya belom di buat? Belum di cetak oleh orang tua Tuan muda Luis?" tanya Pamela.


Pamela bertanya dengan lantang membuat ajudan yang ada di sampingnya, menahan tawa. Pamela yang merasa ajudan itu tertawa langsung menoleh ke arahnya.


"Ada apa?"


"Apa ada yang lucu?"


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2