Dokter Or Disk Jokey

Dokter Or Disk Jokey
Tawaran yang gila


__ADS_3

Luis di temani oleh asistennya Jemi, ia langsung memasuki pintu khusus yang mengarah ke ruang VIP.


"Mau saya siapkan wanita cantik untuk menemani anda Tuan?" tanya Jemi.


"Boleh," jawab Luis.


Luis bersenang-senag di ruangan VIP bersama tiga wanita canti dan seksi yang siap melayaninya.


Luis yang masih duduk manis melihat tembok transparan yang memperlihatkan DJ sedang memainkan music, pandangannya tertuju pada Pamela, ia tidak mengenali wanita itu, karena Panampilan Pamela yang sangat berbeda dengan Panampilan sebelumnya, membuat Luis terpanah.


'Siapa DJ itu? Tapi dia terlihat seperti tidak asing bagiku?' gumam Luis.


Luis sampai tidak menyadari jika tiga wanita itu memanggilnya.


"Tuan."


"Tuan, apa anda baik-baik saja."


Suara lembut salah satu wanita itu membuyarkan lamunan Luis.


"Apa! Kau tadi bilang apa?" tanya Luis.


Wanita itu menunjukan wine dan menuangkannya kedalam gelas, ia langsung memberikannya kepada Luis.


Sedangkan Pamela, sedang melihat leptop untuk memutar musik andalannya yang terbaru, ia langsung menyaringkan suara music itu dan langsung menggunakan erphone, gayanya terlihat sangat keren, dan energic membuat banyak orang ingin mengenalnya.


Beberapa bos yang suka main casino pun terpukau, melihat penampilan Pamela yang sangat keren.


"Siapa wanita yang memainkan DJ itu?" tanya pria berjas hitam.


"Aku dengar dia seorang DJ yang sangat handal dalam memainkan musik, dia bernama Pamel (peimel)," jawab asisten pria itu.


Senyum sini terlihat di wajahnya, membuat musik semakin kencang, lampu kerlap-kerlip membuta dunia malam di club itu semakin menggemparkan dunia.


Semua orang berjoget di dekat panggung tempat Pamela nge DJ, mereka seperti biasa, melepaskan beban dan penat selama menjalani hidupnya.


Pamela fokus memainkan musiknya sampai akhirnya Kevin yang menggantikannya, karena jam kerja Pamela sudah habis, semua orang bersorak meminta Pamela yang harus memainkan musik itu.


"Kenapa ganti orang!"


"DJ wanita tadi sangat keren!"


Ternyata musinya gak kalah seru dengan musik yang di mainkan Pamela, membuat semua ornag yang hampir kecewa kembali berjoget.


Sepanjang musik yang di mainkan Pamela, Luis memperhatikan gerak-geriknya, sampai-sampai Luis tidak menyadari jika dia sudah di temani oleh wanita yang cantik dan menawan, tetapi Luis tidak tertarik satu pun, wanita itu mencoba membuka kancing baju Luis, membuat Luis langsung melotot ke arahnya.


"Lancang sekali kau membuka kancing bajuku," ucap Luis.


"Maafkan saya Tuan, saya kira anda kepanasan," kata wanita penghibur.


Saat Pamela turun panggung, tiba-tiba ada yang mendatanginya, seorang pria berjas hitam.

__ADS_1


Pamela yang sedang memegang mantel yang diberikan oleh ibunya, membuatnya langsung memakai mantel itu.


"Siapa anda?" tanya Pamela.


"Maafkan saya Nona Peimel, bos kami ingin bertemu dengan anda," jawab Asisten Widi.


"Siapa namamu dan nama bosmu?" tanya Pamela.


"Nama saya, Widi dan Bos saya Rozak, Nona. Boleh saya meminta waktunya sebentar," jawab Asisten Widi.


Pamela terdiam sejenak, lalu ... Ia langsung berjalan menuju meja tempat Rozak duduk.


Asisten Widi langsung membisikan Rozak, jika Pamela mau menemuinya.


"Hai Nona, kau terlihat sangat cantik," sapa Rozak.


Pamela masih terdiam, ia memperhatikan Rozak yang terlihat seperti pria hidung belang yang kehausan wanita cantik.


"Mari duduk denganku," ucap Rozak.


Rozak terlihat mabuk berat, ia menyuruh Pamela duduk di sampingnya, belom sempat ia berbicara, Rozak menjatuhkan identitasnya di lantai. Tak lama dirinya ambruk tidak sadarkan diri.


Pamela memerika denyut nadinya, ia langsung meminta asisten Widi untuk segera membawa bosnya pulang.


"Bosmu pingsan, karena terlalu banyak minum, bawalah pulang dia. Kita bisa ketemu lain kali," ucap Pamela.


Asiste Widi akhirnya membawa bosnya pergi meninggalkan club itu, ia tak menyadari jika kartu identitasnya terjatuh di lantai, membuat Pamela yang akan bangkit dari tempat duduknya langsung berhenti, ia merasa kakinya menginjak sesuatu.


"Apa ini?" tanya Pamela.


Pamela membolak-balikan kartu itu, terlihat tulisan nama Rozak Kaino, beserta alamat dan nama samarannya.


Pamela menduga ini adalah kartu identitas pria itu dan ia langsung menyimpannya di dalam tas.


Tiba-tiba, asisten Jemi menghampirinya. Membuat Pamela langsung menoleh ke arah asisten Jemi.


'Ada apa ini, kenapa asistem pria pemarah itu menghampiriku? Aku harus pura-pura tidak mengenalnya,' batin Pamela.


"Nona, tunggu!" panggil Jemi.


Pamela pura-pura menoleh.


"Iya, ada yang bisa saya bantu?" tanya Pamela.


"Bos, kami ingin menemui anda, apa anda ada waktu?" sahut Asisten Jemi.


"Siapa nama Bosmu?" tanya Pamela.


"Luis, dia memilik club dan casino yang ada di lantai 6," jawab Asisten Jemi.


Pamela tidak bisa menolak, karena asisten Jemi memohon untuknya menemui Luis.

__ADS_1


Mereka masuk ke dalam ruangan VIP, Pamela melihat wanita penghibur yang masih duduk di dekat Luis, setelah Jemi datang dan memberi isyarat kepada wanita penghibur itu. Dengan rasa kesal, mereka akhirnya keluar.


Di dalam ruangan hanya tersisa Luis dan Pamela, Luis menatap Pamela dengan sangat antusias, membuat Pamela tidak nyaman di tatap begitu.


"Ada yang bisa saya bantu Bos?" tanya Pamela.


"Siapa namamu?" tanya Luis, membuat jantung Pamela berdetak tak menentu.


"Peimel," jawab Pamela dengan sedikit gugup.


"Apa kau sudah menikah?" tanya Luis.


Pamela menggelengkan kepalanya, membuat Pamela mulai kesal.


"Kenapa Tuan, menanyakan privasi saya?" jawab Pamela.


Luis tersenyum manis, ia terlihat sangat tertarik dengan Pamela yang menjadi Peimel.


"Bisa kau bantu diriku? Aku akan berikan uang berapapun yang kau mau," tawar Luis.


Pamela terdiam, ia sempat berfikir negative tentang Luis, tetapi ia melihat dari sorot mata Luis, ia sangat frustasi.


"Apa yang Tuan mau?" tanya Pamela.


"Jadinya pacarku, atau jadilah istriku," jawab Luis.


Jawaban itu membuat Pamela langsung tercengang kaget, tiada angin dan hujan, hanya ada ruangan berAC yang tidak dapat menyejukan hati Pamela.


"Apa!" seru Pamela.


"Jangan marah dulu, jika kau tidak mau ya aku tidak memaksa, tapi kau harus membantuku," kata Luis.


"Ini sudah melewati batas, mana mungkin aku menikah dengan pria yang tidak aku cintai," ucap Pamela.


"Menikah karena status, aku hanya butuh ikatannya saja. Selebihnya terserah kau mau kemana, asal tidak ada yang tahu," kata Luis.


"Kamu tahu Tuan, menikah itu bukan untuk main-main, kamu coba saja mencoba dengan wanita lain," ucap Pamela.


"Aku hanya tertarik padamu," ucap Luis, membuat Pamela langsung menatapnya tajam.


Pamela sangat terkejut dengan semua permintaan Luis, tetapi Luis tetap tidak menyadari jika Pamela adalah Dokter pribadi kakeknya yang saat ini sedang menjalani hobinya sebagai seorang Disk Jokey.


"Jika kau masih bingung, aku kan memberimu waktu, lusa kita bertemu di club ini lagi," kata Luis.


"Hah! Lusa," Pamela sangat kaget.


"Kamu memberi waktu seperti akan melaksanakan ujian sekolah," gerutu Pamela.


Luis terdiam melihat wajah Pamela yang sangat femiliar baginya, tapi ai tidak mengingat siapa yang mirip dengannya. Luis mencoba, mengesampingkan perasaanya.


"Beri aku waktu satu minggu."

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2