Dokter Or Disk Jokey

Dokter Or Disk Jokey
Akad


__ADS_3

Hari pernikahan Luis dan Pamela akhirnya di gelar pada hari ini, tanggal 22 Agustus 2023.


Acara pernikahan berlangsung sangat meriah, dihotel berbintang. Terlihat setiap ruangan dihiasi dengan rangkainya bunga lily dan bungan mawar, terlihat sangat indah.


Para Wedding Organizer pun sudah bersiap untuk menyambut mempelai pria dan para tamu undangan.


Sentuhan terakhir dalam riasan adalah lipstik, terlihat sangat anggun dan menawan, terpoles dibibir indah Pamela lipstik berwarna merah muda.


"Wah, kau terlihat sangat cantik," ucap Sherlin.


Pamela terlihat sangat cantik, membuat orang yang melihatnya merasa sangat takjub.


Kevin dan Aril pun datang kehotel berbintang, ia terlihat mengenakan setelan jas yang dilengkapi dengan dasi pita.


"Bagaimana dengan penampilanku?" tanya Kevin.


"Waw ... Amazing, " jawab Aril.


Aril terlihat kagum dengan penampilan Kevin yang terlihat sangat kece dan menawan.


"Mari kita menemui Pamela," ajak Kevin.


Mereka berdua pergi menghampiri Pamela diruang rias.


Begitu terkejutnya Kevin melihat Pamela memgrnakan gaun pengantin.


"Wah ... apa kau Pamela? Seorang Dj yang sangat populer itu?" tanya Kevin.


"Kau ini bicara apa," jawab Pamela.


Kevin langsung mendekati Pamela.


"Apa kau merasa gugup?" tanya Aril.


Aril yang melihat Pamela dengan wajah yang sangat tegang, membuatnya terus menggodanya.


Pamela terus mengatur napasnya berulang kali.


"Apa kau ingin ke kamar mandi?" tanya Kevin.


"Atau kau mau minum?" tanya Aril.


"Apa kalian tidak bisa diam! Aku sangat gugup, dengan acara ini," jawab Pamela.


"Kenapa kau terlihat seperti singa, itu sangat menyeramkan," ucap Kevin.


Nek Marlin, Kety dan Bagas pun baru saja sampai dihalaman hotel, ia langsung di sambut oleh petugas Wedding Organizer untuk diantarkan ke ruangan Pamela.


"Kak Pamela!" panggil Kety.


Pamela menoleh, kearah sumber suara. Ia terlihat sangat senang saat melihat Nek Marlin dan adik-adik angkatnya sudah tiba.


"Kety!' panggil Pamela.


Dengan girang Kety dan Bagas menghampiri Pamela.


"Kakak terlihat sangat cantik, aku hampit tidak mengenalimu Kak," kagum Bagas.


"Benarkah," ucap Pamela.


Bagas pun menganggukan kepalanya.


"Sebentar lagi kau acara pernikahan akan segera dimulai, Nenek sudah melihat mobil Luis tiba," ucap Nek Marlin.

__ADS_1


"Benarkah Nek?" tanya Kevin.


Kevin langsung melihat jendela yang menuju ke arah parkiran mobil, ia melihat mobil Luis sudah terparkir.


"Nenek benar, kita harus menyambutnya," ucap Kevin.


"Bagaimana ini," ucap Pamela.


Pamela terlihat sangat panik.


"Ada apa? Kenapa kau terlihat panik?" tanya Kevin.


Kevin yang akan turun kebawah pun menghentikan langkahnya, saat melihat Pamela terlihat sangat panik.


"Bagaimana aku tidak panik, acaranya pastu akan segera dimulai, ah ... aku masih belom siap," jawab Pamela.


Nek Marlin yang melihat Pamela sangat gugup dan panik pun langsung mendekat dan menenangkannya.


Kevin dan Aril pun keluar dari ruangan tempat Pamela dirias, ia keluar untuk ikut menyambut Luis.


Dilantai bawah, Bramasta dan Sherlin sedang berbincang dengan para tamu undangan yang akan mengnyaksikan acara akad nikah.


Luis ditemani oleh Pimpinan Hanji jajarannya, berjalan menuju aula, disana terlihat Bramasta dan Sherlin sudah siap menyambut mempelai pria.


Luis berjalan dengan perasaan yang sangat tegang dan gugup, ia berusaha untuk tenang.


Kehadiran Luis dan keluarga, disambut hangat dan dipersilahkan untuk duduk di meja akad.


Tak lama, team wedding organizer pun datang menghampiri Pamela ditemani Citra.


"Kak, Kak Luis sudah datang, waktunya Kakak turun," pinta Citra.


Mendengar itu, Pamela semakin gugup, wajahnya pucat seketika, membuatnya mengeluarkan keringat.


"Tenangkan hatimu kak, ayok melangkah bersamaku," ucap Citra.


Pamela mematap Citra, yang menggenggam tangannya dengan erat.


Mereka turun melewati tangga yang cukup panjang, sampai dilantai bawah. Semua tamu undang sudah hadir untuk menyaksikan acara akad.


Semua hadirin menatap lekat Pamela, mereka semua sangat terkejut dengan Pamela yang ternyata akan dinikahi oleh seorang Luis.



semua orang terpanah dengan kecantikan Pamela, begitu juga Luis yang terus menatap Pamela dengan sangat kagum.


'Sangat cantik ... astaga, aku ini berbicara apa? Bagiku dia jelek,' gumam Luis.


"Astaga, ternyata dia ... pengantinnya Luis?"


"Dia sangat cantik, melebihi bidadari. Aku seperti pernah melihatnya."


'Jadi dia lebih memilih menikah dengan cucu pemilik rumah sakit,' gumam Dokter Feni.


Dokter Morgan pun hadir di acara pernikahan Pamela dan Luis.


Semua staf rumah sakit diundang dan menghadiri acara akad.


Pamela berjalan mendekati Luis, tatapan mereka terlihat sangat gugup.


'Ingin rasanya aku lari jauh, kenapa dengan aku. Kenapa aku sangat gugup, kenapa dia tampan sekali memakai baju itu? Astaga. Apa yang aku pikirkan?" batin Pamela.


Pamela merasa pusing karena isi kepalanya saling bersautan dengan hatinya, membuat Pamela langsung menarik napasnya perlahan untuk menenangkan dirinya.

__ADS_1


Cara ijab kabul pun dimulai, Bramasta mentap Luis dengan penuh arti.


Saat tangan mereka saling berjabatan, Bramasta meneteskan air matanya saat menikahkan anaknya dengan Luis.


Dengan lantang, Luis menjabat semua ijab kabul itu dengan lancar.


"Bagaimana, para saksi? Sah?" tanya Pengulu.


"Sah!"


"Alhamdulilah."


Pamela dan Luis sudah sah menjadi sepasang suami istri, saatnya penyematan cincin dijari manis.


Pamela menatap Luis, yang penuh dengan keringat di keningnya, membuatnya menahan tawa.


Luis yang melihat dirinya diejek oleh Pamela merasa kesal, ia langsung menatap tajam Pamela.


"Diharapkan mempelai pria terlebih dahulu menyematkan cincin di jari manis mempelai wanita," ucap MC.


Saat Luis akan mengambil cincin itu, tiba-tiba cincinya terjatuh. Membuatnya langsung panik mencari keberadaan cincinya.


"Aduh, kemama cincinnya?" tanya Luis.


Pamela pun ikut mencari cincin itu.


Cincin itu terlempar sampai menyentuh sepatu Kevin, hampir saja akan diinjak olehnya. Karena mengetahui ada cincin terjatuh, Kevin pun langsung mengambil cincin itu.


"Aku menemukannya!" ucap Kevin dengan lantang.


"Syukurlah."


Cincin itu langsung diberikan kepada Luis.


"Dasar ceroboh," ucap Pamela.


"Apa kau bilang? Beraninya kau mengatakan aku ceroboh?" tanya Luis dengan nada suara yang sangat lirih.


"Memang kau payah," ucap Pamela.


Pamela mengejek Luis sambil menjulurkan lidahnya, membuat Luis sangat kesal. Tetapi ia tahan.


Acara penyematan cincin telah selesai dan saatnya acara foto bersama.


Semua yang hadir telah menyantap hidangan yang telah disediakan dan ada pula langsung befoto bersama.


Acara demi acara telah selesai, semua orang telah pergi meninggalkan hotel.


Pamela terlihat sangat lelah, begitu juga Luis. Karena mereka menyambut banyaknya tamu undangan, membuat mereka kelelahan.


Pamela jalan menuju kamarnya, ia langsung melepaskan hellsnya.


Saat ia membuka pintu, didalam kamar sudah ada Luis yang sedang duduk di sofa sambil melonggarkan dasi.


Pamela pun langsung duduk disampingnya, ia langsung merebahkan tubuhnya disofa yang sangat empuk itu.


"Aku sangat lelah," ucap Pamela.


"Kau pikir, hanya kau saya yang lelah. Aku pun sama," sahut Luis.


"Kau terlalu lemah!"


"Apa kau bilang!"

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2