
Pamela langsung memasuki mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang, ia meninggalkan Dokter Morgan yang masih berdiri, menatap kepergiannya.
Pamela melintasi jalanan yang tidak terlalu ramai, ia menikmati perjalanan sambil mendengarkan musik klasik kesukaanya.
"Aku pulang!"
Suara itu terdengar menggema, membuat Kety langsung membukakan pintu. Ia melihat Pamela membawa banyak makanan untuk stok di rumah.
Kety membantu Pamela, ia langsung memasukan semua barang yang ada di dalam bagasi mobil.
"Kakak mau masak apa?" tanya Kety.
"Kakak mau masak kepiting saus padang, kayaknya enak," jawab Pamela.
"Kakak bisa memasak?" tanya Kety sambil memasukan beberapa sayuran, buah dan cemilan.
"Nanti kita lihat saja, apakah masakanku enak atau tidak," jawab Pamela.
Pamela sibuk memasak, sedangkan Kety sibuk merapihkan meja untuk makan lesehan di depan televisi, ia mengupas buah dan mengelap piring.
Sampai akhirnya semua sudah di hidangkan, Pamela langsung menghampiri Nek Marlin untuk makan bersama.
Saat mereka sudah duduk lantai, Nek Marlin melihat beberapa makanan kesukaanya terhidang di ats meja.
"Ini kelihatannya enak," ucap Nek Marlin.
Mereka menimati makanan yang di masak oleh Pamela sambil bercerita dan tertawa, terlihat sangat hangat kasih sayang yang di berikan oleh Nek Marlin.
Nek Marlin tipe wanita penyayang dan menengah ketika kita sedang guna, itu lah kenapa Pamela bisa menjadi seorang Disk Jokey dan bisa meraih beasiswa di university yang sangat bergengsi, semua itu berkat arahan Nek Marlin.
Pamela dengan bangganya, hal-hal lucu yang pernah ia alami, sehingga membuat Nek Marlin dan kety ikut tertawa bersama.
Selesai makan malam, Inka langsung bersiap untuk pergi, Kety yang belom tidur, Melihat Pamela sudah rapi dan cantik, membuatnya bertanya.
"Kakak mau kemana?" tanya Kety.
"Kakak harus bekerja," jawab Pamela.
"Baiklah, hati-hati Kak," ucap Kety.
"Selama aku pergi, kau tidur bersama Nenek, titip Nenek, telpon aku jika terjadi sesuatu ya," pesan Inka, membuat Ketty langsung mengganggukan kepalanya.
Pamela pun pergi meninggalkan mereka berdua, ia langsung melajuka mobilnya.
Pamela berjalan menuju rumah orang tuanya, ia sudah di tunggu oleh sang adik yang tidak mau makan, jika tidak ada Pamela.
__ADS_1
Pamela pun sampai di rumah, dan ia langsung masuk ke dalam, ia melihat Citra yang sedang memainkan game, ia melihat aroma wanginyang tidak asing membuatnya langsung mencari sumber aroma itu.
"Kakak!" panggil Citra.
"Kenapa belom makan, Kakak sangat sibuk, maafkan Kakak ya," tanya Pamela.
"Aku rasa Mama yang memberitahu Kakak," jawab Citra.
"Sudah ayok makan, makanan sudah siap," ajak Sherlin.
Mereka pu langsung berjalan menuju ruang makan, yang sudah di penuhi dengan makanan kesukaan Pamela, Pamelaa yang melihatnya sangat terkejut.
"Dari mana, mama masak semua ini?" tanya Pamela.
"Mama khusus menyiapkan makanan ini langsung dari ahlinya, apa sih yang gak mama tahu," jawab Sherlin.
"Ini keliatan sangat enak," ucap Pamela, memcicipi ceker mercon yang sangat mengugah selera.
Pamela pun makan lagi, karena memang Pamela tipe wanita yang doyan makan tetapi tidak gendut.
Dengan lahap, Pamela dan Citra makan semua makanaan yang dikatakan tidak sehat, tetapi justru makan seperti ini lah yang membuat selera makan bangkit.
Sampai Pamela tidak menyadari jika Bramasta sang ayah tidak ikut makan bersama.
Makanan yang di sediakam untuk mereka semua, habis ludes di makan kedua anak yang sangat menyukai sambel dan kuah yang pedas.
"Kak, perutku rasanya mau meledak," ucap Citra, langsung sendawa.
"Diam kamu Dek, aku juga sampek mau muntah rasanya," sahut Pamela.
Sherlin sangat merindukan kehangatan yang saat ini ia rasakan, ia melihat Pamela yang makan tanpa rasa canggung dan Citra terlihat sangat bahagi, tetapi ... Pamela sudah memutuskan untuk memilih hidupnya sendiri, membuat Sherlin sedih, tetapi ia tidak bisa mencegahnya.
Hampir 2 jam, Pamela berleha-leha karena kekenyangan, akhirnya ia langsung teringat jika harus pergi menemui Kevin untuk nge DJ bersama.
"Astaga aku lupa," ucap Pamela, ia melihat Citra justru malah tertidur di atas meja makan.
"Ya Allah, Citra! Kenapa hidupmu enak sekali, habis makan tidur," ucap Pamela.
Pamela bangkit dari tempat duduk, ia pamit kepada Sherlin untuk bekerja.
"Mah, aku kerja dulu ya, harusnya tadi jam 22.00an aku sudah di sana, ini sudah hampir jam 23.00, mana belom ada persiapan," pamit Pamela.
"Ya sudah sana berangkat, hati-hati di jalan," ucap Sherlin.
Sherlin memberikan mantel hangat untuk Pamela.
__ADS_1
"Apa ini?" tanya Pamela.
"Pakailah, mama membelikan karena kau menyukai warna kuning, ini barang mahal yang sangat langkah, mama harap kau menyukainya," jawab Sherlin.
Pamela menatap Sherlin dan menerima mantwl hangay itu, ia tersenyum setelah menerima mantel itu dan langsung pergi meninggalkan rumah orang tuanya.
Di dalam mobil, sebelum mobil melaju, Pamela menatap mantel yang terdapat logo brand dunia yang tidak semua orang mampu membelinya.
Pamela tak memikirkan merknya, tetapi kehangat yanb sangat ia rindukan kini mulai terasa saat melihat mantel itu.
Tak mau berlarut dalam kesedihan, Pamela langsung melajukan mobilnya dengan cepat, menuju Ziny Music.
"Maaf Kak, aku telat," ucap Pamela.
"Kau kenapa?" tanya Kevin, membuat Pamela malah jadi bingung.
"Apa maksud Kak Kevin?" tanya balik Pamela.
"Lihat penampilanmu yang sangat kacau, apa kau abis berkelahi?" tanya Kevin.
Merasa penasaran, Pamela langsung menatap cermin yang ada di ponselnya, ia melihat riasannya sangat berantakkan, ada bekas noda saus di dekat bibirnya, membuatnya terlihat jorok.
Pamela langsung menuju kamar mandi, dan membersihkan sisa-sisa cabai sampai kembali rapi.
Pamela kembali menemui Kevin.
"Star jam berapa?" tanya Pamela.
"Lima menit lagi," jawab Aril.
"Kau yang manggung ya," ucap Pamela.
"Enak saja, kau lah. Semua orang menunggu penampilanmu, tapi penampilanmu sangat mahal, dan tidak sedikitpun terbuka, membuat mereka sangat menyukaimu," kata Aril.
"Aneh sekali mereka, bukannya mereka menyukai DJ yang seksi dan semua pakainnya terbuka?" tanya Pamela.
"Tapi aku malah bosan melihatnya, giliran melihat penampilanmu yang berbeda dari mereka, kau terlihat sangat keren, kau seperti artis yang sangat mahal," jawab Aril.
"Kau terlalu berlebihan," bisi Pamela, langsung berjalan menuju panggung.
Saat Pamela naik di atas panggung menggunakan mantel hangat yang di berikan ibunya, membuat semua orang melongo, mereka orang-orang kalangan atas sangat iri dengan Pamela yang bisa memakai mantel dari desainer X , yang harganya sangat membuat kepala tercengang.
"Apa dia DJ nya?" tanya salah satu pengunjung.
"Sepertinya iya, lihatlah badannya sangat bagus, penampilannya sopan dan ia menggunakan mantel hangat milik rancangan desainer X, itu sangat gila," jawab salah satu pengunjung.
__ADS_1
Pamela mulai menyalakan musik klasik sebagai pembuka, semua orang sangat senang dengan penampilan dari Pamela yang sangat berbeda dari yang lain.
BERSAMBUNG...