Dokter Or Disk Jokey

Dokter Or Disk Jokey
Bergosip


__ADS_3

Cukup lama Pamela menunggu, tetapi Dokter yang sempat datang untuk menyuruh Pamela mendaftarkan diri, tidak muncul lagi, membuat Pemala bertanya kepada perawat yang berjaga.


"Maaf sus, apa disini tidak ada Dokter lain? Sudha 10 menit, adik saya tidak mendapatkan tindakan apapun, dia harus melakukan pemerikasan lab," tanya Pamela.


"Maafkan kami Nona, Dokter yang berjaga hanya satu, jadi harap tenang. Kita gantian," jawab Perawat membuat Pamela mulai marah.


Pamela memperhatikan sekitaran rumah sakit yang menurutnya cukup bagus dengan ukiran dan desain yang klasik, tetapi pelayanannya sangat buruk, membuatnya terus mengumpat.


"Aku rasa salah masuk rumah sakit," gerutu Pamela.


"Kau tidak salah masuk rumah sakit," ucap Dokter.


Pamela menoleh ke arah sumber suara, ia melihat seorang Dokter yang terlihat sangat gagah walah usianya sudah tidak mudah lagi, senyumnya yang manis, membuat Pamela hanya terdiam memperhatikan Dokter itu.


"Siapkan infus Ringer Lactat, ambil darah pasien dan periksa had to to," perintah Dokter Boy.


Pamela hanya terdiam memperhatikan Sojter Biy sedang memeriksa adiknya.


"Apa yang kamu rasakan?" tanya Dokter Boy.


"Aku sering batuk di malam hari, mudah lelah dan mengantuk, aku pikir aku kelelahan tetapi keadaan ini sering terjadi, kadang setiap malam aku sering demam," jawab Citra.


"Baiklah, buka matamu dan mulutmu," ucap Dokter Boy.


Dokter Boy memeriksa citra dengan teliti, ia merasakan ada sesuatu yang aneh terjadi.


"Apakah hasil labnya sudah keluar?" tanya Dokter Boy.


"Sebntar lagi Dok," jawab Perawat yang berjaga.


Hasil lab pun keluar, salah satu petugas lab mengantarkan keruang UGD.


"Hasil labnya sudah keluar Dok," panggil Perawat Weni.


Doktee Boy langsung memeriksa hasilnya, ia langsung berjalan mendekati pasien.


"Hasil lab sudah keluar, pasien Citra hanya kelelahan, mungkin karena tekanan dari luar membuatnya harus begadang dan menyebabkan tekanan darah yang sangat rendah, trombosit menurun dan hemoglobin menurun, ini bisa menyebabkan kerja jantung melemah dan bisa mengalami serangan jantung secara tiba-tiba," jelas Dokter Boy.


"Beristirahatlah, kau butuh asupan nutrisi yang banyak," sambung Dokter Boy.


Pamela langsung menatap ke arah Citra yang terlihat sangat pucat.


"Apa Dokter tidak memeriksa dahaknya, ku dengar dia pun mengalami batuk," tanya Pamela.


"Tidak perlu, batuk itu karena pasien Citra mengalamj kekuarang kadar garam di dalam tubuh sehingga mengakibatkan tekanan darah yang rendah dan mudah mengalami iritasi," jelas Dokter Boy.


"Baiklah Dok, terimakasih," ucap Pamela langsung kembali ke ranjang Citra.

__ADS_1


Pamela menatap Citra yang memejamkan matanya karena ia merasa sangat lelah dan mengantuk.


Kedua orang tua mereka tidak ada yang mengetahui jika Pamela membawa Citra ke rumah sakit, ia terlalu sibuk dengan urusan pekerjaanya.


Di tempat lain.


Sherlin yang sedang kumpul bersama teman-temannya, terlihat sangat bahagia. Ia tertawa ke sana ke mari, sampai akhirnya ada salah satu temannya yang membahas tentang rumor yang sedang beredar.


"Jeng, apa kalian sudah mendengar berita yang lagi hangat?" tanya Jeng Seli.


"Apa itu."


Suara teman yang lainnya terdengar begitu kompak.


Jeng Seli langsung menunjukan vidio dari ponselnya, ia melihat wanita yang mirip seperti Sherlin membuat mereka langsung menatap Sherlin.


"Apa ini anakmu?" tanya Jeng Rita.


Sherlin yang sedang minum langsung menyemburkan minumannya, ia melihat video yang ditunjukan oleh Jeng Seli.


"Mungkin hanya mirip, anakku sedang berada di Nwe York," jawab Sherlim berbohong.


"Syukurlah kalo begitu," ucap Jeng Vita.


"Dia sangat ceroboh, padahal usianya masih sangat muda, aku sangat kasian dengannya. Masih mudah karirnya sudah hancur," ucap Jeng Seli.


"Kau benar sekali, bagaimana perasaan orang tuanya ya?" tanya Jeng vita.


Sherlin merasa kurang nyaman dengan ucapan para temannya, yang tidak mengetahui jika anak yang sedang di bicarakan oleh mereka adalah anak dari temannya sendiri.


Sherlin akhirnya berpamitan, dengan alasan harus memantau anaknya yang kedua, karena sebentar lagi akan ada ujian kelulusan.


"Aku rasa, aku harus pulang. Citra akan menjalani ujian kelulusan jadi aku harus memantaunya," pamit Sherlin.


"Baiklah, semoga hasilnya memuaskan," sahut Jeng seli.


Sherlin hanya tersenyum manis, ia menatap kepergiannya.


"Dia wanita yang sangat beruntung, memilik anak dan suami yang kaya raya, ku dengar suaminya dinobatkan sebagai top brand dunia, karena kualitas di dunia kecantikan sangat lah bagus," ucap Jeng Vita.


"Kehidupan yang sempurna," sahut Jeng Rita.


Mereka menggosipkan Sherlin umyang terlihat sangat sempurna dalam menjalani hidupnya, bisnisnya yang sukses dan suami yang tampan, kaya raya, membuat semua wanita iri dengannya.


Sherlin berjalan dengan cepat, ia masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sherlin langsung menghubungi suaminya melalui terlpon seluler.

__ADS_1


Sherlin: "Hallo Sayang."


Bramasta yang baru saja selesai rapat.


Bramasta: "Ada apa?"


Sherlin: "Aku harap kau harus bertindak, aku tidak mau jika nama Pamela dikenal banyak orang karena rumor yang beredar saat ini, kau harus menghentikan semuanya. Semua temanku mulai bergosip tentangnya."


Bramasta: "Kau tenang saja, akan aku urus semuanya."


Terlpon pun terputus, membuat Sherlin langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Sampailah di mansion, mobil Sherlin masuk ke dalam, melihat di garasi tidak ada mobil milik Pamela, membuat Sherlin langsung keluar dan bertanya kepada penjaga gerbang.


"Pak! Di mana mobil yang satunya?" tanya Sherlin.


"Di pakai Non Pamela pergi bersama Non Citra, Nyonya," jawab Pak awan.


"Kemana mereka perginya?" tanya Sherlin.


"Saya tidak tahu Nyonya, sepertinya Non Pamela terlihat sangat terburu-buru," jawab Pak Awan.


Sherlin langsung menelpon Pamela.


Suara dering ponsel milik Pamela bergetar, membuat Pamela langsung melihat ponselnya.


Pamela: "Hallo, ada apa Mah?"


Sherlin: "Di mana kau pergi? Kenapa membawa Citra?"


Pamela langsung mengatakan jika dirinya di rumah sakit, membuat Sherlin langsung masuk ke dalam mobil dan melaju menyusuli Pamela.


Sampaj di rumah sakit, Sherlin kaget melihat rumah sakit yang sangat kecil dengan bangunan klasik yang sudah tua, membuat Sherlin langsung masuk ke dalam ruang UGD.


Sherlin melihat Pamela yang sedang duduk di samping Citra.


"Bagai mana keadaan Citra?" tanya Sherlin.


Suara itu membuat Pamela langsung menoleh ke arah Sherlin.


"Dia sedang istirahat, kita bicara di luar saja," jawab Pamela mambuat Sherlin langsung mengikuti langkahnya.


"Kenapa kamu membawa Citra tanpa seizin Mama? Dan kamu membawanya ke rumah sakit yang sangat buruk ini! Bagaimana jika pelayananya tidak baik? Apa kau ingin adikmu semakin sakit!" ucap Sherlin yang terkihat emosi.


Dengan santainya Pamela menatap Sherlin, ia sangat mengetahui jika orang tuanya sangat kecewa dengan rumor yang beredar, mereka berfikir keadaan ini bisa menurunkan popularitasnya bisnisnya.


"Aku tahu aku salah, tapi apa Mama sudah mendengar berita yang sudah beredar? Aku membawa Citra kemari karena hanya rumah sakit ini yang jauh dari berita itu, semua pelayanan di dalam rumah sakit itu sama, jadi jangan khawatir," jelas Pamela.

__ADS_1


....


BERSAMBUNG....


__ADS_2