Dokter Or Disk Jokey

Dokter Or Disk Jokey
Kelelahan


__ADS_3

Di dalam ruangan VIP.


Luis terdiam menatap wajah Pamela yang sangat femiliar baginya, ia seperti pernah bertemu dengannya tapi Luis berusaha mengingat-ngingat tetap saja tidak bisa menemukan siapa wanita yang ada di hadapannya.


"Baiklah Tuan, beri saya waktu satu minggu," ucap Pamela.


"Satu minggu, okay sepakat ya," kata Luis, mengulurkan tangannya.


Deal.


Akhirnya kesepakatan Luis dengan Peimel alias Pamela, telah di mulai.


"Kalo boleh tahu, siapa namamu?" tanya Luis.


Pamela kebingungan ditanya namanya, ia langsung teringat, jika nama panggungnya adalah Peimel.


"Namaku Peimel, sebut saja aku dengan sebutan Ana," jawab Peimel.


Luis menganggukan kepalanya, akhirnya Peimel meninggalkan ruangan VIP, dengan buru-buru.


Sepanjang perjalanan menuju ruang istirahat para DJ, Pamela berkali-kali menepuk bibirnya. Membuat Kevin melihatnya bertingkah aneh langsung mendekat.


"Ada apa?" tanya Kevin.


Seketika Pamela sangat kaget dengan suara Kevin.


"Kak Kevin, astaga ... Aku sangat terkejut," jawab Pamela sambil memegang dadanya.


"Apa kau sakit?" tanya Aril.


Pamela menoleh ke arah Aril.


"Iya, aku sakit hati," jawab Pamela.


"Siapa yang menyakitimu? Kurang ajar, beraninya dia menyakiti temanku," tantang Aril.


"Apa kau berani melawannya? Dia berbadan atlit, wajahnya sangar, badannya sangat tinggi dan suka menggunakan celana kolor putih," ucap Pamela.


Aril menunjukan ekspresi yang sangat menakutnya, ia terlihat seolah takut dengan pria yang di ceritakan Pamela.


"Ntar dulu ... bukankah, ciri-ciri pria itu sepertu sunggokong?" tanya Aril.


"Kau ini percaya saja di goda oleh Pamela," jawab Kevin.


Pamela langsung menatap tajam Kevin, ia langsung memberi isyarat untuk tidak keras-keras dalam menyebut nama aslinya.


"Pelankan suaramu, kau ini hampir saja membunuhku," lirih Pamela.

__ADS_1


"Memangnya ada apa?" tanya Kevin.


"Nanti akan aku ceritakan, ayok kita pulang. Ini sudah jam empat pagi," ajak Pamela.


Mereka akhirnya pergi meninggalkan club itu, daei kejauhan Luis memperhatikan Peimel yang mengemudikan mobil yang memiliki BE yang sangat misterius membutanya langsung memanggil Jemi.


"Jenis mobil milik Ana itu apa? Kenapa BE nya sangat unik, apa kau tahu?" tanya Luis.


Jemi langsung memperhatikan mobil yang di kemudi oleb Peimel.


"Sepertinya mobil itu hanya di miliki oleh orang-orang kaya yang saldonya Unlimitied," jawab Jemi.


"Benarkah? Itu artinya aku bisa membuat BE seperti itu?" tanya Luis.


Jemi menganggukan kepalanya, membuat Luis merasa bahwa Peimel bukan sembarang wanita.


Pamela melajukan mobilnya, menuju rumah Nek Marlin. Di dalam perjalanan, ia menatap wajahnya pada cermin yang ada di dalam mobil.


"Ternyata aku terlihat sangat cantik," ucap Pamela.


Pamela langsung mengingat ketika dirinya mengiyakan tawaran dari Luis untuk menjadi pacar ataupun istri palsunya.


"Ais ... brandal itu, astaga ... kenapa aku mengiyakan tawarannya, dasar bodoh! Padahal aku tahu, jika dia itu Luis, cucunya Pimpinan Hanji, dia pria yang aneh dan angkuh, kenapa kau mau menerima tawarannya, aku memang bodoh, benar-benar bodoh," kesal Pamela.


Pamela merasa diikuti oleh salah satu mobil milik ajudannya Luis, ia langsung membelokkan mobilnya di ujung jalan, dekat lampu merah, membuatnya langsung masuk ke dalam komplek sederhana yang tembus mengarah ke rumah Nek Marlin.


Pamela mulai bernapas lega, ia langsung berhenti sejenak, melihat dari jarak jauh mobil yang sempag mengikutinya itu sudah tidak terlihat lagi.


"Aku rasa dia penasaran denganku, inu gawat," ucap Pamela.


Pamela kembali melajukan mobilnya, ia langsung berjalan lurus terus sampai akhirnya menemukan pertigaan dan belok kanan, kemudian ia lurus terus sampai bertemu ruko dan ia langsung masuk ke dalam rumah Nek Marlin.


Pamela langsung mengunci mobilnya dan langsung mengganti BE nya dan warna mobilnya mencari putih polos, mobil yang di gunakan oleh Pamela bukanlah sembarang mobil.


Pamela mendapat hadiah mobil itu dari Kakeknya yang menjadi ilmuan di Belanda. Mobil itu dirancang khusus oleh Almarhum Kakek Pamela untuk mengelabui para penjahat yang berniat jahat.


Ternyata Pamela masih di ikuti oleh ajudan Luis, mereka terlihat melintasi rumah Nek Marlin, tetapi mereka tidak menemukan di mana mobil Peimel dan rumahnya.


"Perasaanku, ia belok di tempat ini? Tapi aku tidak melihat ada mobilnya?" ucap Ajudan.


"Kita harus melapor pada Bos," ucap salah satu Ajudannya yang lain.


Mobil itu langsung melaju pergi meninggalkan lokasi rumah Nek Marlin, tanpa di ketahui oleh Pamela, Pamela langsung menatap cermin, ia langsung membersihkan make-up nya yang cukup cetar, membuat Pamela kesulitan membersihkanya.


Pamela menghabiskan banyak kapas, dan akhirnya wajahnya sudah dibersihkan. Selesai membersihkan diri, Pamela langsung tidur disofa.


Ajudan itu langsung menemui Luis di mansionnya, ia melaporkan semuanya.

__ADS_1


"Bagaimana, apa kalian nemukan rumahnya?" tanya Luis.


"Mobilnya memasuki komplik sederhana yang ada di dekat lampu merah Tuan, tapi ... kami tidak bisa menemukan rumahnya," jawab Ajudan.


"Apa!" seru Luis.


Mereka semua menundukan kepalanya, ketika mendengar suara Luis yang sangat lantang.


"Cepat atau lambat, temuka wanita yang bernama Peimel itu," perintah Luis.


"Baik Tuan," sahut Ajudan, dan mereka langsung meninggalkan ruangan Luis.


Pamela tidur dengan rambut pirangnya, ia lupa membersihkan rambutnya sehingga tidur dalam keadaan yang kece.


Pagi pun datang, membuat Kety berjalan ke dapur, ia melihat di ruang santai ada seseorang dengan rambut pirang berada di balik sofa.


Perlahan-lahap ia mengendap-endap, untuk memastikan siapa rambut pirang itu, saat ia sampai di ujung sofa, ia melihat Pamela yang tidak dengan mulut terbuka.


"Kak Pamela, aku pikir siapa," ucap Kety, kembali ke dapur untuk mengambil air mineral.


Hari ini Kety libur sekolah, tetapi ... ia mengikuti ektrakuliker, ia langsung mandi.


Nek Marlin yang baru bangun pun kaget, dengan rambut pirang yang ada di balik sofa. Nek Marlin mendekatin sofa, ia melihat Pamela tertidur dengan mulut yang terbuka, membuat Nek Marlin langsung kembali ke dapur untuk masak.


"Dia terlihat sangat kelelahan," ucap Nek Marlin.


Nek Marlin sangat tahu, jika Pamela pulang pagi hari, maka dari itu, ia langsung memasakan sup iga kesukaannya.


Kety yang sudah berpenampilan rapi, ia mendekati Nek Marlin yang sedang masak.


"Wangi sekali aroma supnya," ucap Kety.


"Ini makanan yang sangat sehat, Nenek buatkan untukmu dan Pamela, agar kalian terhindar dari pemyakit flu," kata Nek Marlin.


"Nenek bisa buat dimsum gak?" tanya Kety.


"Dimsum? Hem ... Itu daging ayam yang di balut dengan kulit pangsit, itu Nenek bisa dong," jawab Nek Marlin.


"Wah ... benarkah? Ajari aku cara membuatnya Nek," ucap Kety.


"Baiklah, kita akan memasak dimsum saat kau libur," kata Nek Marlin.


Kety terlihat sangat senang sekali, suara keras Kety tidak membangunkan Pamela yang terlihat sangat pulas tidur, bahkan suara musik dangdung tetangganya saja tidak dapat membangunkan Pamela.


Nek Marlin dan Kety saja merasa terganggu, karena suara musik itu sangat keras, seperti orang akan konser, Pamela tetap saja jojong tidur merangkai mimpi yang sangat susah di gapai.


"Ini sangat susah, astaga. Harus bagaimana ini."

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2