Dokter Or Disk Jokey

Dokter Or Disk Jokey
manggung


__ADS_3

Suara khas di dalam diskotik menggema di telinga, semua orang berjoget melepaskan beban hidup yang melekat di dalam otak.


Di dalam diskotik, jika tidak minum minuman alkohol tidak afdol, itulah pemikiran banyak orang, padahal di dalam diskotik juga menyediakan makanan dan minuman yang halal, tetapi mereka yang masuk ke dalam diskotik dan keluar dari diskotik pasti dikatakan orang gak bener tuh, jual diri tuh, dan lain sebagainya.


Tidak semuanya seperti itu, rata-rata mereka yang datang kediskotik adalah orang yang tidak ada teman curhat, keluarga yang tidak bisa mengerti kondisinya, dan masih banyak lagi, problematika yang mereka alami, maka dari itu mereka datang ke diskotik sebagai pilihan terakhir.


Tawa dan teriakan orang-orang yang sudah terpengaruh oleh minuman alkohol semakin menjadi, mereka semua meluapkan dengan beejoget, ngesot, lompat, rebahan dan suka-suka hati dia ajalah, bagaimana mengekspresikan dirinya sendiri.


Pamela sangat nyaman menggunakan mantel hangat itu, ia tidak merasa kedinginan meski berada di dalam ruangan yang ber Ac.


Akhirnya, Pamela selesai manggung. Sudah pukul 3 pagi, Inka langsung pulang menuju rumah Nek Marlin, ia masuk ke dalam menggunakan kunci serep, melihat Nek Marlin dan Kety sudah tertidur pulas.


Pamela langsung membersihkan diri, dan ia memilih untuk istirahat karena ia terasa sangat lelah.


Kevin yang masih berada di dalam diskotik, mencari keberadaan Pamela, tetapi ia tidak menemukannya. Ia bertanya kepada Aril, tetapi Aril dalam kondisi mabuk, ia ditanya apa jawabnya pun gak nyambung, membuaf Kevin tambah kesal.


Kevin langsung keluae gedung, ia bertanya kepada satpam, dan jawabannya sama, Pamela ternyata sudah pergi tanpa pamit.


"Kumat lagi itu anak, pasti dia sudah ngantuk berat," ucap Kevin, ia kembali lagi masuk ke dalam diskotik.


Merapihkan barang, Kevin pun meninggalkan diskotik dengan Aril. Aril berjalan sambil berbicara yang sangat tidak masuk akal, membuatnya Kevin tak memperdulikannya.


....


Pagi itu, sinar mentari yang membuat mata kita menjadi silau, jika menataonya langsung atau terkena pantulan sinarnya. Sama halnya dengan Pamela yang sedang menikmati tidurnya, tiba-tiba Kety membuka jendela kamar, membuat sinar itu masuk dan Pamela merasa sangat silau.


Pamela langsung menarik selimutnya untuk menutupi wajahnya, ia melanjutkan tidurnya dan sengaja menonaktifkan ponselnya, agar tidak ada yang mengganggunya.


Pimpinan Hanji yang memang ada janji dengan Pamela pun sudah bangun, mandi dan sudah rapih.


Pimpinan Hanji memang sangat di siplin dalam mengatur waktu, berbeda dengan anak jaman sekarang yang sangat menyukai hal-hal berbau rebahan dan mager, tapi hayalan ingin menjadi kaya. Itulah aku.


Chef yang memasak khusus untuk Pimpinan Hanji, langsung memasak makanan yang di anjurkan oleh Pamela.


"Kau sudah menghubungi Dokterku?" tanya Pimpinan Hanji.


"Nomornya diluar jangkauan Pak," jawab asisten adit.


"Kemana dia perginya, apa dia menghindar dariku!" seru Pimpinan Hanji yang tidak bisa menunggu, kesabarannya setipis harapan yang tak kunjung usai.

__ADS_1


Pimpinan Hanji, menggebrak meja makannya, ia terlihat sangat kesal dan langsung pergi menuju ruang santai.


Di dalam ruang santai, ia sedang duduk di kursi pijat, kursi ini membuatnya sangat nyaman sehingga membuatnya sedikit mengirangi kekesalannya kepada Pamela.


Pamela yang masih tertidur, ia tidak memperdulikan siapapun yang berusaha membangunkannya, saat Kety sedang membantu Nek Marlin masak, ia bertanya sesuatu.


"Nek! Kak Pamela kenapa belom bangun, aku melihatnya masih tertidur pulas," tanya Kety.


"Dia pasti pulang larut malam, sudah jangan di ganggu, dia sangat lelah. Nenek buatkan sup yang sangat enak, apa kau suka sup," jawab Nek Marlin.


Waktu berjalan cukup cepat, sehingga sudah menunjukan hampir setengah hari, dan Pamela tak kunjung bangun, tiba-tiba ia ingin ke kamar mandi, dengan sayup-sayup. Pamela membuka matanya.


"Jam berapa ini," ucap Pamela.


Pamela pun terbangun dan ia membuka ponselnya, ia langsung mengaktifkan ponselnya. Pesan dan panggilan tak terjawab masuk secara bersamaan, membuat Ponsel Pamela terus bergetar.


Selesai keluar dari kamar mandi, Pamelan langsung memegang ponselnya, saat ia membuka ponsel itu. Pamela sangat terkejut melihat pesan masuk dan panggil tak terjawab yang masuk.


"Ya ampun, ini jam berapa?" tanyab Pamele.


Matanya terbuka lebar, saat melihat jam sudah menunjukan pukul 13.00.


Nenek yang sedang mengajari Kety cara menyulam, ketika mendengar suara teriakan Pamela hanya menghembuskan napas saja, seolah sudah paham dengan apa yang akan di lakukan Pamela jika bangun siang.


Pasti Pamela akan berteriak dan kebingungan, ia pasti mrnghampiri Nek Marlin dan beratanya bagaimana ini, bagaimana ini.


"Nenek kenapa tidak membangunkanku?" tanya Pamela.


"Nenek pikir kamu kecapean, jadi tidak Nenek bangunkan," jawab Nek Marlin.


"Astaga, bagaimana ini. Aku asa janji dengan Pimpinan Hanji," ucap Pamela.


"Apa kau bilang? Pimpinan Hanji? Siapa dia,?" tanya Nek Marlin.


Marlin seperti mengenal nama itu, tetapi ia tidak mau mengingat masa lalu.


"Memangnya Nenenk kenal dia," jawab Pamela.


"Sudah lupakan saja," ucap Nek Marlin.

__ADS_1


"Jangan bingung, sana mandi, makan dan langsung menemui Klienmu," sambungnya.


Pamela langsung membersihkan diri, ia makan dan langsung berangkat menemui Pimpinan Hanji.


Pamela tidak membalas semua pesan masuk, ia langsung memenaskan mobiknya, setelah itu langsung berjalan menuju rumah Pimpinan Hanji.


Saat di dalam perjalanan, ia memikirkan sesuatu bawaan sebagai buah tangan, mengganti kesalahannya karena telatnya sangat jauh.


Pamela terlihat sangat bingung, ketika melihat setiap toko menjual makanan, minuman, pakaian dan masih banyak lagi.


"Aku harus membeli yang mana?" tanya Pamela, berjalan sepanjang toko itu.


Akhirnya diujung jalan, Pamela melihat toko bunga yang sangat luas, ia menjual berbagai macam bunga dari yang biasa, hingga menjual bunga yang ekslusif.


Pamela langsung menghentikan mobilnya, ia kalur dari dalam mobil.


"Ad yang bisa kami bantu Nona?' tanya penjual bunga.


Pamela belom menjawab, ia masih memilih, mana bunga yang bagus.


"Aku bingung harus membeli bunga yang seperti apa, atau mbaknya ada rekomendasi untuk saya, tentang bunga yang paling harum dan elegan," jawab Pamela.


Pelayan bunga itu langsung menunjukan salah satu bunga casablangka yang saat ini sedang menjadi trend dunia, selain harganya yang cukup mahal, bunga casablangka juga memiliki harum yang semerbak, keharumannya mampu menenangkan pikirannya.


"Saya mau bunga ini di rangkai jadi buket," pinta Pamela.


"Baik Nona," jawab pelayan bunga.


Setelah bunga pesanannga jadi, Pamela langsung melakukan transaksi dan pergi meninggalkan toko bunga.


Pamela langsung melajukan mobilnya, hingga sampailah di rumah Pimpinan Hanji, Pamela langsung keluar dari dalam mobil, ia berjalan masuk ke dalam didampingi ajudan yang berjaga di rumah Pimpinan.


"Di mana Pimpinan?" tanya Pamela.


"Pimpinan ada di ruang santai, sepertinya beliau marah dengan anda," jawab Ajudan.


Sampai di ruang santai, Pamela langsung menundukan kepalanya, sebagai rasa hormat kepada pimpinan.


"Maafkan saya Pak, saya tidak tepat waktu," ucap Pamela.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2