
Saat Adil, Pamela dan Kevin masuk ke dalam gudang jagung milik keluarga Adil, Kevin sudah merasakan sesuatu yang aneh.
Kevin merasa ada yang mengintip mereka, saat Adil akan mengatakan yang sebenarnya, Kevin langsung mencegahnya untuk berbicara.
"Aku rasa ada yang mengikuti kita, lebih baik kita pergi dari sini,"ajak Kevin.
"Apa! Kau pikir tempat ini tidak aman? gudang ini milik keluarga besarku, dan selama bertahun-tahun mereka menyimpan hasil panen, aman-aman saja," bela Adil.
Pamela hanya bisa menghembuskan napasnya, ia benar-benar tidak tahu harus berakata apa.
Kevin pun tetap kekeh mengajaknya keluar dari gudang, tegapi Adil menolak. Dan akhinya, sekelompok bandit langsung mengepung mereka, membuat mereka saling pandang satu sama lain.
Kevin yang tidak bisa berkelahi dengan benar, ia langsung mencari sesuatu untuk di pukul ke sekelompok bandit itu.
"Wah, ada mangsa yang datang sendiri masuk ke dalam gudang ini, Ha ... ha ... ha," ucap lantang salah satu bandit itu.
Pamela menatap ada empat bandit yang mulai berjakan mengeliliinginya, mereka berada di tengah-tengah kelompok bandi.
"Lepaskan kami, biarkan kami keluar dari gudang ini," ucap Pamela.
"Wah, kau perempuan lemah, beraninya mengatakan hal itu, kami tidak akan melepaskan kalian, serang!" sahut salah satu bandit dan langsung menyerang mereka bertiga.
Dengan penuh kelihaian, Pamela berkelahi menyerang dua bandit itu, sedangkan Adil berkelahi melawan ketua bandit, dan Kevin kejar-kejaran dengan bandit, mereka mengelilingi gudang itu, hingga membuat bandit yang mengejar Kevin, merasa kelelahan.
Kevin dengan cepat, menampar bandit itu dan menduduki perut si bandit, saat bandit itu bangun, tiba-tiba Kevin merasa mulas dan kentut, kentut itu sangat bau, membuat Kevin sendiri lansung tutuo mulut dan menahan mual.
Bandit itu langsung pingsan, menghembus kentut yang keluar dari lubang milik Kevin.
"Bau banget kentutku, he ... he ... he, maklum udah seminggu aku belom buang ait besar," ucap Kevin tak menyadari jika bandit yang dia duduki pingsan.
Kevin pun merasa mau pingsan mencium kentutnya sendiri, melihat Pamela dan Adil sudah menghabisi 3 bandit itu, mereka memutuskan untuk keluar dari gudang itu.
Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke Gedung Ziny Music.
Pamela dan Adil mengalami luka memar di bagian wajahnya, mereka mengobati lukanya sendiri. Sedangkan Kevin membuka komputernya.
"Kau ingin mengatakan apa?" tanya Kevin kepada Adil.
"Sebelumnya maafkan aku, kalian terluka gara-gara aku, ucap Adil.
"Sudahlah, namanya hari apes tidak ada di kelender," sahut Pamela.
"Apa kau sudah menemukan cela untuk kita masuk ke dalam markas itu?" tanya Pamela.
__ADS_1
Adil langsung menganggukan kepalanya, ia menatap Kevin dan Pamela.
"Di sana kekurangan staf, aku dengan dari salah satu preman yang lewat mini market dekat dengan persimpangan kota B," jawab Adil.
"Staf? Itu artinya mereka mencari karyawan di bagian ketik mengetik, gita maksudnya?" tanya Kevin.
"Kemungkinan, tapi aku belom memastikan," jawab Adil.
Seketika mereka terdiam, Pamela langsung menatap Kevin, membuat Kevin langsung gugup.
"Kenapa menatapku? Aku kan seorang Disk Jokey, mana mungkin akan mendaftar sebagai staf mereka," jawab Kevin.
"Siapa yang menyuruhmu? Aku hanya menatapmu untuk mengatakan, coba kamu buka lowongan secara online, siapa tahu mereka membuat secara terbuka," ucap Pamela.
"Kau benar juga, mari kita lihat," kata Kevin.
Kevin langsung membuka lowongan online secara umum, ia memperhatikan setiap iklan yang di pasang.
.
.
.
.
Rapat yang sangat panjang bagi Luis, dan akhirnya ia berhasil menaklukan Kliennya dengan kepandaian dan kejeniusannya.
"Apa anda akan pulang, Tauan?" tanya Jemi.
"Antar aku kerumah Kakek," jawab Luis.
Jemi langsung melajuka mobilnya, menuju mansion Pimpinan Hanji.
Sampai di rumah Pimpinan Hanji, seperti biasa, Luis ketika masuk ke dalam rumah Kakeknya, langsung di sambut dengan pelayan yang berbaris di depan pintu masuk, seperti menyambut seorang pangeran yang akan memasuki istana.
"Dimana Kakek?" tanya Luis.
"Pimpinan sedanf berada di ruang musik Tuan muda," jawab Pak Adit.
Luis langsung masuk ke dalam ruang music, ia melihat Pimpinan Hanji sedang memainkan musik yang dulu pernah di mainkan oleh orang tua Luis.
Luis mendengarkan alunan musik itu sampai habis, membuat Pimpinan Hanji tidak menyadari jika Luis sedang memperhatikannya.
__ADS_1
Selesai menghabiskan satu lagu, Hanji menoleh ke arah pintu, ia melihat Luis dan tersenyum.
"Sudah lama di situ?" tanya Pimpinan Hanji.
"Apa Kakek merindukan papa sama mama?" tanya Luis, mulai berkatammca-kaca.
Pimpinan Hanji langsung menatap Luis yang wajahnya mulai memerah.
"Kakek hanya mengingat saat ayahmu belajar piano ini, Kakek sangat merindukannya," jawab Pimpinan Hanji.
Luis mencoba menepis rasa rindu kepada orang tuanya, yang telah meninggal dunia karena di tembak oleh seorang mafia kejam. Mafia itu menginginkan Pimpinan Hanji kehilangan harta yang sangat berharga, dan hancur. Tapi dari kejadian 25tahun yang lalu, Pimpinan Hanji menghilang tanpa jejak dan bangkin lagi dengan julukan Mafia klaster.
Mafia yang sangat di takuti oleh banyak orang, kekuatannya mampu menaklukan dunia, dan ia mendidik Luis menjadi pria yang sangat tanggung untuk bisa memberantas kejahatan dan memberi pelajaran kepada mereka yang telah membunuh orang tua Luis.
Dari situlah, Luis menjadi pribadi yang sangat dingin, angkuh, tetapi ia terlihat sangat tampan. Ketampanannya mampu membius kaum hawa, tetapi mereka tidak ada yang berani mendekatinya, karena Luis terkenal pria yang sangat gila. Gila akan pekerjaan dan gila akan kesakitan orang.
Masih di dalam ruang musik, Luis langsung keluar dari ruangan itu dan kembali ke dalam mobilnya.
Mobilnya pun melaju dengan kecepatan tinggi, perasaannya yang kacau membuatnya memilih untuk pulang ke apartemennya.
Luis langsung masuk ke dalam apartemennya, ia langsung terjatuh ke lantai, mendengar musik piano itu seolah membangkitkan kesedihanya yang di alami di masa kecil.
Luis langsung merasa sangat sesak, dan ia terbaring lemah di lantai.
.
.
.
.
Kevin yang masih sibuk mencari iklan lowongan pekerjaan. Mencari terlalu lama akhirnya Kevin menyadari jika ia tidak tahu yayasam apa yang membuka lowongan pekerjaan yang di katakan Adil.
Saat menoleh ke belakang, Kevin melihat Pamela dan Adil tertidur di sofa, karena mereka sangat kelelahan.
Kevin langsung menghembuskan napasnya, ia pun langsung mencari tempat untuk merebahkan tubuhnya.
Mereka akhirnya istirahat karena sangat lelah, malam itu malam yang sangat mengesankan bagi Pamela dan rombongan, mereka dengan penuh keberanian menghajar bandit yang membawa senjata tajam, tetapi mereka mampu mengalahkannya.
Ini mungkin akan menjadi sejarah bagi mereka dan akan membuat mereka menjadi terlatih.
BERSAMBUNG....
__ADS_1