Dokter Or Disk Jokey

Dokter Or Disk Jokey
Pencarian Indentitas.


__ADS_3

Saat ini Citra berada di rumah Nek Marlin, ia sedang berbincang dengan Nek Marlin.


"Nek, bisa ceritakan padaku alasan Kak Pamela di sini?" tanya Citra.


Nek Marlin pun tersenyum menatap Citra, ia akhirnya menceritakan semua kesulitan Pamela sampai akhirnya dia menjadi sukses.


Mendengar semua cerita Nek Marlin, tanpa di sadari Citra meneteskan air matanya, sembari menatap Pamela yang sedang memasak di dapur bersama Kety dan Bagas.


"Jadi Kakak merasakan pahitnya hidup dari dulu, demi hidup mengikuti katahatinya, aku sangat bangga sama Kakak," ucap Citra.


"Kalian semua anak yang baik, kalian harus sukses dan hidup bahagia. Nenek tidak pernah memgajarkan Pamela untuk membenci orang tuanya, karena seburuk apapun mereka, tetaplah orang tua kalian," ucap Naek Marlin.


"Baik Nek, terima kasih atas nasehatnya," ucap Citra.


Citra menoleh ke arah suara yang sangat berisik dari dapur, terdengar suara tawa Pamela dan Kety, membuat Citra merasa penasaran dan langsung menghampiri mereka.


Saat Citra mendekat ke arah mereka, tiba-tiba tak Pamela dengan tidak sengaja menyemburkam tepung kearah Citra. Membuat seluruh tubuh Citra tertimpa teoung.


"Ups," ucap Pamela.


Citra yang merasa ada sesuatu menimpah wajahnya langsung menyentuk wajahnya itu.


"A!" teriak Citra.


Membuat Pamela langsung menjauh dari Citra yang terlihat sangat geram karena ulah Kakaknya. Mereka akhirnya main kejar-kejaran, Citra berusaha mengejar Kakaknya sampai ia kelelahan.


Di sisi lain.

__ADS_1


"Maaf Tuan, saya dengar Dj Peimel sudah kembali lagi. Ku dengar dia sudah mulai aktif manggung lagi," ucap Asisten Jemi.


"Bagus. Kau harus cari tau siapa dia sebenarnya, aku menyimpan curiga antara dia dan Dokter rumah sakit ini," ucap Luis.


"Cari tau dia sampai ke akarnya, malam ini dia ada jadwal manggung dimana?" tanya Luis.


"Malam ini, dia manggung di club milik anda Tuan," jawab Jemi.


"Kabar yang sangat bagus, nanti malam kita kesana," ucap Luis.


Jemi pun menganggukan kepalanya, ia langsung pergi meninggalkan Luis yang masih duduk diruang VIP.


Jemi berjalan keluar dari rumah sakit, dengan langkah yang cepat, membuat Dokter Morgan yang sedari tadi memperhatikannya dari lantai atas, langsung mengikutinya.


"Ternyata dia asistennya pria itu?" gumamnya.


Jemi datang ke gedung Ziny Music sebagai petugas perpajakan, ia masuk ke dalam gedung menemui Kevin, yang kebetulan saat itu memanggilnya karena ada urusan yang cukup penting.


"Permisi," sapa Jemi.


"Oh, Pak Indra! Silahkan masuk," jawab Kevin.


Jemi yang menyamar sebagai Pak Indra pun, tersenyum manis.


Kelicikan Jemi tidak dicurigai oleh Kevin, mereka membahas masalah perpajakan dan masalah Institut Teknologi cukup lama, membuat Kevin ingin buang air besar. Ia mencoba menahannya, tetapi hajatnya tidak bis dikompromikan, akhirnya Kevin pun pamit untuk kekamar mandi sebentar.


Melihat Kevin langsung lari kekamar mandi, saat Jemi membuat komputer milik Kevin, ia mengcopy data milik Peimel, disitulah Jemi melihat ada data milik Pamela. Jemi cukup terkejut dan ia langsung mengcopy semuanya.

__ADS_1


Pintu kamar mandi pun terbuka, Kevin merasa lega sudah membuang hajatnya. Tapi ... perutnya kembali berbunyi, membuatnya langsung masuk ke kamar mandi.


Hampir satu jam Jemi menunggu Kevin yang tak usai bolak-balik kamar mandi, membuatnya langsung pamit undur diri.


"Saya rasa, anda sendang tidak enak badan. Jadi saya undur pamit," pamit Jemi.


"Tapi ... Pak! Bagaimana dengan urusan kita?" tamya Kevin.


"Menunggu anda sembuh terlebih dahulu dan nanti hubungi kembali saya," jawab Jemi.


"Baiklah, aku harus segera ke Dokter," ucap Kevin.


Jemi pun menundukan kepalanya dan pergi meninggalkan Kevin.


"Padahal aku tidak memakan apapun," ucap Kevin.


Kevin baru menyadari, ia meminum jus yang diberikan Pak Indra.


"Atau jangan-jangan aku meminum jus itu," gumam Kevin.


Kevin kembali ke kamar mandi, sampai wajahnya terlihat pucat, ia pun langsung pingkan diruangannya.


Aril yang ingin mengambil buku absen yang sempat tertinggal di ruangan Kevin. Ia masuk ke dalam ruangan Kevin, saat pintu itu terbuka.


"Ya ampun, Pak Kevin!"


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2