Dokter Or Disk Jokey

Dokter Or Disk Jokey
Menemui Pimpinan Hanji


__ADS_3

Ke esokan harinya, Pamela dayang menemui Pimpinan Hanji, ia kebingungan tidak diberi alamat kerumahnya.


"Bagaimana dia ini, menyuruhku datang tapi aku tidak di beri alamat rumahnya, bahkan nomor ponselnya pun aku tidak tahu, memang dia itu pria yang sangat aneh," gerutu Pamela.


Akhirnya pamela menghubungi Kevin, untuk menanyakan kantor Luis, dengan cepat Kevin langsung mengirim alamat kantor Luis melalui pesa singkat.


Pamela langsung mengikuti arahan google maps ini, sampailah di depan gedung mewah yang terbuat dari kaca, mobil Pamela langsung masuk ke dalam.


Dengan mengunakan cenala jens dan baju berwarna kuning, tak lupa, Pamela menggunakan kacamata hitam yang membuat penampilannya sangat memukau, Pamela keluar dari dalam mobil.


Semua orang yang ada di kantor itu, terpukau melihat Pamela berjalan menuju ruang resepsionis untuk menemui Luis.


"Permisi mbak, bisa saya menemui Tuan Luis," tanya Pamela.


"Apa anda sudah buat janji?" tanya kembali petugas resepsionis itu.


Belom sempat menjawab, daei kejauhan suara Luis terdengar, membuat petugas resepsionis itu langsung menunduka kepalanya.


Pamela pun bingung dan langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Ternyata kau," ucap Pamela.


"Ada apa kau kemari?" tanya Luis dengan gagah berani menatap Pamela yang menggunaka kacamata hitam.


"Bagaimana aku bisa menemui Pimpinan Hanji jika kau tidak memberi alamat rumahnya, dan bagaimana bisa aku menghubungimu, nomormu saja aku tidak punya, jadi aku datang kemari," jawab Pamela, membuat resepsionis itu terheran-heran.


Resepsionis itu tidak menyangka, jika ada wanita yang dengan lantang berbicara dengan Luis tanpa rasa takut.


'Dia wanita yang sangat keren, cantik, tinggu dan pemberani,' batin Resepsionis.


Luis langsung menyuruh asistennya untuk mengantarkan Pamela ke rumah Pimpinan Hanji, tetapi Pamela menolak karena Pamela membawa kendaraan sendiri.


"Tidak usah di antar, aku membawa kendaraan sendiri," ucap Pamela.


"Ini perintah! Kau tamu, jadi harus di antar dengan supir kami," tegas Luis.


Mood Pamela langsung berubah sangat buruk, ia terus mengumpat dalam hati, ketika menatap wajah Luis yang menurutnya sangat menyebalkan.


"Ya sudahlah, mana supirnya. Ayok kita berangkat," ujar Pamela berjalan mendekati supir yang sudah siap.


Mobil itu melaju meninggalkan kantor Luis, dan mrninggalkan mobil Pamela yang ada di parkiran.


Tidak obrolan apapun didalam mobil itu, hanya ada suara musik yang menenaminya selama perjalan, tak terasa sampainya ke rumah seperti istana.


'Wah, ini rumah seperti istana, sangat indah dan sangat megah,' batin Pamela.

__ADS_1


Pamela keluar dari mobil, dan ia sangat terkejut saat banyak pelayan yang menyambutnya dengan ramah.


"Astaga, mereka mengagetkanku," ucap Pamela.


"Selamat datang Nona manis."


Sapa para pelayan yang menyambut kedatangannya.


Pamela masuk ke dalam di antar oleh asisten Pimpinan Hanji.


Mereka menelusuri rumah yang sangat megah itu, membuat Pamela menoleh ke arah sekitar dengan rasa kagum. Sampai di salah satu ruangan yang terlihat sangat indah, membuat Pamela terkagum-kagum.


"Apa kau menyukai Dokter Pamela," ucap Pimpinan Hanji.


Suara itu memmbuat Pamela langsung menoleh ke arah sumber suara, Pamela langsung menundukan kepalanya.


"Maaf Pak, saya lancang," ucap Pamela masih menundukan kepalanya.


Pimpinan Hanji tersenyum, ia pun kagum melihat seorang Dokter yang sangat berbakat dan seorang Disk Jokey yang sangat populer, membuatnya sangat senang bisa menemuinya langsung.


"Tidak usah meminta maaf, kau boleh menikmati semua ini sesuka hatimu," kata Pimpinan Hanji.


"Ada apa Pimpinan Hanji ingin menemuiku?" tanya Pamela.


"Aku ingin berbicara denganmu sebagai seorang pasien, apa boleh?" jawab Pimpiman Hanji.


"Aku memang seorang Dokter, tapi aku tidak ada hak untuk melayani pasiennku, karena ijin praktek ku di cabut oleh ketua organisasi, jadi maafkan aku," jelas Pamela.


Pimpinan Hanji menepuk tangannya dua kali, membuat Pamela lebih bingung, tiba-tiba asistennya membawa selembar surat yang berisi surat ijin praktek milik Pamela.


Pimpinan Hanji membuka amlop itu dan menunjukan kepada Pamela.


"Apa ini yang kau cari?" tanya Pamela.


Pamela sangat kaget, melihat surat ijin prakteknya ada di tangan Pimpinan Hanji, membuatnya langsung menatap Pimpinan Hanji.


"Kenapa surat ini ada ditangan Bapak?" tanya Pamela dengan wajah yang serius.


"Surat ini aku kembalikan, asalkan kau mau memeriksa ku," jawab Pimpinan Hanji.


"Memangnya Pak Hanji sakit apa?" tanya Pamela.


"Ikuti aku," ajak Pimpinan Hanji.


Mereka berjalan menuju salah satu ruangan yang cukuo rahasia, membuat Pamela perhalan mengikuti langkah Pimpinan Han yang sangat lambat.

__ADS_1


Sampai di ruangan yang cukup luas, di dalam terdapat beberapa alat medis yang sangat cangih membuat Pamela pun takjub.


Pimpinan Hanji memberi beberapa rekam medik miliknya kepada Pamela.


"Apa ini Pak?" tanya Pamela.


"Bukalah," jawab Pimpinan Hanji.


Pamela membuka rekam medik itu dan membacanya, ia menatap Pimpinan Hanji dan melihat kakinya yang terlihat sangat aneh.


"Aku rasa kau Dokter yang tepat untuk merawatku selama beberapa bulan, tapi ... kau harus menutup rapat semua yamg berkaitan dengan kondisiku," ucap Pimpinan Hanji.


"Kau akan di kejar-kejar wartawan dan lain sebagainya saat mereka tahu kau yang menajdi Dokter pribadiku, ini semua harus di rahasiakan, apa kau bersedia? Tanya Pimpinan Hanji.


Pamela terdiam menatap Pimpinam Hanji dan kembali menatal kakinya, matanya tertuju pada napas yang sangat terasa sangat berat.


"Apa itu menyakitkan?" tanya Pamela.


Pimpinan Hanji tersenyum,


"Aku bernapas menggunakan alat, jantungku pun jantung buatan dan kakiku pernah di pasang pen tetapi gagal dan kini aku harus berjalan dengan alat bantuan, aku memang sudah memiliki Dokter pribadi tetapi, dia meminta asisten untuk menemaninya saat mengoprasi ku," jawab Pimpiman Hanji.


"Kenapa Pak Hanji sangat yakin denganku, say hanya Dokter muda yang di mata masyarakat saya melakukan malpraktik, apa Pak Hanji tidak takut dengaku," ucap Pamela.


"Tidak perlu ku jelaskan, kau harus memperlajari semua yang ada di dalam ruangan ini dan mempelajari tentang penyakit yang aku alami," kata Pimpinan Hanji.


Pamela terlihat ingin menolak, tetapi melihat kondisi Pimpinan Hanji yang sangat memperihatinkan, membuatnya mau menerima tawaran yang diberikan Pimpinan Hanji.


"Baiklah Pak, kapan saya bisa menemui Dokter Anda?" tanya Pamela.


"Kau pelajari semuanya dulu, nanti kau akan menemuinya dan berbincang dengannya," jawab Pimpinan Hanji.


Pamela membaca semua berkas yang di berikan oleh Pimpinan Hanji, dengan cepat Pamela langsung bisa memahami semua yang ada di dalam berkas itu.


Pamela langsung melakukan kepada Pimpinam Hanji tanpa rasa canggung, ia melihat dengan seksama semua hasil yang ia lakukan.


Pamela terlihat sangat srius dengan pekerjaannya, satu pemeriksaannya yang membuatnya berhenti memegang alat USG.


"Ada apa?" tanya Pimpinan Hanji.


"Aku melihat tumpukan sel seperti kanker di usu besar Pak hanji," jawab Pamela dengan nada suara yang lirih.


Senyuman pucat itu tersungging di bibir Pimpina Hanji.


"Kau terlihat sangat detail dalam menjalani pemeriksaan,"Pimpinan Hanji.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2