Dokter Or Disk Jokey

Dokter Or Disk Jokey
Film horor


__ADS_3

Pamela akhirnya memesan ayam goreng panas untuk dirinya, Nenek Marlin pun meninggalkan Pamela seorang diri di ruang santi.


"Nenek mau istirahat ya, udah ngantuk. Kau jangan tidur malam-malam ya," ucap Nek Marlin.


"Iya Nek, Pamela mau makan sambil nonton film horor dulu Nek, nanti baru tidur," kata Pamela.


Nek Marlin pun pergi meninggalkan Pamela.


Tak lama ayam goreng pesanan Pamela pun datang, dengan senang hati Pamela menyambut ayam gorengnya.


Pamela sedang menikmati ayam goreng itu dan tiba-tiba terdengar suara ponselnya berdering.


Pamela: "Hallo."


Luis: "Kakek meminta pernikahan kita dipercepat minggu depan."


Pamela langsung menjatuhkan ayam goreng itu ke meja, ia sangat terkejut dengan apa yang diucapkan Luis. Seketika Pamela bengong, merasa tidak ada jawaban dari Pamela, Luis pun berusaha memanggil namanya.


Luis: "Hey! Apa kau mendengarku?"


Luis: "Kenapa terdiam?"


Luis: "Pamela!?


Mendengar teriakan Luis, Pamela langsung tersadarkan.


Pamela: "Iya, ada apa? Eh maksudnya apa?"


Luis: "Apa kau setengah tidur? Cucilah wajahmu, biar kau mendengar semua ucapanku."


Pamela: "Ya aku mendengar. Hanya saja aku terkejuy dengan ucapanmu."


Pamela: "Apa kau sudah gila. Mempercepat pernikahan ini, aku bahkan belom mengenalkanmu dengan orang tuaku, bagaimana ini?"


Luis: "Besok kita bisa menemuinya, dah simpel kan."


Pamela: "Tak segampang itu ferguso. Orang tuaku sangat sibuk, mereka jarang dirumah, besok aku akan hubungi mereka terlebih dahulu."


Luis: "Baiklah, atur saja gimana baiknya. Aku sudah jangan lelah."


Pamela: "Kau pikir aku tidak lelah? Hah! Kau terlalu lemah, dasar pria lemah!"


Luis yang mendengar ejekan Pamela merasa tidak terima dengannya.

__ADS_1


Luis: "Apa! Kau pikir aku lemah. Awas kau ya tunggu tanggal mainnya."


Pamela: "Bodo amat. Sudah lah, matikan ponselnya, kau ini mengganggu makan malam ku saja. Tukan! Filmnya sudah mulai."


Pamelan langsung mematikan telpon, ia tidak memberi kesempatan Luis untuk berkata apapun.


"Dasar wanita aneh! Awas kau ya," kesal Luis.


Pamela melempar ponselnya ke sembarang tempat. Ia langsung fokus pada film kesukaanya, dengan menggenggam ayam goreng di tangannya.


Saat momen menegangkan pada film itu, seketika Pamela terkejut dengan kemunculan hantu yang suka mendadak.


"Hua!" seru Pemela, reflek melemparkan ayamnya ke lantai.


Saat Pamela menyadari ayamnya jatuh, dengan cepat ia langsung mengambilnya.


"Astaga, belom lima menit," ucap Pamela.


Pamela memegang ayam itu dan langsung memakannya.


"Ini hantu ngagetin aja," ucapnya.


Hampir satu Pamela menonton film horor itu dan sampailah pada endingnya, ternyata ceritanya pun sangat menyentuh hati, membuat Pamela pun menangis.


Loh. Seseorang?


Siapa dia?


"Filmnya ternyata sedih banget," ucap Pamela.


Merasa ada yang aneh, Pamela baru menyadari jika sedari tadi dirinya nonton sendirian.


Wajahnya yang sedih, seketika langsung menangis.


"Siapa kamu? Apa kamu hantu yang ada di dalam televisi itu keluar menemuiku?" tanyanya.


Tiba-tiba seseorang yang di peluk Pamela itu melepaskan pelukannya dan menatap Pamela.


Pamela yang tak berani menatap, ia memejamkan matanya sambil menangis ketakutan.


"Buka matamu! Aku bukan hantu, aku inu Nenekmu!" perintah Nek Marlin.


Pamela langsung berhenti menangis, ia membuka satu matanya, untuk memastikan jika seseorang di depannya adalah Neneknya.

__ADS_1


Saat satu mata itu terbuka, Pamela terkejut dengan rambut yang terurai seperti hantu ditambah lampung ruangan gelap. Membuat Nek Marlin seperti hantu sungguhan.


Pamela kembali memejamkan matanya, ia langsung menangis ditempat.


"Kamu bukan Nenekku, kamu hantu," ucap Pamela.


Nek Marlin yang dianggap oleh Pamela hantu sungguhan merasa kesal. Ia langsung memegang wajah Pamela.


"Kau tengok aku, aku ini Nenek mu, buka matamu lebar-lebar," kesal Nek Marlin.


Pamela perlahan membuka matanya, ia kaget melihat rambut Nek Marlin seperti tersengat listrik, membuat Pamela langsung menangis.


"Ampun, jangan hantui aku. Aku cuman nonton film kamu aja," ucap Pamela.


"Aku rasa anak ini mulai gila," kesal Nek Marlin.


Nek Marlin yang mulai frustasi langsung menghidupkan lamu ruang keluarga.


"Kau tengok aku, aku ini Nenek mu Pamela!" seru Nek Marlin.


Merasa ada penerangan, Pamela langsung membuka matanya.


"Nenek," ucap Pamela.


"Besok lagi jangan kau nonton film horor sendirian ya, apalagi ruangan ini lampunya mati," pesan Nek Marlin.


Pamela hanya bisa menganggukan kepalanya.


"Ya sudah, Nenek kembali tidur," ucap Nek Marlin.


Pamela langsung merasa sangat lega, ia pikir wanita tadi adalah hantu, ternyata dia Nek Marlin.


"Ya gimana aku gak takut, tampilan Nenek seprti hantuk, abis itu aku pula yang dimarahi oleh Nenek," gerutu Pamela dengan nada suara yang sangat lirih.


Akhirnya Pamela memutuskan untuk tidur dikamarnya. Ia tidak memperdulikan ponsel dan bekas ayam yang dia makan. Ia takut hantu itu sungguhan datang menemuinya.


Malam pum berlalu, Pamela dengan cepat langsung memejamkan matanya. Berbeda dengan Luis yang terus menatap langit-langit atas kamarnya sambil tersenyum.


"Dasar wanita aneh. Dia sangat unik dan menyebalkan," ucap Luis.


'Astaga, aku ini sedang berbicara apa? Mana mungkin aku menyukainya, itu tidak mungkin. Tidak!" batin Luis.


Luis berusaha memejamkan matanya, sampai akhirnya ia terlelap dalam keheningan malam yang sangat syahdu membawa mimpi.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2