Dokter Or Disk Jokey

Dokter Or Disk Jokey
Kelakuan Kakak beradik


__ADS_3

Pamela keluar dari dalam mobil, saat ia menutup pintu mobilnya. Ada yang memanggil namanya. Membuat Pamela langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Kakak!" panggil Citra.


"Citra!" ucap Pamela.


Citra langsung mendekat, dan memeluk Pamela.


"Aku rindu, Kakak kemana saja?" tanya Citra.


"Kakak sekarang bekerja di rumah sakit, jadi jadwal Kakak sangat sibuk. Maaf Kakak belom bisa mengunjungimu," jawab Pamela


"Bagaimana kabarmu, kenapa kau terlihat sangat kurus? Apa kau sakit," tanya Pamela, menatap Citra.


"Aku sekarang giat belajar, aku ingin seperti Kakak, jadi aku begadang," jawab Citra.


"Apa kamu sudah makan?" tanya Pamela.


Citra menggelengkan kepalanya, Citra langsung melambaikan tangannya kepad teman-temannya dan pergi bersama Kakaknya untuk makan siang.


Teman Citra langsung menatap iri kepadanya, yang ternyata seorang DJ kondang bernama Peimel adalah Kakak dari Citra.


"Wah dia sangat beruntung mendapatkan seorang Kakak yang sangat keren."


"Aku jadi iri dengannya."


"Sudah jangan bergosip, ayok kita segera ke bioskop, nanti kitq tidak mendapatkan kursi," ajak Iqbal.


Mereka akhirnya pergi meninggalkan gedung Ziny Music.


Di dalam perjalanan.


"Kak, tumben Ayah menanyakanmu," kata Citra.


"Benarkah? Dia bertanya apa?" tanya Pamela.


"Bagaimana kondisi Kakakmu, kenapa dia tidak beekunjung kemari?" ucap Citra.


"Lalu kau jawab apa?" tanya Pamela.


"Aku hanya mengatakan, jika Kakak sekarang sudah terkenal dan sangat sibuk," jawab Citra.


"Kau ini bisa saja," ucap Pamela.


"Loh, memang benar. Kakak jangan ngilang lagi, ayolah pulang kerumah, aku rasa Ayah dan Ibu sudah bisa menerima Kakak lagi," ucap Citra.


Pamela menatap Citra yang merengek untuk memintanya kembali seperti dulu, tinggal dirumah.


"Nanti akan Kakak pikirkan. Apa kau tahu, diluar sana Kakak juga memiliki keluarga kecil," ucap Pamela.


"Apa? Keluarga kecil? Apa Kakak sudah menikah?" tanya Citra, yang terlihat sangat terkejut dengan ucapan Pamela.


"Pelankan suaramu, kita sudah sampai resto," jawab Pamela.


Citra langsung menutup mulutnya, dan langsung mendekatkan wajahnya ke arah Pamela.


"Apa Kakak serius sudab berkeluarga?" tanya lirih Citra.


Pamela seketika tertawa kecil saat melihat ekpresi sang adik.


"Mana mungkin aku sudah menikah, bukan itu maksud Kakak," jawab Pamela.


"Lalu," tanya Citra.


"Lalu kita pesan makanan dulu, nanti akan Kakak tunjukan langsung ya," jawab Pamela.

__ADS_1


"Ais ... jangan membuatku semakin penasaran," kesal Citra.


"Tahan dulu, kita isi amunisi dulu," ucap Pamela, membuat Citra pun keluar dari mobil.


Mereka masuk ke dalam resto dan memesan banyak makanan.


"Apa Kakak yakin akan habis, memesan sebanyak itu?" tanya Citra.


Seketika Pamela menatap Citra.


"Tentu, apa kau tahu? Hampir 10 hari, Kakak berada di dalam rumah sakit, Kakak tidak bisa memakan enak, hanya makan mie dan nasi padang saja, membuat Kakak bosan," jawab Pamela.


"Baiklah, kita makan apa yang Kakak mau," ucap Citra.


"Apa kau yang ingin meneraktir Kakak?" tanya Pamela.


Citra langsung senyum pepsodent.


"Kan Kakak yang memiliki banyak uanga, jadi Kakak yang mentraktirku," jawab Citra.


Akhiirnya makanan pun datang, membuat Pamela dan Citra langsung melahap seperti orang yang kelaparan.


Semua makanan hampir masuk mulut Pamela dan Citra, mereka makan seperti lomba.


Terlihat mereka berdua kepedesan dan mengeluarkan banyak keringat di keningnya, tetapi tidak menghentikan mereka untuk makan pedas.


"Astaga ini pedas sekali," ucap Citra langsung minum air dingin.


"Kau harus mencoba yang satu ini, astaga ini sangat enak," ucap Pamela.


Mereka sangat menikmati makanan yang dimakan, sampai akhirnya semua makanan yang di pesan langsung habis, tanpa sisa sedikitpun.


Pamela dan Citra langsung menyenderkan tubuhnya di kursi, karena merasa sangat kenyang.


"Nikmatnya makan," ucap Citra.


"Makanan di rumah membuatku bosan Kak, jadi aku makan hanya sedikit," jawab Citra.


Mereka terdiam cukup lama, sampai akhirnya suara sendawa itu keluar dengan lantang, membuat Citra langsung terkejut.


"Astaga Kakak, suara sendawa membuatku kaget," ucap Citra.


Sebagian orang yang duduk dekat mereka pun langsung menoleh ke arah Pamela dan Citra.


Pamela yang merasa di perhatikan banyak orang, karena tingkahnya. Membuatnya langsung duduk tegak.


"Ayok kita pergi," ajak Pamela.


"Nanti Kak, aku tidak sanggup berdiri," ucap Citra.


"Ayolah," ajak Pamela langsung menarik Citra.


Mereka pergi meninggalkan resto itu, setelah membayar semua makanan yang di pesan. Pamela dan Citra langsung masuk ke dalam mobil.


"Perempuan yang unik."


Ucapan salah satu pengunjung resto yang duduk di dekat Pamela.


Saat Pamela sudah di dalam mobil, Citra pun menatap Pamela dengan heran.


"Kenapa Kakak langsung pergi begitu saja, aku hampir saja mau muntah, karena Kakak menarik ku," tanya Citra.


"Apa kau tidak tahu, sebagian orang memperhatikan kita, jadi Kakak ngerasa gak nyaman," jawab Pamela.


"Ya Kakak sih, sendawa di sembarang tempat," ucap Citra.

__ADS_1


"Mau gimana lagi, sudah gak bisa di tahan, ya ku keluarkan saja," ketus Pamela.


Di dalam rumah sakit.


Dokter Morgan menggantikan Dokter Pamela memeriksa Pimpinan Hanji.


"Kau! Di mana Dokter Pamela?" tanya Pimpinan Hanji.


"Mohon maaf Pak, Dokter Pamela sudah mengambil cuti, jadi saya yang menggantikan beliau," jawab Dokter Morgan.


"Bagaimana bisa, seorang Dokter meninggalkan pasiennya begitu saja," kesal Pimpinan Hanji.


Tak lama Dokter Boy datang, masuk ke dalam ruangan VIP.


"Aku Dokter yang bertanggung jawab atas kesembuhanmu Pak," ucap Dokter Boy.


"Mereka ini bergantian memeriksa pasien VIP, saat sedang berjaga Pak," sambungnya.


"Kalian ini, membuat moodku rusak, aku maunya Dokter Pamela. Titik," ucap Pimpinan.


Dokter Boy dan Dokter Morgan saling bertatapan, ia tidak bila mengelak apa yang diucapkan Pimpinan.


"Baiklah, nanti saya akan hubungi Dokter Pamela, tapi anda harus bersedia diperiksa oleh Dokter yang berjaga, apa anda setuju," ucap Dokter Boy.


Pimpinan Hanji menatap Dokter Boy, dengan tatapan yang kesal.


"Baiklah, atur saja sesukamu," kesal Pimpinan Hanji.


"Terima kasih atas pengertiannya Pak, kami pamit dulu," pamit Dokter Boy.


Dokter Boy dan Dokter Morgan keluar dari ruang ViP.


Di tempat lain.


Mobil Pamela sudah terparkir di depan rumah Nek Marlin.


"Ini rumah siapa Kak?" tanya Citra.


"Ini rumah kelharga Kakak yang baru," jawab Pamela.


"Jadi makanan sebanyak ini untuk mereka, Kak?" tanya Cita.


"Nanti Kakak ceritakan di dalam," jawb Pamela.


Pamela keluar dari dalam mobil, diikuti Citra yang membawa banyak makanan.


Mereka berdua masuk ke dalam ruang kecil yang sangat minimalis, terlihat foto wisuda Kak Pamela dengan seorang wanita lansia.


'Siapa wanita tua itu?' gumam Citra menatap foto itu.


"Nek! Aku pulang!" panggil Pamela.


"Iya cung!, ayok kalian sambut Kak Pamela sudah datang," ucap Nek Marlin.


Nek Marlin keluar dari dalam rumah, ia melihat Pamela datang bersama seorang wanita remaja yang sangat cantik.


"Cung, kamu sama siapa?" tanya Nek Marlin.


"Aku dateng sama adikku Nek, dia namanya Citra. Di mana Kety dan Bagas?" jawab Pamela.


"Mereka sedang menggambar," ucap Nek Marlin.


"Hai Nek, kenalkan aku Citra," sapa Citra.


"Kau pasti bingung kenapa Kakakmu bisa bersamaku kan?" tanya Nek Marlin.

__ADS_1


Citra langsung menganggukan kepalanya, Nek Marlin pandai menebal dirinya.


BERSAMBUNG ....


__ADS_2