
Pamela yang sudah menenagkan Kety, membyatnya langsung masuk dan belajar untuk persiapan besok.
Pamela langsung menghubungi Kevin,.
Kevin: "Ada apa?"
Pamela: " Apa kau tahu kasus perdagangan anak?"
Kevin: " Tunggu."
Kevin langsung mencari melalui internet, ia melihat ada satu mafia besar yang saat ini sedang memegang kedudukan tertinggi sebagai perdagangan anak terbesar di dunia. Hal ini membuat Kevin langsung meminta Pamela untuk menemuinya besok.
Sambungan telpon terputus, Pamela langsung meletakan ponselnya, ia langsung memeriksa file yang dikirim Kevin.
'Jika perdagangan anak adalah mafia juga, apa aku bisa memanfaatkan Pimpinan Hanji untuk membantuku memberantas mafia itu,' gumam Pamela.
Malam yang panjang, Pamela dan semua orang telah mengistirahatkan tubuhnya di balik gelapnya kehidupan yang selalu menyelimuti pandangan, mereka semua tertati berlarian untuk mendapatkan cahaya.
Dimana cahaya itu berada? Cahaya itu hanya ada pada diri sendiri, buatlah dirimu sebagai penerang dari kegelapan.
Suara kokokan ayam masih terdengar, ayam tetangga maksudnya he he he.
Pamela terbangun karena suara alarmnya, ia melirik di sampingnya tidak ada Kety, ia langsung bangun mencari keberadaan Kety.
Saat Pamela terbangun, Pamela melihat Kety yang tertidur di atas tumpukan buka.
"Ternyata dia begadang, dan tertidur di sini," ucap Pamela.
Pamela terbangun dan keluar dari kamarnya, ia melihat Nek marlin sudah menyiapkan masakan yang sangat lezat. Aroma itu terciuma oleh hidup Pamela, membuatnya langsung menghampirinya.
"Masakan Nenek sangat harum, membuatku lapar," ucap Pamela.
"Kau sudah bekerja keras, jadi Nenek buatkan sup iga kesukaanmu," kata Nenek.
Pamela tersenyum, merangkul Nek Marlin dari belakang.
"Aku sayang Nenek, jangan pernah meninggalkanku," ucap Pamela.
"Kamu ini bicara apa, mana mungkin Nenek meninggalkan cucu Nenek yang sangat baik hati ini," kesal Nek Marlin.
"Janji ya Nek, pokoknya aku sayang Nenek," ucap Pamela.
"Pamela!" panggil Nek Marlin.
"Iya Nek, ada apa?" tanya Pamela.
"Apa kau sudah mempunyai kekasih?" tanya Nek Marlin.
Seketika Pamela langsung terdiam, ia tidak mengatakan apapun.
"Kenapa diam," tanya Nek Marlin.
"Oh, masalah itu ... aku belom memikirkannya Nek, hari-hariku sangat sibuk, sehingga aku lupa untuk memikirkan seorang kekasih," jawab Pamela.
Pamela bersiap untuk menemui Kevin, setelah itu dia ada janji dengan Dokter Zen mengenai kondisi Pimpinan Hanji.
Hari-hari Pamela sangat sibuk, ia harus membagi antara keluarga dan pekerjaan. Apalagi pekerjaan yang sebagai seorang Disk Jokey dan sebagai seorang Dokter, membuat Pamela sangat kesulitan membagi waktu..
Setelah makan, Pamela langsung pamit kepada Nek Marlin.
"Nek, nanti katakan pada Kety, jam 13.00 siang aku akan menyemputnya," pesan Pamela.
"Baiklah, hati-hati di jalan," ucap Nek Marlin.
Pamela langsung melajukan mobilnya, ia menemui Kevin, tak lupa membawa kue kesukaan Kevin.
Melihat Kevin yang sangat fokus terhadap komouternya, ia tak menyadari jika Pamela sudah ada di ruangannya.
__ADS_1
Pamela memandangi Kevin yang tidak menoleh ke arahnya, membuat Pamela memilih untuk duduk di sofa.
Saat Kevin menyadari aroma butter pada roti yang di bawa Pamela, ia pun mencari sumber wangi itu. Saat matanya menatapp sofa, ia terkejut melihat Pamela yang sedang sibuk memainkan Ponselnya.
"Pamela!" panggil Kevin.
Pamela hanya merilik Kevin dan kembali memainkan ponselnya.
"Dari kapan kamu duduk di situ?" tanya Kevin.
Kevin langsung mendekati Pamela.
"Wangi sekali aroma butter kue ini, apa ini untukku?" tanya Kevin langsung memakan kue yang sangat dia sukai.
Pamela menatap Kevin yang langsung melahap kue itu dengan satu potongan.
"Bagaimana? Apa kau sudah melakukan sesuatu?" tanya Pamela.
Kevin langsung menoleh ke arah Pamela dengan mengunyah roti yang ada di dalam mulutnya.
Kevin menganggukan kepalanya, ia memberi isyarat untuk menunggu karena ia sedang mengunyah makanan.
"Jika memang Pimpinan Hanji itu adalah mafia yang sangat di takuti, artinya mafia perdagangan anak itu di bawah kendali Pimpinan Hanji dong, itu artinya aku akan meminta bantuan kepada beliau mengenai kasus perdagangan anak ini," ucap Pamela.
Akhirnya Kevin berhasil menelan roti yang barusan dia makan, ia langsung bertanya kembali kepada Pamela.
"Apa yang barusan kau katakan? Aku tidak terlalu mendengarnya?" tanya Kevin.
Pamela menatap Kevin dengan tatapan kesal, membuat Kevin langsung berfikir keras.
"Oh ya, aku tahu. Kau bertanya tentang mafia kelas kakap itu dengan mafia perdagangan anak kan?" ucap Kevin.
"Pikiranmu hanya makan saja," ucap Pamela.
Kevin langsung menunjukan kepada Pamela lokasi tempat perdagangan anak itu, ia berada cukup jauh dari kota ini, pusatnya pun dekat dengan kota B.
"Kau tahu kota B? Kota itu dekat dengan markas mereka," ucap Kevin.
"Benarkah?" tanya Pamela.
Kevin menganggukan kepalanya, ia langsung menunjukan gedug tempat mafia itu menyekap anaka-anak yang mereka culik secara diam-diam.
"Gedung itu sepertinya tidak asing lagi bagiku? Tapi bekas apa ya?" tanya Pamela sambil berfikir keras.
"Itu bekas pabrik gandum, sekarang pabrik itu tidak beroprasi lagi, karena mengalami kebangkrutan," jelas Kevin.
"Kau benar, aku dulu pernah kesana bersama temanku," ucap Pamela.
"Siapa temanmu?" tanya Kevin.
"Dia bernama Adil, dia juga seorang Dokter, sepertinya sekarang tidak tinggal di sana lagi, karena dia mau ke luar negri untuk lanjut kuliah lagi," jawab Pamela.
"Hubungi dia, tanyakan posisinya sekarang juga, jika dia sudah berangkat, besok kita harus ke sana," pinta Kevin.
Pamela langsung mengambil ponselnya, ia langsung menghubungi Adil.
Suara ponsel berdering.
Adil: "Ada apa Pamel?"
Pamela: "Kau di mana? Boleh aku bertanya?"
Adil: "Aku ada di rumah? Boleh saya, tanya apa?"
Pamela: "Apa kau tahu tentang gedung bekas pabrik gandum di kota B?"
Adil: "Aku tahu, bukankah pabrik itu sudah lama tidak beroprasi ya?"
__ADS_1
Pamela: "Boleh aku meminta bantuanmu?"
Adil dengan rasa penasarannya, langsung menerima permintaan Pamela, mereka tidak ingin membicarakan di telepon, akhirnya Adil menemui Pamela di gedung Ziny Music.
Menunggu Adil yang perjalanannya cukup jauh, hampir dua jam, Pamela pun pamit sebentar untuk mengantar Kety tes masuk ke sekolab barunya.
"Aku pulang dulu kak, nanti aku kembali. Kety harus tes masuk sekolahan yang baru," ucap Pamela.
"Baiklah, kau harus hati-hati di jalan," ucap Kevin.
Pamela langsung kelaur gedung Ziny Music, ia melajukan mobilnya menjemput Kety. Kety langsung sudah di siap, ia pun menunggu Pamela.
Dari kejauhan, mobil Pamela pun mulai terlihat, membuat Kety langsung berdiri dengan senyuman. Pamela keluar dari dalam mobilnya.
"Sudah siap?" tanya Pamela.
"Siap Kak!" jawab Kety.
Pamela bersama Kety masuk ke dalam mobil, mereka berjalan menuju Yayasan Dream School.
Di dalam perjalanan, Pamela melirik Kety yang sedari tadi tersenyum bahagia, membuat Pamela pun ikut tersenyum.
Mobil mewah Pamela masuk ke dalam area parkiran Yayasan Dream School, mereka akhirnya keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam gedung.
Ketika Kety masuk, ia langsung di sambut oleh Bu Susi yang sudah menunggunya.
"Kety kamu masuk ke dalam ruang X, nanti ada beberapa anak juga yang akan mengikuti tes sama sepertimu," ucap Bu Susi.
"Baiklah Bu, terima kasih," ucap Bu Susi.
Kety pun masuk ke dalam, ia melihat ada beberapa teman yang usianya sama seperti dirinya, mereka saling sapa satu sama lain. Membuat Kety merasa sangat senang, akhirnya ia memiliki teman baru.
Pamela yang masih menunggu di luar ruangan X bersama Bu Susi.
"Bu, saya titip adik saya ya, kira-kira jam berapa tesnya selesai?" tanya Pamela.
"Sekitar jam 17.00 sore Kak," jawab Bu Susi.
"Baiklah, saya tinggal dulu. Nanti hubungi saya ya," pamit Pamela.
Pamela langsung pergi meninggalkan Bu Susi, ia langsung menuju mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang. Pamela langsung menuju gedung Ziny Music.
Saat mobilnya terparkir, ia melihat Adil pun baru saja sampai di gedung Ziny Music.
"Adil!" panggil Pamela.
Adil menoleh ke arah sumber suara.
"Pamela, ada apa?" tanya Adil.
"Kita masuk ke dalam," jawab Pamela.
Pamela masuk bersama Adil, mereka berjalan menuju ruangan Kevin.
"Duduklah," ucap Pamela.
"Hay, aku Kevin," sapa Kevin.
"Aku adil, teman Pamela," ujar Adil.
"Kalian bertanya tentang pabrik itu, memangnya ada apa?" tanya Adil.
Pamela dan Kevin saling menatap satu sama lain, mereka ingin mengatakan sesuatu, tetapi seperti berat untuk menjelaskan semuanya. akhinya Kevib pun menjelaskan.
"Kami saat ini tengah menyelidiki korban perdagangan anak yang mulai merajalela di setiap kota, kami mencurigai pabrik bekas gantum itu sebagai markas untuk mengumpulkan setiap anak yang mereka culik untuk di jual organnya ke luar negri, berhubung rumah kamu searah dengan pabrik itu, kami ingin meminta bantuan darimu, apa kau bersedia?" jawab Kevin.
Adil mencerna setiap ucapan yang dikatakan Kevin.
__ADS_1
"Aku tidak ...."
BERSAMBUNG....