
Malam itu, Pamela tertidur didalam kamarnya. Ia berjalan tanpa disadari, Pamela terus berjalan menuju ranjang Luis. Kejadian itu bukanlah disengaja, tetapi Pamela memiliki kebiasaan berjalan diwaktu tidur pada malam hari.
Dengan mata terpejam, Pamela memeluk Luis bagaikan ia memeluk guling yang ada di ataa ranjang.
Luis yang tidak menyadari jika Pamela memeluknya pun masih terdiam. Bahkan ia menikmati pelukan itu.
Mereka tidur berpelukan tanpa ada yang saling menyadari satu sama lain.
Pagi pun tiba.
Pamela mulai membuka matanya perlahan, ia merasa dadanya sangat sesak, membuatnya langsung membuka matanya dengan lebar.
Pamela merasa terkejut, melihat dirinya dipeluk erat oleh Luis.
"Bagaimana bisa aku ada di ranjangnya?" tanyaku dengan panik.
Pamela berusaha melepaskan pelukan itu, tetapi dekalan Luis sangat erat, membuat dirinya taj bisa bergerak sama sekali.
Pamela berusaha cara melepaskan pelukan itu tetapi tetap tidak bisa lepas. Akhirnya ia menggigit bahu Luis, membuat Luis merasa terkejut.
Luis pun terbangun, ia sangat kaget melihat Pamela berada dihadapannya, dengan reflek ia langsung menghempaskan Pamela hingga terpental menjauh dari ranjangnya.
"Auh, sakit sekali bokongku," ucap Pamela.
Luis yang masih terkejutpun langsung menutup dadanya dengan tangannya.
"Beraninya kau tidur diranjangku! Apa kau sengaja ingin memperkosaku?" tanya Luis dengan raut wajah yang sangat kesal.
"Mana mungkin aku berniat memperkosamu, aku bahkan bingung, kenapa aku berada di ranjangmu dan kita bisa berpelukan," jawab Pamela.
Luis merasa tidak percaya dengan ucapan Pamela, ia masih bersih kukuh, jika Pamela lah yang memang sengaja tidur diranjangnya.
"Percayalah, aku bahkan tidak sedikitpun berniat yang aneh-aneh. Aku tidak menyadari jika aku bisa pindah di ranjangmu, percayalah," ucap Pamela.
Pamela berusaha menjelaskan semuanya dengan jujur, tetapi Luis masih tidak mempercayainya. Akhirnya membuat Pamela pun menyerah.
"Terserah kau saja, aku sudah lelah," ucap Pamela, ia berusaha berjalan menuju kamarnya. Tetapi langkahnya ditahan oleh Luis.
"Urusan kita belom selesai," kata Luis.
Dengan malas Pamela menatap Luis. "Urusan apa lagi?" tanyaku.
__ADS_1
"Masalah kau menyelinap tidur diranjangku," jawab Luis.
"Harus berapa kali aku mengatakan, jika aku pun tidak tahu, kenapa aku bisa tidur disampingmu," jelas Pamela.
Merasa kesal dengan Luis, akhirnya Pamela kelepasan. "Aku memang tertarik dengan tubuhmu, jadi aku ingin memelukmu. Apa kau puas?"
Luis menatap Pamela, membuat Pamela langsung menutup mulutnya.
'Astaga, kenapa dengan mulut ini? Bagaimana bisa aku mengatakan omong kosong ini, hilang sudah harga diriku di depannya,' gumam Pamela.
"Oh, jadi kau menginginkan malam pertama denganku?" tanya Luis.
"Tidak sama sekali," jawab Pamela, ia mulai panik dengan tingkah Luis yang mulai mendekatinya.
"Lalu, apa yang barusan kau katakan itu ilusi atau kebohongan?" tanya Luis.
Langkah itu semakin mendekat, membuat Pamela terbaring diatas ranjang milik Luis. Jantungnya berdetak sangat kencang, membuat Pamela tak mampu bergerak.
"Kau ingin aku melakukanya sekarang?" goda Luis.
"Hentikan ucapanmu, kau salah besar. Aku tidak ingin melakukan apapun terhadapmu," jelas Pamela.
Pamela semakin kesal dengan Luis, yang mengatakan dirinya munafik.
"Hilang sudah kesabaranku!" seru Pamela.
Pamela berusaha mendorong Luis, dengan sekuat tenaga. Agar Luis menjauh dari dirinya.
Dorongan itu sangat kuat, sehingga membuat Luis menjauh dari Pamela. Pamela tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
Pamela langsung berlari menuju kamarnya, tanpa mencuci muka ia mengemasi beberapa makeupnya kedalam tas, dan langsung keluar dari kamar Luis.
Tanpa mengatakan apapun, Pamela berjalan meninggalkan Luis yang masih terdiam diatas ranjang.
Pamela terus berjalan sampai ia keluar dari gerbang utama.
"Mau kenapa Non?" tanya Penjaga.
"Saya mau kerumah sakit, ada pasien yang membutuhkan pertolongan saya," jawab Pamela, ia berbohong agar tidak ditanya-tanya lagi.
"Kenapa tidak diantar oleh supir saja Non, dari pada naik taksi?" tanya Penjaga.
__ADS_1
"Tidak usah Pak, terima kasih," jawab Pamela.
Pamela langsung masuk ke dalam taksi online yang kebetulan sudah datang menjemputnya.
Pamela menuju gedung Ziny Music.
Pamela langsung masuk kedalam, ia berjalan menuju lantai dua, untuk menemui Kevin. Saat Pamela membuka pintu ruangan Kevin, ia melihat Kevin dan Aril sedang tertidur dengan pulas, diatas sofa.
"Astaga, kalian belom pada bangun!"
"Bangun!"
"Banngun!"
Kevin terbangun dari tidurnya, ia samar-samar mendengar suara Pamela. Saat matanya terbuka, Ia terkejut melihat Pamela dengan muka bantalnya, berdiri tepat dihadapannya.
"Apa kau Pamela?" tanya Kevin.
"Aku bukan Pamela, aku adalah monster air," jawab Pamela.
Kevin sangat terkejut melihat wanita dihadapannya adalah monster air. Ia langsung terbangun dan bersujud dihadapan mosnter air.
Pamela yang melihat tingkah Kevin yang sangat aneh pun, hanya bisa menggelengkan kelalanya.
"Kau pasti mabuk kan, lihatlah matanya sangat merah," ucap Pamela.
Kevin yang memang masih belom sepenuhnya tersadarkanpun, sangat ketakutan sekali melihat Monster air sungguhan.
"Ampun, saya mohon, ampuni aku jangan makan aku," rengek Kevin.
Pemela semakin heran dengan Kevin yang semakin gila menurutnya.
Pamela langsung meraih air mineral di dalam kulkas, ia langsung menyiramnya kewajah Kevin.
Kevin merasa kedinginan, membuatnya langsungnya langsung terduduk, Kevin terdiam sejenak. Ia memperhatikan sekitar ruangannya.
"Pamela!" panggil Kevin..
"Kau sudah sadar?" tanya Pamela.
Bersambung...
__ADS_1