
Pagi pun menyambut mereka semua dengan sinar mentari yang sangat cerah, entah hari ini kenapa? Tiba-tiba matahari muncul dengan sangat cepat seperti bukan di pagi hari melainkan di siang hari.
Ternyata benar, merasalahnya merekalah yang tertidur terlalu nyenyak, sehingga tidak menyadari jika hari sudah siang.
Kevin terbangun karena ia mendengar ponselnya berdering, sayup-sayup ia mencari ponselnya. Ternyata alarm milik Kevin yang berbunya.
Kevin yang matanya masih menahan ngantuk, tiba-tiba langsung melebar, saat melihat jam di ponselnya menunjukan pukul 11.00 siang.
"Tidak!" teriak Kevin, seketika menbagunkan Pamela dan Adil.
Mereka langsung terduduk, tatapan kosongnya membuat Kevin pun ikut bingung.
"Hua ...."
Kevin langsung menangis.
"Kenapa kamu menangis?" tanya Pamela.
"Kau tahu, ini pukul berapa?" tanya kembali Kevin.
"Tidak," jawab Pamela dengan wajah yang sangat polos.
Kevin langsung menunjukan ponselnya ke Pamela, Pamela pun langsung melebarkan matanya, tanpa basa basi, Pamela langsung bangkit dari tempat duduknya dan pergi begitu saja meninggalkan Kevin.
Sedangkan Adil pun masih mengumpulkan nyawanya, ia pun merasa kaget dengan teriakan Kevin, Adil pun kembali memejamkan matanya.
Kevin yang melihat Pamela pergi begitu saja, merasa bingung.
"Lah, kau mau pergi kemana?" tanya Kevin.
"Aku harus menemui Pimpinan," jawab Pamela.
Pamela langsung meninggalkan ruangan Kevin dan berlari kecil menuju mobilnya.
Saat ia keluar dari Gedung Ziny Music, langkahnya terhenti, saat ia melihat seorang pria yang sangat ia kenali.
"Anton," lirik Pamela, membuat Dokter Antoj tertawa sinis.
"Kau sangat terkejut dengan kedatanganku, seorang Disk Jokey," ucap Dokter Anton.
"Mau apa kau kemari," tanya Pamela.
Seketika Dokter Anton tertawa, ia mendekati Pamela, membuat Pamela seketika mundur perlahan.
Pamela sudah tidak punya waktu untuk meladeni Dokter Anton, ia memanggil Satpam yang berjaga.
Dari kejauhan satpam itu mendekati Pamela.
"Amankan orang ini, sepertinya dia ingin bertemu dengan Kevin, aku harus pergi," perintah Pamela.
Satpam itu, langsung mengajak Dokter Anton untuk masuk ke dalam Gedung Ziny Music.
"Awas kau ya," lirik Dokter Anton.
__ADS_1
Pamela tak memperdulikan ancaman dari Dokter Anton, ia segera keluar dari gedung dan langsung melajukan mobiknya dengan cepat.
Pamela melajukan dengan kecepatan tinggi sehingga tidak bisa ditemukan oleh Dokter Anton yang segera membatalkan niatnya untuk menemui Kevin, ia beralasan untuk bisa menyusuli Pamela.
"Sepertinya aku harus pergi, ada urusan yang lebih mendadak," ucap Dokter Anton, membuat Satpam itu berhenti melangkah.
"Baiklah Tuan, jika anda tidak jadi bertemu Pak Kevin," ucap Satpam.
Dokter Anton langsung keluar daei gedung itu dan cepat-cepat ia mencari jejak Pamela, tatapi ia gagal.
"Sial!" kesal Dokter Anton.
"Kemana perginya wanita sialan itu?" tanyanya
Dokter Anton, akhirnya pergi entah kemana, saat ia mencari Pamela dan tidak menemukannya, ia pun pergi melajukan mobiknya dengan kecepatan sedang.
Pamela sampai kerumah Pimpinan Hanji, ia langsung masuk ke dalam ruang periksanya, di sana ia bertemu dengan Dokter Zen yang sudah menunggunya.
Dokter Zen melihat mata Pamela menghitam.
"Apa kau begadang semalaman?" tanya Dokter Zen.
"Aku kesulitan tidur, jadi aku begadang semalaman," jawab Pamela berbohong dengan Dokter Zen.
Pamela melihat beberapa jurnal yang terkait dengan penyakit yang di derita Pimpinan Hanji.
"Apa ini semua sungguhan?" tanya Pamela.
"Apa maksudmu, ini adalah jurnal Pimpinan Hanji, ini memang sungguhan, sebagaian tubuhnya pernah di teliti oleh profesor yang berasal dari Belanda, jadi mereka menulis semuanya disini," jawab Doktee Zen.
"Waah, ini sangat keren, jadi Pimpinan Hanji memita profesor dari Belanda untuk meriset organ tubuhnya sendiri?" tanya Pamela.
Dokter Zen menganggukan kepalanya. "Riset itu sangat lama, butuh 5 tahun untuk mengetahui semuanya," jawabnya.
"Jadi sekarang tindakan kita apa Dok?" tanya Pamela.
"Perhatikan Ini," jawab Dokter Zen.
Pamela memperhatikan rekaman video tentang kondisi Pimpinan Hanji yang sebenarnya.
"Apa itu kanker?" tanya Pamela.
"Itu adalah kanker ganas yang menyerang bagian persendian, penyakit Pimpinan Hanji kini semakin komplikasi di karenakan kondisinya semakin menurun, lalu di bagian abdomennya, itu adalah kanker usus besar ini baru terjadi saat Pimpinan mengalami nyeri perut dan buang air berdarah terus-terusan," jawab Doktwr Zen.
"Apakah kanker ganas ini akan di operasi Dok? sel-sel yang menyerang bagian dalam tulang mulai menyebar," tanya Pamela.
"Kita harus mengangkat kankernya yang terletak di tulang panggul, karena itu sangat beresiko mematikan saraf bagian rektum, bisa menyebabkan kelumpuhan," jawab Dokter Zen.
Doktee Zen menunjuk anatomi bagian panggul, ia langsung menunjukan kepada Pamela bagian kanker yang akan di angkat oleh Dokter Zen.
Pamela menyimak dengan sangat serius, ia melihat setiap lembar jurnal yang diberikan Dokter Zen dan melingkari dengan spidol berwarna.
.
__ADS_1
.
.
.
"Lama sekali Kak Pamela tidak mengunjungiku, apa dia sangat sibuk?" tanya Citra.
"Mungkin Kakakmu sedang sibuk dengan pasiennya, nanti jika dia ada waktu luang, pasti menemuimu," jawab Sherlin.
Di rumah yang sangat megah itu, Citra merasa sangat bosan, ia terlihat sangat merindukan Pamela. Melihat kedua orang tuanya yang sangat sibuk dengan bisnis mereka.
Citra selalu menyibukan diri dengan memainkan gitar, ia sangat mahir memainkan alat musik, ia sering pergi ke Ziny Music, untuk private alat music, tetapi ia tidak pernah melihat Pamela.
Pamela selalu menggunakan masker atau topi saat memasuki Ziny Music.
"Mama harus pergi, kau di rumah saja ya," ucap Sherlin.
"Aku juga mau izin mah, bertemu teman lamaku, apa boleh?" tanya Citra.
"Tentu boleh, biar Pak awan yang mengantar mu ya," jawab Sherlin.
Sherlin yang langsung pergi meninggalkan Citra yang sedang makan di meja makan, ia kegirangan melihat ibunya pergi.
Setelah Sherlin pergi meninggalkan Citra, tak lama Citra pun bersiap pergi meninggalkan mansion, menuju gedung Ziny Music.
Citra sudah membawa gitar kesayangannya, dan langsung naik ke dalam mobil.
"Pak kita ke Gedung Ziny Music ya," perintah Citra.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju gedung Ziny Music.
Terlihat banyak sekali dari mereka yang yang sudah masuk ke dalam gedung Ziny Music untuk mengikuti private alat music dan disk jokey.
Citra turun dari dalam mobil, ia langsung masuk ke dalam gedung, tiba-tiba ada yang memanggil namanya.
"Citra!" panggil Stela.
Citra menoleh, ia langsung tersenyum saat temannya yang bernama Stela melambaikan tangannya.
"Stela," ucap Citra, membuatnya langsung mendekat.
"Apa kabar, ku dengar kau sakit?" tanya Stela.
"Aku sudah sembuh, kau tenang saja," jawab Citra.
"Maaf, aku tidak bisa menjengukmu, aku harus tampil salah satu festival di kotaku, jadi aku pulang ke Malaysia," ucap Stela.
"Kau hebat, aku melihat pertunjukanmu, kau sangat hebat dalam memainkam gitar, aku pun iri denganmu," kagum Citra.
Mereka akhirnya masuk ke dalam ruangan music, dan langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan. Citra merasa sangat senang karena ia merasa banyak teman, dan namanya pun sangat populer dengan panggilan Cece.
"Hey, Cece."
__ADS_1
"Warna bajumu aku suka."
BERSAMBUNG...