
Melihat Dokter Arif sudah keluar dari ruang operasi. Membuat Pamela langsung menemuinya.
"Dokter," pangil Pamela.
Dokter Arif langsung menoleh ke sumber suara. Membuatnya sangat terkejut melihat Pamela berada di dekatnya.
"Kenapa Dokter menggantikan saya dengan Dokter lain? Apa maksud dari semua ini Dok, menggantikan secara sepihak," tanya Pamela.
Dokter Arif tersenyum licik, ia terlihat sangat santai ketika melihat kepanikan di wajah Pamela.
"Kau terlihat sangat ambisi dengan operasi ini," jawab Dokter Arif.
"Apa maksud Dokter?" tanya Pamela dengan wajah yang bingung.
"Ini adalah operasi besar, mana mungkin saya melibatkan Dokter baru sepertimu masuk ke dalam operasi pasien VIP. Apa kau punya koneksi di dalam rumah sakit ini? Jadi jangan harap kau akan masuk ke dalam," jawab Dokter Arif, membuat Pamela sangat terkejut dengan semua yang dia dengar.
Pamela terdiam, menatap kepergian Dokter Arif, ia terlihat sangat kecewa dengan semua yang terjadi. Ia kembali masuk ke dalam ruang UGD, saat ia melangkahkan kakinya, tiba-tiba Anton melihatnya dan mulai mengejek Pamela.
"Aku beri tahu kau dengan jelas, jangan bermimpi," bisik Dokter Anton.
Pamela hanya terdiam tidak mengatakan apapun, ia kembali melangkahkan kakinya.
Mulai pergantian shif, Pamela memutuskan untuk kembali pulang ke kosannya, sudah hampir satu minggu, ia tidak pulang.
Setelah selesai mengganti pakaian, Pamela pergi meninggalkan ruang UGD.
"Selamat berlibur Dokter Pamela!" ucap Perawat Ken.
Pamela tersenyum menatap mereka yang sedang berjaga.
"Semangat untuk kalian, kabari aku jika keadaan darurat," ucap Pamela.
Perawat Ken menganggukan kepalanya.
Pamela langsung keluar meninggalkan rumah sakit, ia langsung berjalan menuju parkiran.
Pamela menggoes sepedenya, sampai di depan rumah Nenek Marlin. Ia melihat Nek marlin yang terkapar tidak sadarkan diri, membuat Pamela langsung berlari menghampirinya.
"Nenek!" panggil Pamela.
Pamela langsung memeriksa deyut nadi Nek Marlin, ia merasa Nek Marlin hanya pingsan.
Hampir 20 menit Pamela menunggu Nek Marlin sadar, akhirnya ia sadarkan diri. Perlahan matanya terbuka dan Nek Marlin memegang perutnya.
"Apa Nenek sakit?" tanya Pamela.
__ADS_1
"Cucuku," jawab Nenek Marlin.
Pamela langsung memeluk Nek Marlin, ia merasakan jika Nek Marlin sangat merinduinya.
"Nenek merindukanmu, apa kau baik-baik saja," ucap Nek Marlin.
"Maafkan aku Nek, akhir-akhir ini aku sangat sibuk, tapi hari ini aku akan menghabiskan waktu bersama Nenek," kata Pamela.
Nek Marlin teelihat sangat bahagia, Pamela pun mengajak Nek Marlin ke pasar untuk berbelanja semua kebutuhannya. Terlihat Pamela sangat sibuk memilih sayuran untuk di makan bersama, dan membeli semua yang di perlukan Nek Marlin.
Selesai belanja sayuran, Pamela membawa Nek Marlin masuk ke dalam pusat perbelanjan terbesar di kota itu. Ia menitipkan barang belanjaannya di tempat penitipan dan masuk bersama Nek Marlin.
"Gedung ini seperti istana, apa kau akan membeli sesuatu?" tanya Nek Marlin.
"Aku ingin membeli baju baru, apa Nenek mau?" jawab Pamela.
"Apa kau sudah gajian?" tanya Nek Marlin.
"Sudah tenang saja, mari kita belanja baju baru," jawab Pamela.
Dengan girang, Pamela memilihkan berbagai baju kenapa Nek Marlin, sampai pakaian bikini pun ia tawarkan, membuat Nek Marlin tertawa dengan tingkah lucu Pamela.
"Aku capek Nek," ucap Pamela duduk di kursi tunggu.
"Sama, Nenek juga, banyak sekali baju yang kita beli, ayo kita pulang saja. Nenek tidak mau uang mu habis," ujar Nek Marlin.
"Kan kamu tahu, kalo Nenek gak punya gigi. Nnti gusi Nenek ngilu," jawab Nenek Marlin.
Pamela memaksa Nek Marlin untuk ikut dengannya, Pamela membeli escream yang terkenal sangat enak. Ia menyuapin Nek Marlin tetapi Nek Marlin tidak mau, karena takut gusinya gilu dan sakit.
Berkali-kali Pamela membujuk Nek Marlin, dan akhirnya ia mau untuk mencicipi es cream yang dibeli Pamela, saat sesendok es cream masuk ke dalam mulutnya, seketika wajah Nek Marlin berubah diam tak ada ekspresi apapun.
Keadaan ini membuat Pamela bingung, ia berharap Nek Marlin menyukainya, cukup lama Nek Marlin terdiam membuat Pamela akhirnya bertanya.
"Bagaimana rasanya Nek? Apa gusi Nenek sakit?" tanya Pamela dengan wajah panik.
Tiba-tiba Nek Marlin langsung menatap Pamela dengan tatapan yang tajam, membuat Pamela merasa takut.
"Apa gusi Nenek sakit ya? Aduh maafin Pamela," tanya Pamela dengan wajah panik.
Nek Marlin tak kuasa melihat kepanikan Pamela, dan akhirnya Nek Marlin langsung tertawa. Pamela langsung terdiam karena bingung.
"Kamu panik ya? Maafin Nenek ya, es creamnya enak, buat Nenek aja ya, soalnya enak banget," goda Nek Marlin.
Pamela langsung tersenyum lega, ia memberikan es cream itu kepada Nenek.
__ADS_1
"Nenek ... hampir membuatku takut, apa Nenek tahu, jantungku hampir copot melihat wajah Nenek seketika terdiam menatapku, ternyata Nenek berbohong kepadaku," ujar Pamela sambil berjalan keluar dari pusat perbelanjaan.
Nenek marlin hanya tertawa, mendengar semua ocehan Pamela kepadanya.
Mereka pulang membawa banyak barang belanjaan, sampailah di rumah. Pamela meletakan semua barang dilantai, karena terlalu lelah akhirnya, ia merebahkan tubuhnya di atas lantai sambil menatap plafon rumah Nenek.
"Nek. Aku sedang membayangkan, kalo nanti kita pindah di rumah yang sangat besar, apa Nenek mau?" tanya Pamela.
Nek Marlin sedang menikmati es cream sambil teesenyum, membuat Pamela kembali membayangkan.
"Tapi aku tidak bisa tinggal di tempat yang baru, rumah ini dan Nenek sangat berjasa untukku, jadi aku akan di sini saja," ucap Pamela.
Pamela merasa tidak mendapat respon dari Nener Marlin membuatnya langsung menoleh ke arah Nek Marlin.
"Ternyata dia tidur, aku rasa Nek Marlin kelelahan. Karena seharian ku ajak keliling pasar," ucap Pamela, ikut memejamkan matanya.
Saat matanya akan terlelap, suara dering ponselnya, membuat Pamela langsung membuka matanya lebar.
Pamela melihat panggilan dari UGD, ia langsung mengangkat telpon.
Setelah mendapat panggilan karena ada pasien darurat, membuat Pamela langsung meninggalkan Nek Marlin yang sedang tertidur lelap, tak lupa Inka memasukan barang seperti sayuran dan ikan ke dalam kulkas, dan menghidupkan lampu, karena hari suda sore.
Pamela langsung menggoes sepedanya, ia terus menggoes sampai di rumah sakit yang jaraknya tidak jauh dari tempat tinggalnya.
Pamela berlari masuk ke dalam UGD, ia langsung menggunalan pakaian hasmet.
"Apa tidak ada Dokter yang berjaga?" tanya Pamela.
"Dokter Anton sedang rapat dengam wakil direktur, sedangkan Dokter Kiki sedang di ruang hibrida," jawab Perawat Isni.
"Mana pasien yang darurat?" tanya Pamela.
"Pasien akan sampai sekitar 3 menit lagi," jawab Perawat Isni.
Dokter Zen langsung masuk ke dalam ruangan UGD.
"Ada pasien dari angkatan bersenjata dari kesatuan militer, mereka terkeja ledakan bom saat bertugas. Siapkan semua keperluan pertolongan pertama dan bad ruangan," perintah Dokter Zen.
"Siap Dok!"
Ucapan mereka sangat kompak dan langsung melaksanakan semua yang di katakan Dokter Zen.
Suara ambulan dan suara siline mobil angkatan bersenjata terdengar. Itu artinya mereka sudah sampai.
"Pasien darurat!"
__ADS_1
BERSAMBUNG...