
Mendengar suara bising apapun, tak membangunkan Pamela yang sedang mengejar mimpi yang sangat sulit di gapai.
"Hei tunggu aku!" teriak Pamela.
Pamela berlari melewati melewati beberapa musim yang ada di dunia.
Pamela berlari melewati musim semi, ia terus berlari melewati musim gugur, ia terus berlari melewati musim hujan ia sempat kehujanan, tetapi tetap gigih berlari, ia melewati musim kemarau, ia kelelahan dan haus melihat sekitaran tempat itu tidak ada air setetes pun, membuat Ia terus berlari hingga melewati musim salju, ia kedinginan dan akhirnya ia berjalan karena sudah sangat lelah berlari tak ada ujungnya.
Pamela baru menyadari jika dirinya bukan di rumah Nek Marlin, melainkan di tempat yang bersalju.
"Dimana aku?" tanya Pamela.
Pamela sangat bingung dengab tempat yang semuanya membeku seperti es, tak ada orang satu pun yang ada di tempat itu, dan anehnya lagi Pamela tidak merasakan dingin meski cuaca disitu mines derajat.
"Apa aku tersesat? Bagaimana aku mau bertanya dengan orang, melihat sekitaran tempat ini saja tidak ada orang, hanya ada aku," ucap Pamela sambil berjalan terus.
Pamela mendengar suara yang sangat berisik, membuatnya langsung menoleh ke arah belakang, ia melihat monster batu yang sangat besar sedang berjalan menghampiri Pamela.
Pamela merasa kaget dan aneh, melihat kejadian yang di alaminya seperti cerita barbie yang berjudul Natrecker.
"Astaga batu itu, ternyata ada, aku harus berlari," ucap Pamela.
Belom sempat berlari, Pamela terinjak olehnya sampai menjadi cair, membuatnya langsung terbangun.
Matanya seketika langsung terbuka lebar, ia langsung duduk dengan raut wajah yang bingung.
"Kak Pamela kenapa?" tanya Kety yang sedang nonton barbie ditelevisi.
Pamela langsung menoleh ke televisi yang sedang di tonton oleh Kety.
"Astaga, kenapa bisa mimpi dan apa yang di tonton Kety sama," gumam Pamela.
Kety memperhatikan Pamela yang seperti orang bingung.
"Kak Pamel kenapa?" tanya Kety.
"Tidak apa-apa," jawab Pamela langsung masuk ke kamar mandi.
Pamela langsung mandi dan berendam sejenak.
.
.
.
Pamela sudah siap untuk ke Ziny Music, ia langsung pamit kepada Nek Marlin dan sekalian mengantar Kety ke sekolahnya.
"Kenapa tidak istirahat saja, sekolahmu full, apa tidak lelah?" tanya Pamela.
"Tidak, justru aku sangat bersemangat, aku ingin seperti Kak Pamel yang bisa menjalani dua profesi," jawab Kety.
Pamela tersenyum menatapnya.
"Jadilah dirimu sendiri, jangan mengikuti Kakak, kau harus menjadi yang terbaik menurut versimu," ucap Pamela.
"Baiklah Kak, kapan-kapan ajari aku bermain musik," kata Kety.
__ADS_1
"Apa kamu suka musik?" tanya Pamela.
"Tentu, aku sangat suka musik, apalagi musik hip hop," jawab Kety.
"Baiklah, sampai jumpa nanti ya," ucap Pamela.
Kety langsung keluar dari mobil, ia melambaikan tangannya kepada Pamela.
Mobil itu melaju meninggalkan Kety.
"Wah, apa dia Kakakmu?" tanya Shela.
Kety menoleh ke arah temannya.
"Iya, dia Kakak yang sangat hebat," jawab Kety.
"Benarkah, apa yang membuat dia hebat?" tanya Dwi.
"Lihatlah, mobilnya saja sangat bagus, aku rasa kamu anak ornag kaya," ucap Shela.
Kety hanya terdiam tak mengubris pertanya dari temannya yang sangat ingin tahu tentangnya.
Shela dan Dwi memperhatikan pakaian yang selalu di kenakan Kety, bukanlah pakaian yang murah, melainkan pakaian yang berstandar kalangan atas, membuat sebagian teman yang iri dengannya, ingin tahu semua tentang Kety.
Kety yang memiliki sifat yang sedikit cuek, membuatnya tak pernah perduli dengan apapun yang keluar dari mulut temananya. Kety tetap fokus pada cita-citanya.
Pamela langsung memarkirkan mobilnya, ia langsung masuk kedalam gedung Ziny Music dengan penampilan sebagai Peimel.
Semua murid sudah menunggu Peimel di dalam ruangan.
Pamela berjalan masuk ke dalam gedung, ia melihat Aril yang berjalan bolak-balik seperti orang bingung, membuat Pamela langsung menghentikan langkahnya.
Aril langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Akhirnya kau datang," jawab Aril.
"Ya memang aku datang, ada apa?" tanya Pamela.
"Aku pikir kau tidak datang, karena manggung semalaman, aku berkali-kali menghubungimu tapi tak bisa," jawab Pamela.
"Benarkah," tanya Pamela, memeriksa ponselnya didalam tas.
"Ponselku mati," ucap Pamela.
"Ya sudah sana masuk, anak-akan sudah menunggumu," ucap Aril.
Peimel pun masuk ke dalam, seorang murit yang sedang ngobrol langsung terdiam, bahkan yang sedang bergosip pun langsung terdiam ketika melihat Peimel dengan rambut pirangnya masuk ke dalam kelas.
"Dia lebih cantik dari dugaanku,"
Ucapan beberapa murid.
Citra yang melihat wanita itu mirip dengan Kakaknya, merasa kagum dengan panampilannya yang sangat memukau.
"Dia wanita idamanku, aku ingin seperti dirinya" gumam Citra.
Pamela langsung tersenyum menatap murid-murid yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Hay semua, senang bertemu dengan kalian, ada yang sudah tahu nama saya?" sapa Pamela.
"Wah, kamu sangat cantik, Kak," ucap salah satu murid yang bernam Iqbal.
"Sangat Senang, Kak!"
Suara kompak itu membuat Pamela semakin guggup.
"Aku tahu, kamu Kak Peimel kan seorang DJ yang sangat populer," jawab Citra.
Pamela menoleh ke arah sumber suara, ia terkejut melihat adiknya sendiri yang menjawab.
"Kamu benar, Saya Peimel, saya seorang DJ," ucap Pamela.
"Kedatangan saya kemari, saya ingin berbagi pengalaman menarik yang bisa di jadikan pedoman, untuk berkaris di dunia musik," jelas Pamela.
Semua murid menyimak apa yang di katakan Pamela, termasuk Citra yang sangat kagum dengan Kakaknya sendiri.
Pamela menjelaskan semua materi yang membuat anak murid yang ada di dalam ruangan, merasa mendapatkan ilmu baru dan rasa percaya diri untuk tampil solo maupun group.
Mereka semua merasa termotivasi dan Pamela tak segan-segan rela memainkan musik satu persatu membuat semua anak murid yang menyaksikan merasa kagum.
"Dia sangat hebat, hampir semua alat musik bisa di mainkan olehnya," ucap Iqbal.
"Ada yang bis bernyanyi? " tanya Pamela.
"Saya Kak!" sahut Keisya.
"Kemarilah," pinta Pamela.
Keisa berjalan mendekati Pamela, ia menatap Pamela dari dekat, membuat Keisa merasa gugup.
"Jangan gugup, kau harus fokus pada lagu yang akan kau bawakan," ucap Pamela.
"Bagaimana aku tidak gugup, aku langsung berhadapan dengan Kak Peimel langsung dan ini suatu kehormatan untukku," kata Keisya.
Pamela menatap Keisya dengan senyuman.
"Di mulai lah, tarik napas yang panjang," ucap Pamela.
Suara piano pun mulai terdengar halus, lagu yang dinyanyikan Keisya adalah lagu pop yang sangat melau, membuat Pamela berusaha untuk mengikuti arah suaranya.
Suara itu terdengar syahdu, membuat semua anak murid yang asa di dalamnya, sangat menikmati dan akhirnya satu lagu berakhir.
Tepuk tangan terdengar meriah, membuat Keisya langsung kembali ketempat duduknya.
Ponsel Pamela berdering berkali-kali membuatnya tak menyadarinya.
Pertemuan dengan anak murid Aril pun akhirnya sudah berakhir, banyak sekali ilmu yang diberikan kepada mereka, membuat Pamela undur diri dan pamit.
Semua anak murid sedang mengasah kemampuannya, tidak dengan Citra yang mengikuti Pamela keluar dari ruang irama itu.
"Kakak!"
Teriakan itu membuat Pamela langsung menoleh dan tersenyum.
Citra dengan senang hati langsung memeluknya dengan erat.
__ADS_1
"Aku rindu."
BERSAMBUNG....