Dokter Or Disk Jokey

Dokter Or Disk Jokey
Monster air


__ADS_3

Kevin yang ketakutan melihat monster air sungguhan datangpun, langsung bersujut meminta ampun. Hal ini membuat Pamela semakin mengguyur air dingin kewajah Kevin.


Kevin yang merasa guyuran itu langsung membuka matanya, ia mengira ia ditenggelamkam oleh monster air, saat matanya terbuka lebar dan napasnya mulai tak beraturan, disitulah, kevin menyadari jika dirinya bersujut dihadapan Pamela.


"Pamela!" panggil Kevin dengan raut wajah yang sangay bingung.


Pamela menatap wajah Kevin yang terlihat sangat bingung, ia langsung tersenyum kecut.


"Kau mabuk berat malam ini? Apa kau sedang patah hati?" tanya Pamela.


Kevin seketika langsung mengabaikan ucapan Pamela, ia beranjak bangkit dan langsung membasuh wajahnya.


Pamela langsung duduk disofa, ia berulang kali mengusap wajahnya, mengingat ia bisa satu ranjang dengan Luis.


"Astaga, ini sangat konyol," gumamnya, sambil memejamkan matanya.


Kevin yang sudah sadar dari maboknya dengan wajah yang sudah segar karena terbasuh air, ia berjalan mendekati Pamela.


"Ada apa kau kemari?" tanya Kevin, mengambil air mineral didalam lemari pendingin.


"Aku lapar, ingin makan bersamamu," jawab singkat Pamela.


Kevin langsung hampir tersedak pun, langsung menatap tajam wajah Pamela, ia berjalan mendekati Pamela dan memeriksa Pamela dengan punggung tangannya.


"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Kevin dengan serius.


Pamela yang melihat ekspresi Kevin, membuatnya tak bisa menahan diri untuk tidak tertawa. Akhirnya ia tertawa tepat dihadapan Kevin.


"Kau sengaja mengerjaiku? Setelah kau membangunkanku seperti itu, dasar kau ya!" kesal Kevin.


"Kau ini sangat lucu dan menggemaskan, maka dari itu cinta yang kau kejar tak kunjung kau dapatkan," ujar Pamela.


"Darimana kau tau semua itu?" tanya Kevin.


"Aku sangat tahu gerak-gerikmu, kau menyukai salah satu guru privat music piano kan, sudahlah lupakan saja, aku rasa dia tidak baik untukmu," jawab Pamela.


"Kau tahu apa tentangnya? Kau sendiri tidak mengenalnya?" tanya Kevin.


"Aku sangat paham dengan wanita yang bernama Andin, dia sudah memiliki kekasih dan kau tau? Kekasihnya adalah seorang dokter orthopedi, sudah lah lupakan dia, masih banyak wanita lain," jawab Pamela.


Kevin terlihat sangat syok, ia merasa sangat hancur mendengar penjelasan Pamela yang sangat menyakitkan itu.


Matanya mulai berkaca-kaca, bibirnya mulai keriting dan suara serak menahan tangis mulai terdengar, akhirnya tangisan itu pecah didepan Pamela.


Hua!


Hua!


Pamela merasa syok, melihat Kevin menangis seperti anak kecil.

__ADS_1


'Astaga dia ini sudah tua, tapi tingkahnya seperti anak kecil. Aku yang ingin curhat dengannya malah dia sendiri sedang patah hati, sepertinya aku salah tempat,' gumam Pamela.


Pamela sangat mengerti kondisi Kevin, ia pun berinisiatif untuk memesan banyak makanan untuk menghibur Kevin.


Pamela tak menghiraukan Kevin yang sedang galau, ia sibuk memainkan ponselnya untuk memesan makanan secara online.


Sambil tersenyum, Pamela sesekali melirik Kevin yang sedang menangis tersendu-sendu.


"Sudahlah, jangan menangis lagi, ada aku. Lupakan saja dan cari yang baru," celetuk Pamela.


Kevin dengan raut wajah yang sedih menatap Pamela.


"Kau tidak pernah merasakan rasanya patah hati, yang amat dalam, cintaku bertepuk sebelah tangan," ujar Kevin.


"Lebai, sudah mari kita makan, sebentar lagi makanannya sampai," ucap Pamela.


"Aku tidak nafsu makan, hatikunsedang hancur," ucap Kevin.


"Kau ini sangat lemah, kau harus dengar ya. Lelaki itu dilarang cengeng, hanya perempuan saja yang cengeng, kau harus menjadi lelaki yang tahan banting, maco dan penuh pesona. Ku jamin semua perempuan akan suda denganmu," jelas Pamela.


Kevin terdiam, ia menunjukan wajah yang sangar kepada Pamela.


"Apa aku harus begini?" tanya Kevin menunjukan wajah yang sangar dan garang.


"Betul sekali, kau harus terlihat seperti ini dan aku rasa kau harus berolaraga agar tubunmu berotot," jawab Pamela.


"Baiklah, aku akan ngegym mulai besok," ucap Kevin.


Pamela yang kaget dengan bangunnya Aril pun langsung menatapnya dengan antusias.


"Kau kenapa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Pamela.


Aril dengan wajah bingungnya langsung menatap sekitar ruangan Kevin.


"Syukurlah, aku bukan ada dineraka," ucap Aril.


Kevin sontak kagen, mendengar ucapan Aril.


"Apa kau sedang bermimpi aneh?" tanya Kevin.


Aril pun dengan polosnya menganggukan kepalnya.


"Katakanlah," perintah Pamela.


Aril mengambil aba-aba ia perlahan menarik napasnya, membuat seolah-oleh cerita ini sangatlah serius. Kevin dan Pamela yang menatap Aril pun ikut menunjukan ekspresi yang sangat ingin tahu.


Setelah Aril menarik napasnya, ia langsung mendekatkan wajahnya ke arah Kevin dan Pamela.


"Aku bermimpi jika ruangan ini tempat penyiksaan yang tak ada ujungnya, semua orang masuk ke dalam bara api, ini sangat mengerikan. Aku bahkan tidak sanggup membayangkannya," jelas Aril.

__ADS_1


"Apa kau menonton film horor sebelum tidur?" tanya Pamela.


Aril mengingat-ngingat kejadian sebelum ia tertidur.


Ternyata, ia menonton film siksa kubur. Membuat Aril langsung menganggukan kepalanya.


"Alah, itu karena kau kebawa mimpi, sudah lah aku tidak mau mendengar ceritamu lagi," elak Pamela.


Perdebatan mereka bertiga pun terhenti, saat makanan online yang dipesan Pamela sudah datang.


Pamela terlihat menenteng makanan yang sangat banyak, membuat Kevin dan Aril pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Apa semua makanan ini akan habis?" tanya Kevin.


"Jika kalian tidak mau, biar aku saja yang menghabiskan," jawab ketus Pamela.


"Bukan begitu, kita kan keluarga. Ayoklah mari kita makan," ajak Kevin.


Aril yang baru bangun tidur pun, merasa senang menanti makanan yang sedang dibuka oleh Pamela. Kevin melirik logat Aril membuatnya langsung berkata. "Hai kau! cuci mukamu dan gosok gigi dulu, lihatlah kau ileran."


Aril tersenyum pepsoden dan langsung membersihkan wajahnya dan menggosok giginya.


Kevin melihat Pamela yang tidak biasanya memakan makanan yang sangat banyak, membuat Kevin curiga.


"Apa kau sedang galau?" tanya Kevin.


Pamela yang sibuk membuka bungkus makananpun langsung berhenti sejenak. Ia menatap Kevin.


"Entahlah, aku rasa harga diriku telah hilang," jawab Pamela.


Mendengar jawaban dari Pamela, Kevin pun hampir tersedak. Ia langsung menatap tajam Pamela.


"Apa terjadi sesuatu? Katakan siapa yang melakukan hal-hal yang tidak baik kepadamu?" tanya Kevin dengan panik.


Pamela menarik napasnya, ia tak kuasa mengatakan jika dirinya bisa tidur diranjang milik Luis dan berpelukan.


Pamela langsung mengabaikan pemikirannya yang mengarah kepelukan mesra itu.


"Ah sudahlah lupakan. Aku hanya rindu dengan kalian dan ingin makan bersama kalian, itu saja," jawab Pamela.


"Baiklah, lain kali katakan saja jika terjadi sesuatu denganmu, atau pria itu macam-macam, laporkan saja denganku, biar aku hajar dia," ucap Kevin dengan penuh percaya diri.


"Kau yakin bisa melawannya?"


.


.


.

__ADS_1


"Kenapa dia pergi? Sialan?"


Bersambung...


__ADS_2