Dokter Or Disk Jokey

Dokter Or Disk Jokey
Pencuci Perut


__ADS_3

Aril yang merasa tidak melihat buku absensinya, membuatnya langsung teringat jika bukunya berada di ruangan Kevin. Akhirnya ia langsung berjalan menuju ruangan Kevin.


Saat Aril membuka ruanga Kevin, terlihat sangat hening membuatnya langsung memanggil namanya.


"Permisi, Pak!" panggil Aril.


Tidak ada jawaban dari Kevin, membuat Aril langsung masuk begitu saja dan ia menemukan buku yang ia cari.


Aril merasa penasaran, karena ruangan Kevin yang sangat hening, membuatnya berjalan mencari keberadaan Kevin.


Aril menemukan Kevin sudah tergeletak di depan pintu kamar mandi.


"Astaga! Pak Kevin!" teriak Aril, langsung menghampiri Kevin.


Kevin langsung dibawa kerumah sakit.


Aril menghubungi Pamela, tetapi tidak mendapatkan jawaban darinya.


"Kemana Pamela ini?" gumam Aril.


Sambil menunggu Doktee yang sedang memeriksa Kevin, Aril terus menghubungi Pamela.


Pamela yang sedamg tertidur di depan televisi bersama adik dan neneknya, merasa terganggu dengan suara dering ponselnya.


"Hem ... siapa sih! Berisik banget," ucap Pamela.


Pamela langsung meraih ponselnya, ia melihat panggilan dari Aril, membuat Pamela langsung mengangkatnya.


"Hallo."


Ucap Pamela.


Aril langsung memberi tahu, kondisi Kevin yang saat ini belom sadarkan diri. Mendengar sayup-sayup, Pamela langsung melotot. Ia sangat terkejut.


"Baiklah, aku akan segera kesana," kata Pamela.


Pamela langsung bangun dan mencuci wajahnya, dengan tergesa-gesa Pamela langsung ke rumah sakit untuk menemui Aril.


Di Rumah Sakit Utama Medika.


Pamela mencari keberadaan Aril dan akhirnya mereka bertemu.

__ADS_1


"Bagaimana kondisinya?" tanya Pamela.


"Dokter sedang memeriksanya," jawab Aril.


"Bagaimana dia bisa pingsan?" tanya Pamela.


"Mana aku tahu? Aku ingin mengambil buka absen diruangannya dan tak sengaja aku melihatnya sudah lemah tergeletak di lantai," jawab Aril.


Pamela terdiam, ia menunggu Kevin yang masih diperiksa oleh Dokter. Setelah itu Dokter pun keluar dari ruang pemeriksaan, ia melihat Pamela langsung terkejut.


"Dokter Pamela!" panggil Dokter Kiki.


Pamela yang merasa namanya dipanggil, langsung menoleh.


"Dokter Kiki. Bagaimana kondisi Kakak saya?" tanya Pamela.


"Oh, jadi pasien Kevin ini Kakaknya Dokter Pamela," jawab Dokter Kiki.


Pamela menganggukan kepalanya.


"Dia mengalami diare akut, ini disebabkan karena keracunan makanan ataupun minuman yang pasien konsumsi, di dalam makanan itu terdapat cairan pencuci perut. Ini yang mangakibatkan pasien mengalami diare," jelas Dokter Kiki.


"Baiklah Dok, terimakasih atas penjelasannya," ucap Pamela.


"Makanan apa yang di konsuminya?" gumam Pamela.


"Aku tidak melihat ada makanan apapun," ucap Aril.


Pamela langsung pergi meninggalkan Kevin, membuat Aril pun bingung.


Pamela langsung melajukan mobilnya, menuju gedung Ziny Music.


Sampai di gedung Ziny Music, Pamela langsung keluar dari mobilnya, ia langsung berjalan menuju ruangan Kevin.


Pamela membuka ruangan Kevin, tidak melihat makanan apapun, tapi ... matanya melirik meja ruangannya yang terdapat sebotol jus.


Pamela langsung meraih botol itu dan mencium bau dari jus itu, tercium wangi yang sangat Pamela kenal. Tanpa berfikir lama, Pamela langsung membawa botol itu.


Pamela membawa ke ruang laboratorium untuk memeriksa isi dalam botol itu, setelah ia memerikan botol jus itu kepada petugas laboratorium, Pamela langsung pergi kembali ke rumah sakit.


Sampai dirumah sakit, Pamela berjalan menuju ruangan Kevin dirawat.

__ADS_1


"Ternyata ada Mantan Dokter rumah sakit ini," ucap Anton.


Langkah Pamela seketika berhenti, ia menoleh ke arah sumber suara, melihat ada Dokter Anton sedang berdiri di meja peawat, membuat Pamela kembali melangkahkan kakinya.


"Ada yang merasa tidal bersama ternyata, kalo aku menjadi dirinya aku pasti akan malu," ucap Anton sambil tertawa kecil.


Pamela merasa geram dengan kelakuan Dokter Anton yang sangat keterlaluan, membuat Pamela langsung membalikan badannya dan mendekati Dokter Anton.


Pamela mendekati Dokter Anton, lalu tersenyum manis.


"Aku rasa harus meluruskan semua ini, tapi aku takut jika kau nanti malu, jadi jagalah ucapanmu saat ini," peringatan Pamela.


Dokter Anton terlihat sangat kesal dengan Pamela, tetapi ia tak bisa melawannya.


Dokter Anton langsung pergi meinggalkan Pamela begitu saja.


Pamela kembali berjalan, ia terkejut melihat Kevin yang sudah bersiap untuk pulang bersama Aril.


"Kalian mau kemana?" tanya Pamela.


"Pamela, aku ingin pulang saja, aku tidam betah dirumah sakit," jawab Kevin dengan suara yang lemah.


"Tapi, kondisimu belom stabil. Lebih baik istirahatlah disini, masalah manggung bisa ditunda atau digantikan dengan yang lain," ucap Pamela.


"Tidak!" seru Kevin.


Pamela hanya bisa diam, ia tidak mau debat dengan Kevin. Akhirnya Kevin pun pulang bersama Pamela dan Aril.


Masih dengan wajah yang pucat, Kevin tertidur di dalam mobil.


"Apa malam ini ada jadwal manggung?" tanya Pamela.


"Ada, sepertinya kau sudah mulai manggung," jawab Aril.


"Baiklah, nanti malam aku yang manggung," ucap Pamela.


Di tempat lain.


Asisten Jemi memberikan semua identitas Peimel dan Pamela di hadapan Luis. Luis tersenyum dengan puas.


"Atur jadwalku bertemu dengannya," perintah Luis.

__ADS_1


"Baik Tuan," jawab Jemi.


Bersambung....


__ADS_2