Dokter Or Disk Jokey

Dokter Or Disk Jokey
Terbebas


__ADS_3

Saat Pimpinan Hanji mengatakan bosan, Pamela langsung mempunyai ide jitu, ia berjalan meraih remot dan langsung menyalakan televisi. Pamela sibuk mencari siaran televisi yang menanyakan kartun.


Pimpinan Hanji merasa bingung dengan tingkah Pamela.


"Semoga anda tidak bosan lagi," ucap Pamela.


Pimpinan Hanji hanya terdiam, setelah Pamela pergi meninggalkannya, ia langsung menoleh ke arah pintu kamarny.


"Memangnya aku anak kecil? Bisa-bisa dia menayangkan kartun," gumam Pimpinan Hanji.


Pamela selesai memeriksa semua pasien, ia pun langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian bebas.


Saat Pamela masuk ke dalam ruang staf, ia melihat Dokter Morgan sudah terbangun.


"Wah, kalian sudah terbangun?" tanya Pamela.


"Apa yang sedang terjadi Dok, apa aku tadi pingsan," sahut Dokter Dani.


Pamela langsung mendekati Dokter Dani yang masih dengan wajah yang bingung.


"Kita semua, tidur diruangan ini, tapi aku terbangun dan langsung memeriksa pasien. Hasil pemeriksaan sudah kutulis di rekam medik pasien, jadi sudah aman, jika kau ingin tidur lanjutkanlah," jelas Pamela.


"Kau mau kemana?" tanya Dokter Morgan.


"Aku harus pergi, banyak urusan diluar sana, aku akan ambil cuti sekitar tiga hari," jawab Pamela.


"Baguslah kalau begitu," sahut Dokter Feni dengan tatapan yang sinis.


Pamela yang merasa Dokter Feni tidak menyukainya langsung menatapa balik.


"Ini kan yang kau mau, tenang sayang kau akan bebas sesukamu," ucap Pamela.


Pamela tersenyum dan langsung pergi meninggalkan mereka semua.


"Wah dia memang idamanku, dia sangat keren," kagum Dokter Dani.


"Apa kau menyukainya?" tanya Dokter Morgan, dengan raut wajah yang kesal dengan Dokter Dani.


"Kalo iya memangnya kenapa, apa masalah buat Dokter?" jawab Dokter Dani.


"Aku rasa dia akan menolaknya," ucap Dokter Morgan.


"Bagaimama jika dia menerima, mau apa kamu?" tanya Dokter Dani.


Dokter Feni yang merasa diabaikan, langsung melerai perdebatan mereka.


"Sudah cukup!" seru Dokter Feni.


"Kalian ini sedang bahas siapa? Dia itu gak penting, sekarang yang terpenting kita harus bersiap-siap untuk menyambut pasien kecelakan, 5 menit lagi akan sampai," ucap Dokter Feni.


"Benarkah?" tanya Dokter Dani.


"Makanya liat ponsel masing-masing," jawab Dokter Feni.

__ADS_1


Dokter Dani dan Dokter Morgan langsung keluar dari ruang staf, mereka berjalaan menuju ruang UGD.


Hanya tersisa Dokter Feni, ia menghelakan napasnya dengan kasar.


"Apa kelebihan dia? Tapi dia memang cantik dan memukau, aku pun gak kalah cantiknya," gerutu Dokter Feni.


Pamela melajukan mobilnya, ia langsung berjalan menuju gedung Ziny Music, dengan kecepatan tinggi sambil mendengarkan musik favoritnya.


Pamela terlihat sangat senang karena hari ini ia terbebas dari panggilan telpon dan suara pasien yang meminta ini dan itu, Pamela terus bersenandung dengan suara yang merdu. Sampai akhirnya ia sampai di depan gedung Ziny Music.


Pamela langsung masuk ke dalam dengan membawa makanan siap saji.


Saat membuka pintu, Pamela melihat Kevin sedang sibuk dengan layar kommputernya.


"Jangan terlalu sibuk nanti matamu rusak," ucap Pamela dengan kacamata hitamnya duduk manis di sofa.


Kevin yang mendengar suara yang ia kenali, langsung menoleh. Melihat Pamela dengan gaya nyentriknya membuat Kevin langsung kegirangan.


"Pamela!" panggil Kevin langsung beranjak dari kursinya menghampiri Pamela.


Kevin langsung memeluk sang adik.


"Kau baik-baik saja? Apa ada yang terluka, lihatlah kantung matamu?" tanya Kevin.


Pamela meletakan kaca matanya.


"Kau bayangkan lebih dari satu minggu aku tidak tidur, jam tidurku sangat berantakan. Aku hanya tertidur paling lama 2 jam saja, ini sangat melelahkan," jawab Pamela.


"Aku rasa aku masih akan bekerja di sana, Dokter Boy sangat menginginkanku bekerja di sana, tapi aku belom memberi jawaban apapun. Harusnya kontraku selesai, tapi mereka memberi kesempatan untuk aku merubah pikiranku," jawab Pamela.


"Kau dibutuhkan karena mereka sangat memutuhkan team medis," ucap Kevin.


Saat Kevin dan Pamela sedang berbincang, tiba-tiba Aril datang ke ruangan Kevin. Ia sangat terkejut melihat Pamela datang.


"Pamela!" panggil Aril.


"Apa itu kau?" tanya Aril.


"Memangnya yang berpenampilan seperti ini siapa lagi kalo bukan aku," jawab Pamela.


"Aku pikir kau sudah mundur dari duni hiburan, kemana saja kau ini? Kenapa baru muncul?" tanya Aril."


"Dia baru keluar dari tempat persemediannya, makanya dia kembali lagi," sahut Kevin.


"Ah benar, aku baru keluar dari tempat semedi," jawab Pamela dengan ragu.


"Dimana itu? Kau ini seperti dukun saja," ucap Aril.


"Sudah jangan banyak bertanya, mending kita makan ayam ciken ini," ajak Kevin.


Mereka pun makan bersama, setelah makan. Pamela berencana mengajak Kevin untuk memastikan gedung yang terbakar itu.


Mereka menikmati makanan yang dibawa oleh Pamela, sehingga semua makanan yang dibawa langsung habis dimakan oleh Aril dan Kevin.

__ADS_1


"Kalian sudah selesai makan, ayok kita kekota B," ajak Pamela.


"Ngapain ke kota B, menangnya ada apa di sana?" tanya Aril.


"Aku ingi memastikan gedung itu, apakah benar dia terbakar atau masih tersisa," jawab pamela.


Kevin langsung mendekati Pamela.


"Apa kita akan berangkat sekarang?" tanya Kevin.


"Tentu, aku tidak mau mengulur waktu, sejak Pimpinan siuman, jadwal ku kembali padat, aku harus menjalankan profesiku sebagai Peimel dan Dokter Pamela, ini sangat melelahkan," jawab Pamela.


"Okay baiklah, kita berangkat sekarang!" ucap Kevin.


Mereka melajukan mobilnya menuju kota B, di sepanjang perjalanan, Pamela membuka percakapan.


"Aku rasa dia mulai curigaa denganku," ucap Pamela.


"Siapa? Apa dia Tuan Luis?" tanya Kevin.


"Iya, kemarin dia meminta nomor ponselku, karena saat itu aku sedang menjadi Dokter Pamela jadi ku berikan nomorku yang sesungguhnya," jawab Pamela.


"Kau ternyata sangat jenius, lebih dari dugaanku," ucap Kevin.


"Terus-terus lanjutkan," ucap Kevin.


"Apanya yang terus? Sudah hanya itu saja, aku rasa dia mulai akan menyelidiki identitasku," ucap Pamela.


"Kau tenang saja, tidak ada satu pun yang dapat mengakses semua data pribadimu, selama ada aku semuanya aman," ucap Kevin dengan penuh percaya diri.


Akhirnya mereka sampai di kota B, ternyata gedung yang menjadi tempat perdagangan manusia itu telah lenyap dimakan si jago merah, hanya tersisa puing-puing saja.


"Sepertinya terjadi kebakaran yang sangat dahsyat," ucap Kevin.


"Kau benar, tidak ada sisa sedikitpun," ucap Pamela.


"Lalu bagaimana dengan mafia itu? Apa dia tertangkap?" tanya Kevin.


"Entahlah, aku tidak menanyakannya," jawab Pamela.


"Kau ini bagaimana, masa minta bantuan kok gak tau buronannya diapakan," ucap Kevin.


"Luis yang melakukan semua itu, entahlah diapakan si mafia itu. Pekerjaannya sangat rapih, jadi aku sangat sungkan untuk menanyakan semuanya,"jelas Pamela.


"Ya sudahlah, aku kita kembali saja," ajak Kevin.


Pamela kembali melajukan mobilnya menuju gedung Ziny Music. Dengan kecepatan tinggi agar mereka segera sampai di gedung.


Saat Pamela keluar dari dalam mobil, tiba-tiba ada yang memanggil namanya dengan lantang.


"Kakak!"


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2