
Melihat Pamela yang tampak seperti terkejut saat melakukan pemeriksaan di bagian abdomen (perut), Pimpinan Hanji langsung membuka suara.
"Ada apa? Apa kau melihat sesuatu?" tanya Pimpinan Hanji.
Pamela menganggukan kepalanya, ia menatap Pimpinan Hanji yang tersenyum dengan wajah pucat.
"Apa Pak Hanji sering mengalami nyeri perut saat buang air besar? Terdapat darah pada tinja, anemia dan penurunan berat yang drastis?" tanya Pamela.
Pimpinan Hanji masih dalam senyumannya, ia mendengar semua yang di katakan Pamela itu benar.
"Kau benar, 6 bulan ini aku mudah lelah dan penurunan berat badan yang drastis, tapi aku tidak menyadari jika aku sakit," jawab Pimpinan Hanji.
"Gejala ini merupakan kanker koloektal," ucap Pamela.
"Jadi aku terkena kanker?" tanya Pimpan Hanji.
Pamela menganggukan kepalanya.
"Kau Dokter yang paling jujur diantar Dokter yang lainnya," ucap Pimpinan Hanji.
"Apa yang di maksud Pak Hanji? Jujur bagaimana?" tanya Pamela.
"Banyak Dokter yang memeriksaku, mereka mengatakan aku baik-baik saja, padahal aku merasa tubuhku tidak fit, aku di beri banyak obat, tanpa mereka mengatakan yang sebenarnya, aku menyukai kejujuranmu," jawab Pimpinan Hanji.
"Saya tidak bisa berbohong tentang penyakit pasien, Saya harus mengatakan yang sebenarnya agar pasien mengerti dan menjalani pengobatan serta merubah pola hidup yang sehat," jelas Pamela.
Suasana berubah menjadi haru, tetapi Pamela langsung mengganti topik yang lain, agar melupakan rasa sedih yang di alami Pimpinan Hanji.
"Kita lanjut pemeriksaan lain ya Pak," ucap Pamela dengan senyuman.
Pamela memeriksa semua tanda-tanda vital Pimpinan Hanji, dan saat ini hasilnya semuanya normal, cuman lama mereka berbincang di dalam ruangan media, membuat salah satu pelayan menghampirinya.
"Maaf Pak, sudah waktunya makan siang," ucap Penjaga ruang menjaga ruang medis.
"Baiklah," ucap Pimpinan Hanji.
"Mari kita makan siang dulu," ajak Pimpinan Hanji.
Pamela diam tidak merespon ajakan Pimpinan Hanji, membuatnya menoleh ke arah Pamela.
"Hei! Kenapa masih diam di situ, ayok kita makan siang bersama," ucap Pimpinan Hanji.
"Saya? Pak Hanji mengajak saya makan siang?" tanya Pamela dengan wajah polosnya.
__ADS_1
"Hais ... anak mudah jaman sekarang sangst berbeda dengan orang jaman dulu," gerutu Pimpinan Hanji berjalan mendahului Pamela.
Pamela pun mengikuti Pimpinan Hanji dari belakang, ruang makan yang cukup jauh membuat Pamela memperhatikan setiap ruangan yang ia lewati, ia seperti masuk ke dalam istana kerajaan.
Sampai di meja makan, Pamela melihat semua hidangan yang berhubungan dengan daging di sajikan dari segala jenis olahan masakan modern, membuat cacing yang ada di dalam perut Pamela mulai meminta jatahnya.
'Makanannya sangat banyak, ini terlihat sangat enak, tapi ingat Pamel, kau harus jaga kesopanan dan keanggunan sebagai seorang dokter. Tinggalkan sifat brandalanmu itu,' batin Pamela.
Semua pelayan berbaris menyaksikan Pimpinan Hanji datang, mereka semua menundukan kepalanya, membuat Pamela pun kebingungan, ia ikut menundukan kepalanya dan tersenyum.
Pimpan Hanji pun duduk di kursi yang sudah di sediakan, dan Pamela duduk di dekat Pimpinan Hanji.
Ini perdana bagi Pimpinan Hanji mengajak seorang Dokter pribadinya, untuk makan bersama di ruang makan keluarga, pemenangnya di raih oleh Pamela, seorang wanita muda yang berprofesi sebagai seorang Dokter yang dangat berbakat. Hal ini menjadi perbincangan di kalangan pelayan mansion milik Pimpinan Hanji.
"Maaf Pak, apa setiap hari Pak Hanji memakan olahan daging merah?" tanya Pamela.
Pimpinan Hanji memganggukan kepalanya.
"Apa Pak Hanji suka memakan ramen secara berlebihan?" tanya Pamela.
Dengan wajah yang bingung Pimpinan Hanji menganggukan kepalanya.
Pamela melihat alkohol yang sudah di tuangkan ke dalam gelas, membuat Pamela langsung menyingkirkan minuman itu, dan menggantinya dengan air mineral yang berpH.
"Boleh saya minta alkohol ini di ganti dengan air meniral PH 8+," pinta Pamela.
Pamela tersenyum manis.
"Apa anda sembuh?" tanya Pamela.
Pimpinan Hanji menganggukan kepalanya.
"Sekarang kita rubah pola makan yang lebih sehat untuk Pak Hanji, okay," ucap Pamela.
Pimpinan Hanji sangat terkejut.
"Siapa kau mengaturku! Tidak ada yang berani menentangku apalagi mencegahku makan-makanan kesukaanku," kesal Pimpinan Hanji.
"Saya adalah Dokter Pribadi Pak Hanji, jadi ... mau tidak mau, Pak Hanji harus mengikuti peraturan saya," tegas Pamela.
Semua pelayan sangat terkejut dengan penuturan Pamela yang sangat berani, mengatur Bos mafia yang sangat ditakuti oleh musuhnya, tetapi tunduk begitu saja dengan peraturan Pamela.
Pimpinan Hanji tak berani membantah apa yang di katakan Pamela, akhirnya mereka makan siang dengan sangat hikmat tanpa minuman alkohol.
__ADS_1
Dengan wajah yang memelas, Pimpinamln Hanji mengunyah setiap daging yang dia makan, sampai akhirnya mereka selesai makan siang.
Pamela langsung memilihkan buah yang rendah gula dan tinggi serat, buah itu yang memang tidak disukai oleh Pimpinan Hanji, tetapi karena dirinya ingin sembuh, terpaksa Pimpinan Hanji mengikutinya.
"Selesai makan, apa aktifitas Pimpinan?" tanya Pamela.
"Aku menghabiskan waktu ku untuk tidur," jawan Pimpinan Hanji.
"Baiklah, apa Pimpinan suka dengan music?" tanya Pamela.
"Aku sangat menyukainya, apa kau tidak tahu, cucuku memeiliki tempat hiburan terbesar di asia tenggara," jawab Pamela.
"Wah, cucu Pak Hanji sangat hebat," ucap Pamela.
Mereka berdua pun berjalan menuju ruangan yang khusus di isi oleh alat-alat music, Pamela yang melihatnya merasa sangat kagum dan terpesona dengan ruangan yang sangat diimpikan, tak henti-hentinya ia memuji isi di dalam ruangan itu.
"Apa kau menyukai music?" tanya Pimpinan Hanji.
"Iya Pak, saya sangat menyukai music bergenre apapun," jawab Pamela.
'Ternyata rumah Pak Hanji sangat keren, semua alat music, alat medis, koki, pelayan, mungkin masih banyak lagi, ada di dalam. Rumah ini serasa mol,' batin Pamela.
"Mainkan music yang kau sukai," ucap Pimpinan Hanji.
Pamela memegang gitar yang sangat legendaris, gitar itu pernah di mainkan oleh salah satu musisi ternama di Amerika Serikat, membuat Pamela sangat takut memegang gitar itu.
"Peganglah, jika kau ingin memainkan musik menggunakan gitar, aku di beri kenangan oleh teman lamaku, sebelum dia wafat," ucap Pimpinan Hanji.
Pamela dengan penuh keberaniannya, ia memegang gitar itu, ia duduk dan memainkan lagu lawas yang sempat populer di jaman dulu. Pamela tidak mengetahui jika lagu itu lagu yang sangat di sukai oleh Pimpinan Hanji.
Mendengar suara gitar yang di mainkan Pamela, Pimpinan Hanji pun menoleh ke arah sumber suara, ia sangat terkejut melihat Pamela sangat mahir memainkan alat musik, musik itu memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, tetapi Pamela mampu memainkannya.
Pimpinan Hanji seolah sedang mengenang masa mudanya, ia menikmati setiap petikan dari gitar itu.
Menyelesaikan satu lagu hanya instumen, membuat Pamela langsung meletakan gitar itu.
"Kenapa tidak kau mainkan sekali lagi, suara gitarmu sangat indah, tidak semua orang bisa memainkan lagu ini dengan gitar, tapi kau sangat pandai. Siapa yang mengajarimu," tanya Pimpinan Hanji.
"Aku tinggal dengan seorang Nenek, dia selalu mengajarkanku untuk menjadi wanita yang hebat, bahkan dia sangat pandai memainkan alat music tapi saat ini aku tidak mengizinkannya melakukan semua itu, aku ingin dia menikmati hidupnya yang sudah senja," jawab Pamela.
"Aku rasa Nenekmu orang yang sangat populer di masanya," ucap Pimpinan Hanji.
....
__ADS_1
"Apa!"
BERSAMBUNG....