Dokter Or Disk Jokey

Dokter Or Disk Jokey
Kelaparan


__ADS_3

Pamela merasa ada yang sangat janggal, ia mencium aroma yang tidak asing dari mulut Pimpinan, membuatnya langsung keluar dari ruang medis.


Pamela terus berjalan, sampai akhirnya ia masuk ke dalam dapur, tetapi dicegah oleh salah satu pelayan.


"Maaf Nona, anda dilarang masuk ke dalam," cegah Pelayan.


Pamela menghentikan langkahnya, dan menatap pelayan itu.


"Panggilkan aku koki yang memasak hidangan semalam," perintah Pamela.


Pelayan itu langsung masuk ke dalam untuk memanggil sang koki, tak lama koki itu keluar dari dapur.


"Ada Nona, memangil saya?" tanya Koki.


"Apa benar, semalam anda memasak untuk Pimpinan?" tanya Pamela.


"Benar Nona," jawab Koki.


"Apa dia meminta minuma yang mengandung alkohol?" tanya Pamela.


"Anda benar Nona, saya tidak bisa menolak permintaan Pimpinan," jawab Koki.


"Okay, tenang saja, kau aman. Terima kasih sudah jujur, silahka lanjutkan pekerjaanmu," pamit Pamela.


Setelah mendapat jawaban atas kejanggalannya, Pamela langsung kembali ke runag medis, ia langsung melepaskan semua alat yang melekat di tubuh Pimpinan Hanji.


Pak Adit yang melihat tindakan Pamela langsung mendekatinya.


"Ada apa ini, kenapa semua alat dilepas?" tanya Pak Adit.


"Pimpinan baik-baik saja, aku rasa dia hanya terpengaruh oleh minuman beralkohol," jawab Pamela.


Pak Adit seketika terkejut.


"Pimpinan semalam minun wine yang cukup banyak, membuatnya langsung ambruk dan dibawa oleh pelayan, hal ini membuat Pimpinan tak kunjung bangun," jelas Pamela.


Saat Pamela sedang menjelaskan semuanya kepada Pak Adit, tiba-tiba suara dengkuran keluar dari mulut Pimpinan, membuat Pamela dan Pak Adit menatapnya.


"Biarkan saja, nanti Pimpina akan bangun sendiri," ucap Pamela.

__ADS_1


'Aku pikir dia kritis, ternyata tidak. Mana aku laper dan disini tidak ada yang bisa dimakan,' gumam Pamela.


Luis yang baru saja keluar dari ruang rapatnya, ia mendapat kabar jika Pimpinan Hanji tidak sadarkan diri, membuatnya langsung membatalkan semua janji pada kliennya.


Luis dengan perasaan yang sangat khawatir, langsung melajukan mobilnya menuju rumah Pimpinan Hanji.


Sampai dirumah Pimpinan, Luis langsung berjalan menuju ruang medis, ia melihat Pamela dan Pak Adit sedang menunggu Pimpinan bangun.


"Apa yang sudah terjadi? Kenapa dengan Kakeku?" tanya Luis.


Pamela menghembuskan napasnya.


"Jangan khawatirkan dia, Pimpinan hanya sedang patah hati, jadi dia butuh mimpi yang indah," jawab Pamela.


Luis menatap Pamela.


"Apa maksudmu?" tanya Luis, mendekati Pamela.


"Aku bilang, Pimpinan Hanji sedang patah hati, jadi kau tak perlu mengkhawatirkannya," jawab Pamela dengan santai.


Luis mulai kesal dengan Pamela, ia lalu bertanya dengan Pak Adit. Akhirnya Pak Adit menjelaskan semuanya kepada Luis.


Cukup lama mereka semua menunggu Pimpinan yang tak kunjung bangun, akhirnya Pimpinan membuka matanya, ia melihat tempat yang sangat berbeda.


"Aku dimana?" tanya Pimpinan.


"Kakek ada diruang medis," jawab Luis.


"Kenapa aku bisa berada di sini? Bukankah barusan aku sedang bersama wanita cantik dan seksi? Kenapa aki cepat sekali pindah," ucap Pimpinan yang merasa bingung.


Pamela, Luis dan Pak Adit saling menatap satu sama lain.


"Memangnya, Pimpinan bertemu cewek-cewek itu dimana?" tanya Pamela.


"Aku bertemunya di halaman rumah, kita sedang mengadakan pesta besar-besaran, kenapa aku ada disini," jawab Pimpinan Hanji.


"Pimpinan semalam mabuk berat, jadi kami membawanya kemari," ucap Pamela.


"Benarkah? Aku ini pria yang kuat dengan minuman beralkohol, mana mungkin aku mabuk," kata Pimpinan Hanji.

__ADS_1


"Oh, begitu ya. Bagaimana kalo kita sarapan saja, Pimpinan pasti membutuhkan sup hangat agar lebih energik lagi," ajak Pamela.


"Ide yang bagus, baiklah. Aku harus mandi dulu," ucap Pimpinan Hanji.


Pimpinan Hanji di antar oleh Pak Adit untuk membersihkan diri, hanya tersisa Pamela dan Luis di ruang medis.


"Terima kasih, sudah menjaga Kakek," ucap Luis.


Pamela melirik Luis dari ujung kaki sampai ke ujung rambut.


"Hem ... ada apa?" tanya Luis.


"Tidak, aku minta imbalan," jawab Pamela.


"Jadi kau tidak ikhlas, membantu Kakekku?" tanya Luis.


"Aku lapar belom makan, mendapat kabar jika Pimpinan Hanji tidan sadarkan diri, aku langsung kemari dan sekarang aku kelaparan," jawab Pamela dengan wajah yang memelas.


"Baiklah, kau ingin makan apa?" tanya Luis.


"Apa kau sungguh akan meneraktirku," jawab Pamela.


Luis menganggukan kepalanya.


"Aku ingin makan, ayam bakar, nasi bakar, somay, pempek, cake, salad sayur, buah apel dan jus kiwi," ucap Pamela.


Seketika Luis menatap heran wajah Pamela.


"Apa kau yakin, semuanya akan dimakan?" tanya Luis.


Pamela menganggukan kepalanya.


'Ternyata makannya banyak banget, dasar wanita aneh,' gumam Luis dalam hati.


"Apa kau mau?"


"Kau harus mencicipi ini?"


"Bagaimana enakan?"

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2