Dokter Or Disk Jokey

Dokter Or Disk Jokey
Istirahat yang sesungguhnya


__ADS_3

Pamela memberi nomornya pada Luis, ia langsung berlalu pergi meninggalkan ruang VIP.


Luis langsung menyamakan nomor ponsel milik Pamela dengan milik Peimel, ternyata nomor mereka berbeda.


"Aku rasa dia bukan Peimel, tapi kenapa wajah mereka sangat mirip?" gumam Luis.


Luis masih merasa penasaran, ia akan terus mendekati Pamela untuk memastikan jika dia bukan orang yang sama.


Pamela langsung menemui Dokter Boy.


"Dok, tugas saya sudah selesai," ucap Dokter Pamela.


Dokter Boy, menatap Pamela dengan senyuman.


"Apa kau akan keluar dari rumah sakit ini?" tanya Dokter Boy.


"Saya hanya melakukan sesuai perjanjian yang sebelumnya kita sepakati," jawab Pamela.


"Baiklah, jika itu mau mu. Tapi jika kau ingin menjadi karyawan tetap pun rumah sakit ini terbuka lebar untukmu," ucap Dokter Boy.


"Saya hanya tidak ingin menyia-nyiakan bakatmu. Kau sudah di anggap sebagai keluar besar rumah sakit ini, jadi saya harap kau pertimbangkan lah lagi," sambungnya.


Ucapan Dokter Boy, membuat Pamela terdiam. Ia yang semula akan berhenti hari ini juga, karena tawaran dari Dokter Boy. Membuatnya langsung mempertinbangkan semua itu.


"Baiklah Dok, saya akan pertimbangkan semuanya. Tapi besok saya ingin mengambil jatah libur yang belom sempat saya ambil," ucap Pamela.


"Baiklah," Dokter Boy.


Pamela langsung kembali keruang staf, ia memikirkan semua yang dikatakan Dokter Boy. Ia terlihat melamun. Tiba-tiba Dokter Dani membawa banyak makanan siap saji masuk ke dalam ruang star.


Dokter Dani yang melihat Pamela sedang duduk, membuatnya langsung mendekat.


"Kau kenapa Dok, aku membawa banyak makanan, apa kau mau?" tanya Dokter Dani.


Pamela langsung menatap Dokter Dani yang membawa banyak makanan, kebetulan Pamela pun lapar.


"Wah, apa kau baru saja mendapat rejeki nomplok," jawab Pamela.


"Rejeki. Iya aku mendapat rejeki dari pasienku, dia merasa sangat berterima kasi karena telah merawat Kakaknya, dia membawakan makana sebanyak ini," jelas Dokter Dani.


"Wah kau hebat, sering-sering saja seperti ini, ha ... ha," ucap Pamela.


Pamela dan Dokter Dani, memakan semua makanan yang dibawa Doktee Dani, sampai akhirnya mereka kekenyangan.


Suara sendawa itu terdengar sangat keras, membuat Pamela langsung menutup mulut Dokter Dani menggunakan penggaris.


"Sendawamu sangat keras, apa tidak bisa pelan-pelan," ucap Pamela.

__ADS_1


Merasa tepar, Doktee Dani tidak memperdulikan ocehan Pamela, ia langsung tertidur setelah merada kenyang.


"Astaga, aku sangat kenyang sampai tidak bisa bangun lagi," ucap Pamela.


Pamela melirik ke arah Dokter Dani yang sudah tertidur.


"Enak sekali dia tertidur, aku rasa aku juga harus tidur, beberapa hari ini jam tidurku sangat berantakan," oceh Pamela.


Pamela pun tertidur di kursi tempatnya bekerja, sampai akhirnya mereka berdua terlelap.


Dokter Morgan masuk ke dalam ruang staf, karena ia ingin beristirahat.


Dokter Morgan melihat Pamela dan Dokter Dani sedang tertidur pulas dengan sampah yang berserakan diatas meja kerjanya.


"Apa mereka sedang pesta, kenapa tidak mengajakku, ini sangat keterlaluan," gerutu Dokter Morgan.


Melihat Pamela yang tertidur sangat pulas, membuat Dokter Morgan tak sanggup untuk membangunkannya.


Akhirnya Dokter Morgan pun merebahkan tubuhnya diatas sofa yang cukup membuatnya nyaman.


"Aku sangat lelah," ucap Dokter Morgan.


Tak lama Dokter Morgan pun tertidur lelap dalam sekejab, karena terasa badannya sangat letih.


Dokter Feni pun setelah merawat pasiennya, ia ingin beristirahat ke ruang staf, Dokter Feni langsung berjalan menuju ruang staf.


"Suara itu membuatku takut, tapi aku sudah sangat ngantuk. Tidak ada pilihan lagi, kalo aku mau pulang, rasanya tidak mungkin," ucap Dokter Feni.


Karena sudah sangat lelah, Dokter Feni akhirnya duduk di sofa dekat dengan Dokter Morgan.


"Hadeh," ucap Dokter Feni, menghembuskan napasnya.


Dokter Feni merebahkan tubuhnya dan dalam waktu dengan ia langsung tertidur lelap.


Mereka semua tertidur lelap, sambil merangkai mimpi yang entah itu mimpi indah atau mimpi buruk.


Malam ini suasana rumah sakit cukup sepi, seolah membiarkan semua staf rumah sakit untuk beristirahat.


Mereka semua bisa merebahkan tubuhnya untuk beristirahat. Untunglah semua pasien yang menjalani rawat inap pun tidak serewel seperti biasanya, mereka semua terlihat tenang.


Sampai waktu berganti menjadi pagi hari, semua staf termasuk perawat bangun dengan segar karena mereka cukup beristirahat.


Di ruang staf, Dokter Feni, Morgan, Dani dan Pamela masih tertidur pulas, pancaran sinar matahari membuat salah satu dari mereka terbangun.


Pamela pun terbangun dengan tiba-tiba, karena ia ingin buang air kecil. Pamela dengan remang-remang berjalan menuju kamar mandi.


Saat nyawanya sudah terkumpul penuh, Pamela langsung mencuci mukanya yang masih lengket karena numpuk belek atau kotoran mata.

__ADS_1


Merasa sudah segar, Pamela kembali keruang staf, ia sangat terkejut melihat Dokter Feni, Morgan dan Dani masih tertidur.


"Astaga, jadi semalem mereka tidur semua disini," gumam Pamela.


Pamela langsung membereskan makanan yang berserakan di atas mejanya, sampai terlihat bersih.


Pamela tanpa membangunkan mereka semua, Pamela keluar dari ruang staf dan langsung menuju ruang UGD, memeriksa rekam medik pasien yang menjalani rawat inap.


"Semalam tidak ada pasien datang?" tanya Pamela.


"Semalam tidak ada pasien Dok, akhirnya kami bisa beristirahat dengan tenang," jawab Perawat Rere.


Tiba-tiba Perawat Ken pun datang, ia langsung mengeliat untuk meluruskan otot-ototnya.


"Selamat pagi Dok, bagaimana dengan tidurmu apakan nyenyak?" sapa Perawat Ken.


"Kau ini kenapa? Tidak seperti biasanya," jawab Pamela.


"Malam ini kami bisa beristirahat dengan tenang, akhirnya setelah sekian lama, ini sangat menyenangkan," ucap Perawat Ken.


"Jadi sekarang kau sudah merasa segar bugar, sekarang kau harus ikut aku untuk memeriksa kondisi Pimpinan," ajak Pamela.


Perawat Ken yang tadinya semangat, seketika ia langsung merasa lemas.


"Kau kenapa? apa kau anemia?" tanya Pamela.


"Tidak Dok, ayok kita periksa kondisi Pimpinan," jawab Perawat Ken.


Mereka berjalan menuju ruang VIP, Pamela masuk ke dalam ruangan, tak lupa Pamela memeriksa tanda vita Pimpinan.


"Bagaimana kondisi Pimpinan, apa semalam tidur nyenyak?" tanya Pamela.


"Sepertinya aku tidur sangat nyenyak, sampai aku tak menyadari waktu sudah pagi," jawab Pimpinan.


"Syukurlah Pak, kondisi anda mulai stabil. Tapu nanti kita harus melakukan pindai CT lagi dan MRI," ucap Pamela.


"Lalu kapan aku akan pulang?" tanya Pimpinan.


"Setelah Pimpinan melakukan serangkaian pemeriksaan pindai CT dan MRI, kami akab putuskan apakah Pimpinan diperbolehkan pulang atau tidak," jawab Pamela.


"Kenapa lama sekali, aku sudah bosan," kesal Pimpinan.


"Jika anda bosan, anda bis menonton kartun Pak," ucap Pamela.


Pamela langsung menyalakan televisi yang ada diruang VIP, ia mencari chenel yang menayangkan kartun.


"Dia pikir aku anak kecil."

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2