Dokter Or Disk Jokey

Dokter Or Disk Jokey
Jalan sehat


__ADS_3

Pamela langsung masuk ke dalam, ia terlihat sangat menyesali perbuatannya yang tidak datang tepat waktu, menemui Pimpinan Hanji.


"Maaf Pak, saya ..." ucap Pamela belom sempat melanjutkan pembicaraanya sudah di potong oleh Pimpinan Hanji.


"Kau terlalu nyenyak tidur hingga melupakan saya," ujar Pimpinan Hanji.


Seketika Pamela langsung kaget, mendengar jawaban dari Pimpinan Hanji yang mengetahui kesalahan Pamela.


"Pak Hanji kenapa bisa tahu?" tanya Pamela.


Pimpinan Hanji pun tersenyum.


Flash back.


"Sudah pukul 10.00 pagi, kenapa nomor Pamela tidak aktif juga, coba kau lacar nomor itu," perintah Pimpinan Hanji.


Entah mereka menggunakan alat apa, mereka bisa tahu aktifitas yang di lakukan Pamela walaupun hanya menggunakan nomor ponselnya, Pimpinan Hanji yang melihat Pamela tertidur seperti orang mati suri, hanya bisa tersenyum.


Gambar Pamela terpampang di layar monitor yang dirancang khusus oleh mafia Hanji untuk memantau musuhnya, saat ini di gunakan untuk mencari tahu kebiasaan yang di lakukan Pamela.


"Dia terlihat sangat kelelahan, biarkan saja dia tidur," ucap Pimpinan Hanji dan kembali ke ruang santai.


Flash off.


Pimpinan Hanji belom menceritakan kecanggihannya dalam melacak Pamela. Ia hanya terus tersenyum menatap Pamela yang masih terkejut dengan ucapannya.


"Pak, katakan padaku, dari mana Pak Hanji bisa tahu semuanya. Apa ajudan Pak Hanji yang menyusul saya di rumah Nenek," tanya Pamela.


"Itu rahasia," jawab Pimpinan Hanji.


Pimpinana Hanji, melihat Pamela membawa sebuket bunga casablangka yang ternyata sangat di sukai Pimpinan.


"Bunga untuk siapa?" tanya Pimpinan Hanji.


Pamela langsung melirik bunga itu dan memberikannya kepada Pimpinan.


"Saya sengaja membelikan bunga ini sebagai permintaan maaf saya," jawab Pamela.


"Sudah saya maafkan," sahut Pimpinan Hanji.


"Bagaimana kondisi Pak Hanji, apa mulai ada perubahan, setelah menerapkan pola hidup yang sehat?" tanya Pamela.


"Saya belom merasakan apapun, hanya rasa, perut ini mulai sedikit nyaman," jawab Pimpinan Hanji.


Pamela menatap jam, ia melihat jika waktu sudah menunjukan sore hari.


"Anda harus berjalan di taman Pak, nanti anda bisa tahu manfaatnya sendiri," ucap Pamela.


"Memangnya apa manfaatnya?" tanya Pimpinan Hanji.

__ADS_1


"Olaraga itu mampu menyeimbangkan emosi kita, pernapasan, kekuatan otot, dan rileksasi otak kita," jawab Pamela.


"Apa itu akan berpengaruh baik untuk saya, kau tahu, penyakit yang saya derita selama bertahun-tahun? Untuk sangat berat bagi saya," tanya Pimpinan Hanji.


"Pusat pertama terjadinya penyakit itu dari rasa lelah dan stres yang berlebihan, maka dari itu saya mengajak Pak Hanji untuk merileksasikan diri," jawab Pamela.


Pamela yang tidak mengetahui persis tentang Pimpinan Hanji yang selalu diincar oleh musuhnya.


Ajudan yang terus menjaga Pimpinan Hanji pun merasa kesal dengan ajakan Pamela, itu sangat membahayakan keselamatan Pimpinan Hanji. Tetapi ... Pimpinan Hanji justru malah mengikuti arahan Pamela, membuat para ajudannya harus siaga lebih ekstra.


Mereka bersiap untuk jalan sehat di sore hari.


"Jika anda lelah, anda bisa menggunakan kursi roda Pak," ucap Pamela.


Pimpinan Hanji pun menuruti apa yang di katakan Pamela, mereka pun berangkat menuju taman kota yang cukup ramai di kunjungi banyak pria dan wanita paruh bayah.


Pimpinan Hanji menggunakan pakaian biasa, agar tidak mudah dikenali oleh musuhnya. Saat sampai, Pamela langsung mendorong kursi roda yang di duduki Pimpinan Hanji, aksi Pamela di rekam oleh kamera tersembunyi.


Luis memantau gerak-gerik Pamela saat sedang jalan sehat bersama Kakeknya, ia pun tak habis pikir dengan pola pikir Pamela yang semaunya mengajak Pimpinan Hanji keluar dari rumah tanpa pengawasan yang ketat.


"Apa maksudnya membawa Kakek ke luar seperti itu?" tanya Luis.


"Mungkin, Nona Pamela tidak mengetahui jika Pimpinan Hanji adalah orang yang sangat berpengaruh bagi dunia, ia seenaknya membawa Pimpinan tanpa pengawasan yang ketat," jawab Asisten Jemi.


"Ini tidak bisa di biarkan," kesal Luis.


Pimpinan Hanji menghirup udara yang sangat sejuk, di hiasi taman-taman yang sangat indah, membuat Pimpinan Hanji merasa sangat menikmatinya.


"Sudah sore tapi udara di sini masih sangat sejuk," ucap Pimpinan Hanji.


"Karena di sini jauh dari keramaian Pak, coba lihatlah danau itu, terasa tenang dan bunga-bunga yang mulai bermekaran pun terasa sangat indah di pandang mata, " sahut Pamela.


"Kau sering kemaru?" tanya Pimpinan Hanji.


"Aku sering Pak, apalagi makan di dekat danau itu," ucap Pamela menunjuk kedai langganannya.


"Kedai itu rasanya sangat enak, Bapak harus mencobanya," sambungnya.


Pimpinan Hanji hanya tersenyum, cukup lama mereka berbincang, dan akhirnya Pamela dan Pimpinan Hanji mulai kembali ke dalam mobil.


Mereka langsung masuk dan kembali ke ru.ah Pimpinan Hanji. Saat pulang, chef yang memasak makanan di rumah Pimpinan Hanji sedang menyiapkan hidangan untuk makan malam.


Pamela dan Hanji langsung masuk ke ruang periksa, ia melihat ada Dokter Zen yang sudah menunggunya, betapa terkejutnya Pamela melihat Dokter yang pernah debat di rumah sakit terpencil.


"Dokter Zen," panggil Pamela.


Pimpinan Hanji, melirik Pamela yang menyebut Dokter pribadinya.


"Kau mengenalnya?" tanya Pamela.

__ADS_1


Pamela menganggukan kepalanya.


"Bagaimana kabarmu Pak Pimpinan?" tanya Dokter Zen menyapa Pimpinan Hanji.


"Sejak ada Dokter cantik ini, aku merasa baikan," jawab Pimpinan Hanji.


Mereka tertawa, sekilas Dokter Zen melirik Pamela, yang terlihat masih bingung dengan kedatangan Dokter Zen.


"Dia sangat pandai bukan, dalam mendiagnosa?" tanya Dokter Zen.


"Kau benar sekali, dari cara bicaranya yang bar-baran membuatku sudah menduga jika dia wanita yang cerdas," jawab Pimpinan Hanji.


"Jadi, Dokter Zen adalah Dokter pribadi Pimpinan Hanji?" tanya Pamela yang masih syok.


"Dia adalah Dokter pribadiku sejak aki di nyatakan penyakit kardivaskuler," jawab Pimpinan Hanji.


Pamela mencoba menerima jawaban dari Pimpinan Hanji, Dokter Zen langsung memeriksa kondisi Pimpinan secara detail, di ikuti Pamela yang mempeehatikan saat Dokter Zen melihat hasil pindai CT.


Pamela melihat ada pembengkakan di bagian organ abdomen (perut). Pamela terus memperhatikan jika pembengkakam itu semakin melebar hingga mengenai organ lainnya.


"Ada pembengkakan di bagian usus besarnya, apa itu kanker kolorektal?" tanya Pamela.


Dokter Zen, langsung menatap Pamela.


"Apa kau yakin, jika itu jawabannya?" jawab Dokter Zen.


"Yang kita perlukan adalah, sempel darah pasien dan memeriksa di salah satu laboratorium Uniace, mereka mampu mendeteksi secara dini," jelas Pamela.


"Tindakanmu sangat tepat, ayok segera lakukan itu," perintah Dokter Zen.


Pamela langsung menggunakan pakaian pelindung diri, seperti hasmed, dan tak lupa menggunakan masker dan penutup kepala.


Pamela langsung menyiapkan tempat untuk mengambil sempel darah dan mengirimnya ke Laboratorium Uniace.


Selesai mengambil darah Pimpinan Hanji, Pamela di suruh menyamarkan sampel darah itu dengan nama inisial yaitu HN.


Pamela langsung pergi berasama alah satu ajudan yang terus mengikuti kemana perginya Pamela.


Sampainya di Laboratorium terbesar, Pamela masuk ke dalam dengan menggunakan bahasa inggris, mereka bercakap cukup lama dan akhirnya Pamela menyerahkan sampel darah kepada petugas yang berjaga.


Mereka mengatakan, pamerikasaanya membutuhkan waktu sekitar 2 hari. Pamela pun menyetujuinya dan pergi meninggalkan Laboratorium Uniace itu.


Pamela kembali lagi ke rumah Pimpinan Hanji.


"Tidak mudah masuk ke dalam Laboratorium itu, saya hampir kesulitan saat mereka mengatakan identitas Pimpinan, tapi untungnya, setelah berbincang cukup lama, mereka mau melakukan pemeriksaan dan meminta waktu dua hari untuk menunggu hasilnya keluar," jelas Pamela.


"Bagus."


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2