Dokter Or Disk Jokey

Dokter Or Disk Jokey
Sekelompok Bandit.


__ADS_3

Adil men mcerna setiap ucapan Kevin, ia menatao Pamela yang sangat mengharapkan bantuan darinya.


"Okay, besok kita selidiki tempat itu," ucap Adil, membuat Pamela sangat lega, begitu pula Kevin.


"Kita hari ini menyusun rencana dulu, bagaimana besok bisa masuk ke dalam pabrik itu tanpa di ketahui mereka," ucap Kevin.


Mereka bertiga sedang berdiskusi tentang penyelamatan para korban perdagangan anak, ia mencari tahu siapa mafia yang di katakan kejam terkenal sangat sadis itu.


Adil pun akhirnya meninggalkan gedung Ziny Music, dari kejauhan ada yang melihatnya keluar dari gedung dan masuk ke dalam mobil, tak lama Pamela pun keluar, dan memasuki mobiknya.


Mereka melajukan mobilnya, berbeda arah, membuat seseorang yamg memantau mereka merasa heran.


"Kenapa ada saudara dari keluarga pasien VIP, apa hubungannya dengan Pamela?" gumam pria itu.


Mobil pria itu langsung melaju pergi meninggalkan gedung Ziny Music.


Pamela yang langsung ke Yayasan Dream Medika, ia menunggu di parkiran, saat ia keluar dari dalam mobil. Kety sudah menunggunya di ruang tunggu.


Melihat Pamela datang, Kety terlihat sangat senang dan langsung mendekati Pamela.


"Apa kamu sudah lama menunggu?" tanya Pamela.


Kety menggelengkan kepalanya. "Aku baru saja keluar dan tak lama Kak Pamela datang."


"Bagaimana dengan ujianmu, apa kamu bisa mengerjakannya?" tanya Pamela.


"Menurutku, semua materinya sangat mudah. Dan aku tinggal menunggu hasilnya," jawab Kety dengan penuh keceriaan.


"Syukurlah kalau begitu, apa kamu mau makan sushi?" tanya Pamela.


"Apa itu sushi?" jawab Kety.


"Nasi yang digulung, tengahnya ada dagingnya," ucap Pamela.


Kety berfikir, nasi yang digulung seperti makanan yang tidak asing baginya.


"Nasi yang digulung? Hem ... leper ya kak," ucap Kety.


Pamela langsung menoleh ke arah Kety dengan wajah yang kaget. Tak lama Pamela tertawa karena jawaban Kety.


"Kenapa Kakak tertawa? Jawabanku benarkan?" tanya Kety.


"Bukan itu maksudku, ya sudahlah, kita ke restonya ya," jawab Pamela.


Pamela langsung melajukan mobilnya menuju resto jepang, yang dulu pernah di datanginya saat bertemu dengan Luis.

__ADS_1


Mereka pun keluar dari dalam mobil dam masuk ke dalam resto itu, Pamela memesan tempat yamg standar untuk dua orang.


Salah satu pelayan membawa buku menu, dan meletakan di atas meja milik Pamela, Pamela langsung membuka buku itu, ia menawari Kety semua menu makanan yang ada di dalam resto itu.


"Kamu pilih yang mana, ini makanan semuanya enak," ucap Pamela.


Kety hanya menganggukan kepalanya, ia membuka satu persatu setiap menu yang ada di dalam buku itu, ia melihat sushi yang di tabur dengan daging ayam, ia mengiranya itu adalah lemper goreng.


"Kak, aku mau lemper goreng ini," tunjuk Kety.


Pamela dan pelayan resto terkejut, mendengar Kety menunjuk sushi kitchen fried.


"Hah, lemper? Mana ada, itu sushi sayang," ucap Pamela.


"Nah itu maksudnya," ucap Kety.


Mereka memesan beberapa makanan, dan minuman.


Saat makananya datang, Kety langsung melahap makanan itu dengan sendok garpu. Pamela yang melihat tingkah Kety langsung mencegahnya.


"Eh salah!" seru Pamela.


Kety langsung terdiam menatap Pamela.


"Apanya yang salah Kak?" tanya Kety.


Saat pamela dan Kety sedang makan di resto jepang, di situlah Luis melihat Pamela sedang mengajari Kety cara memegang sumpit dengan benar, Luis memperhatikan Pamela dan anak itu.


"Apa dia anaknya?" tanya Luis.


"Kemungkinan Tuan, anak itu memakai pakaian sekolahan YDS," jawab asisten Jemi.


Luis langsung masuknke dalam ruang VIP, resto ini menjadi langganannya untuk bertemy dengan beberapa Klien, Pikiran Luis teringat siapa anak itu, ia masih belom percaya jika Pamela sudah mempunyai anak.


Tak lama Kliennya pun datang dan mereka berbincang tentang bisnis.


Sedangkan Pamela dengan sabar, mengajari Kety cara memakai sumpit, sampai akhirnya ia berhasil menggunakan sumpit.


Kety terlihat sangat senang, ia langsung menyantap sushi dengan sumpit.


Mereka makan dengan lahap dan menghabiskan semua makanan yang di pesan, hingga akhirnya merasa kekenyangan.


"Hadeh, kenyang banget," ucap Pamela, begitu juga dengan Kety yang merasa roknya sempit.


Cukup lama mereka istirahat, karena tidak sannggup berjalan, akhirnya Pamela memutuskan untuk pulang ke rumah Nenek.

__ADS_1


Sampai di rumah Nenek, tiba-tiba Pamela mendapat pesan dari Adil, ia memberitahu jika ia punya rencana untuk masuk ke dalam markas.


Kevin pun sama mendapat pesan dari Adil, dengan cepat Pamela langsung melajukan mobilnya kembali keluar dari gang rumah Nek Marlin tanpa berpamitan.


Nek Marlin sudah terbiasa dengan kebiasaan Pamela, tidak dengan Kety yang baru saja turun dari mobil, melihat Pamela langsung pergi lagi, membuatnya bertanya-tanya.


"Kak Pamela mau pergi kemana Nek? Sepertinya buru-buru?" tanya Kety.


"Mungkin ada urusan mendesak, janhan pikirkan Kakakmu, bagaimana tadi dengan ujianmu? Apakah kau bisa mengerjakan," jawab Nek Marlin.


Kety menganggukan kepalanya, ia melihat Nek Marlin yang sedang memasak sambal cumi asin yang sebenarnya itu makanan kesukaan Kety, wangi masakan Nek Marlin membuat perut Kety yang tadinya kenyang, kini kembali lapar.


"Harum sekali masakan Nek Marlin," ucap Kety.


"Mandilah, dan makan bersama Nenek," perintah Nek Marlin.


Dengan senang hati, Kety langsung pergi kekamarnya untuk membersihkan diri.


Pamela melaju mobilnya menuju Gedung Ziny Music, ia melihat Kevin sudah menunggunya di luar gedung. Mobil Pamela menepi, dan Kevon pun langusung naik ke dalam mobil Pamela.


Hanya dengan anggukan kepala, mobil melaju dengan kecepatan tinggi, sebelum Pamela menjemput Kevin, ia sudah menutupi identitas mobilnya dengan BE samaran yang sengaja di pasang otomatis di mobilnya, membuat Pamela tidak mudah di kenali.


"Kenapa harus turun hujan seperti ini, biasanya di area kota B akan ada razia polisi, kita perlu melewati jalan yang lain," ucap Kevin.


"Apa kau tahu jalan?" tanya Pamela.


Kevin menatap Pamela yang sempat meragukan Kevin.


"Aku sedikit paham dengan jalanan sini, ayok belok kanan," jawab Kevin.


Mobil Pamela pun belok kanan sesuai perintah Kevin. Mereka melaju, melewati jalanan kawasan yang sangat sunyi, sampai di ujung jalan mobil mereka mengambil arah kiri dan bertemu dengan mobil Adil.


Pamela langsung keluar dan mengetuk pintu mobil Adil, tak lama Adil langsung keluar dari dalam mobil.


Mereka terlihat di tempat yang asing, dan sangay sepi, ternyata itu gudang milik perkebunan milik keluar Adil.


Saat Adil akan mengatakan sesuatu, tiba-tiba ... Kevin merasakan sesuatu, ia mencegah Adil berkata.


"Aku rasa kita perlu pergi dari sini, tempat ini tidak aman," ucap Kevin.


"Apa maksudmu? Ini gudang milik perkebunan keluargaku," kata Adil.


"Aku tahu, tapi ada yang mengintif dan memantau kita, lebih baik kita pergi sekarang," ucap Kevin.


Adil sempat tidak percaya, dan ternyata benar dugaan Kevin, mereka di ikuti sekelompok bandit. Dengan tertawa terbahak-bahak, sekelompok bandit itu mulai keluar dari persembunyiannya.

__ADS_1


Adil, Kevin dan Pamela mulai merapat, mereka mulai mundur perlahan untuk menghindari bandit itu.


BERSAMBUNG....


__ADS_2