Dokter Or Disk Jokey

Dokter Or Disk Jokey
Guyonan


__ADS_3

Citra langsung bertemu dengan teman-temannya, ia terlihat sangat senang bertemu dengan taman yang ada di Ziny Music dari pada teman yang ada di sekolahnya.


Citra selalu mendapat bulian karena ia tidak pandai dalam pelajaran dasar, maka dari itu membuat Citra harus belajar mati-matian.


Tapi kini Citra bisa mengatasi mereka yang selalu meremehkannya, ia berani melawan semua orang yang menganggapnya tidak berguna.


"Kau terlihat ceria hari ini," ucap Iqbal.


"Tentu, bertemu dengan kalian sangat menyenangkan bagiku," sahut Citra.


Mereka sedang berbincang satu sama lain, tak lama Aril yang menjadi asisten Kevin pun masuk kedalam kelas music, ia mengajar music di kelab Irama.


"Sore anak-anak, apa kabar," sapa Aril.


"Sore Pak! Kabar kami baik."


Suara kompak murid yang ada di dalam ruangan.


"Kali ini kita akan belajar mengansemen music klasik menjadi music pop, bagaimana apa kaliam setuju?" tanya Aril.


"Setuju," suara kompak para murid.


"Oiya, Bapak mau kasih kejutan kepada kalian," ucap Aril.


"Apa itu Pak?" tanya Ragil.


"Lusa kalian akan bertemu dengan Disk Jokey Pamel, semoga kalian tidak menyia-nyiakan kesempatan itu," jawab Aril.


"Wah ... dia seorang Disk Jokey yang pandai mengaransemen musik klasik menjadi jazz, ini sangat keren," sahut Iqbal.


"Kau benar sekali, yasudah ayok kita keruang Irama 03," perintah Adil.


.


.


.


.


Pamela terlihat sangat serius membaca semua jurna tentang penyakit yang di derita oleh Pimpinan, ia dan Dokter Zen sedang sibuk mempersiapkan diri untuk melakukan operasi.


"Dimana operasi ini akan berlangsung?" tanya Pamela.


"Sepertinya kita akan mengoprasi Pimpinan di rumah sakit miliknya," jawab Dokter Zen.


"Apa! Pimpinan memiliki rumah sakit, di mana rumah sakit itu?" tanya Pamela dengan wajah yang sangat serius.


"Rumah sakit yang cukup terpencil, rumah sakit itu berada di ujung kota," jawab Doktee Zen.


"Dokter! Katakan apa nama rumah sakit itu?"tanya Pamela.

__ADS_1


Pamela merasa sangat penasaran dengan rumah sakit yang Pimpinan miliki, ia terus mendesak Dokter Zen, untuk mengatakan yamg sebenarnya.


"Rumah sakit Radom," jawab Dokter Zen.


Pamela langsung melebarkan matanya. "Apa Dokter srius?" tanyanya.


Dokter Zen menganggukan kapalanya.


"Di sana banyak dokter yang sangat berpotensi, namun karirnya berantakan, karena ketidal adilan yang terjadi di dunia kerja," jelas Dokter Zen.


"Aku sempat di tawari pekerjaan oleh Dokter Boy, tapi ... sampai saat ini aku belom mengiyakannya," ucap Pamela.


"Itu aku yang menyuruhnya, dia meminta Dokter muda yang berpotensi sepertimu, saat kasus itu teejadi, kau yang di geser oleh pihak rumah sakit jadi aku langsung menghubungi Dokter Boy," jelas Dokter Zen.


"Jadi kasus yang kemarin menimpaku, adalah perbuatan kalian? Apa maksud semua ini?" tanya Pamela.


"Entahlah aku tidak tahu, yang jelas mereka yang mempunyai banyak uang bisa berkuasa," jawab Dokter Zen.


"Permainan kotor, mereka menghancurkan karir semua dokter yang berpotensi, apa mereka tidak berfikir, jika pasien membutuhkan dokter sejati yang melayaninya sedang penuh hati! Kalo sistem mereka seperti itu, aku rasa semua pasien akan meninggal dunia," kesal Pamela.


"Kau sangat berbahaya jika sedang kesal dengan seseorang," kata Doktee Zen.


Pamela dan Doktee Zen sedang asik berbincang, sehingga mereka tidak menyadaru jika Pimpinan Hanji masuk ke dalam ruang periksanya.


Pimpinan melihat Pamela yang terus-terus, mengoceh panjang lebar, membuat Doktee Zen memberi kode kepada Pamela tetapi dihiraukan begitu saja.


"Aku tidam habis pikir dengan pemikiran mereka, yang mengandalkan uang, uang, uang, memangnya uang bisa membuatnya bahagia? Aku rasa tidak," oceh Pamela.


Pamela langsung menatap mata Dokter Zen yang memberi tahu jika ada seseorang di belakangnya, Pamela langsung menoleh ke arah belakang.


"Apa sudah mengocehnya?" tanya Pimpinan Hanji.


"Maafkan saya," jawab Pamela.


Pimpinan Hanji langsung tertawa saat Pamela, membuat semua orang yang ada di dalam ruang periksa bingung termasuk Dokter Zen.


"Kau ini sangat lucu, hay anak muda berapa usiamu?" tanya Pimpinan Hanji.


Pamela langsung menatap Pimpinan Hanji dan langsung menunjuk dirinya.


"Saya Pimpinan," ucap Pamela.


"Iya, kamu. Memangnya ada anak muda lagi selain kamu?" jawab Pimpinan Hanji.


"Umur saya 26tahun Pimpinan, memangnya ada apa Pimpinan?" tanya Pamela.


"Hanya bertanya saja, aku sangat bosan di kamar dan di ruang santai, makanya aku kesini dan melihatmu berbicara seperti burung beo, membuatku sedikit terhibur," jawab Pimpinan Hanji.


"Kenapa tidak bilang jika bosan, kan bisa bergosip dengan kami, Pak," ucap Pamela, membuat Dokter Zen langsung menatap tajam ke arah Pamela.


"Ups, maaf," ucap lirik Pamela.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, apa perlu kita mulai bergosip," ucap Pimpinan Hanji.


"Jika kalian canggung, aku akan menyuruh ajudanku keluar dari ruangan," sambungnya.


Pimpinan Hanji, langsung menyuruh ajudannya untuk keluar, termasuk Pak Adit.


Di dalam ruangan hanya ada Pamela, Dokter Zen dan Pimpinan Hanji, mereka bertiga duduk di kursi, terlihat sangat canggung membuat Pamela hanya bisa memainkan jarinya.


"Mulai," ucap Pimpinan Hanji.


Seketika, Pamela langsung mempunyai ide untuk ngegibah dengan Bosnya.


"Apa Pak Hanji pernah memakan sayur lodeh?" tanya Pamela.


Dokter Zan yang mendengar Pamela mulai menggibah, merasa was-was, ia takut Pamela salah berbicara.


"Apa itu lodeh, apa lodeh itu orang yang membuat air liurnya?" jawab Pimpinan Hanji.


Pamela terdiam, mencerna ucapan Pimpinan Hanji. Ia langsung teringat jawaban yang tepat.


"Itu ludah Pak, bukan lodeh," ucap Pamela.


Tak lama mereka tertawa bersama, membuat para ajudan dan Pak Adit yang menunggu di luar ruang periksa, mendengar tawa mereka.


"Lodeh itu sayur yang di masak tanpa minyak," kata Dokter Zen.


"Dokter Zen, benar, rasanya enak sekali, apalagi di tambah sama ikan kering, tambah enak," ucap Pamela.


"Hah, ikan kering?" ucap Pimpinan Hanji.


"Iya ikan kering yag di jemur itu," ucap Pamela.


Pimpinan Hanji dan Dokter Zen mikir keras, memecahkan misteri ikan kering, apa itu ikam kering.


Tiba-tiba Dokter Zen menemukan jawaban.


"Ikan kering itu ya ikan asin, yang di jemur di trik matahari kan?" tanya Dokter Zen.


"Ikan asin? Apa itu enak?" tanya Pimpinan Hanji.


Seketika Dokter Zen dan Pamela langsung menatap Pimpinan Hanji, ia sangat terkejut dengan ketidaktauan Pimpinan tentang ikan kering atau ikan asin.


Tatapan Pamela dan Dokter Zen, membuat Pimpinan semakin bingung.


"Ada apa?" tanya Pimpinan Hanji.


"Pak Hanji seriusan tidak tahu ikan kering?" tanya Pamela.


"Mungkin Pimpinan dulu langsung jadi sultan, jadi tidak tahu apa itu ikan kering," sahut Dokter Zen.


"Memangnya apa?" tanya Pimpinan Hanji.

__ADS_1


"Aku rasa Pimpinan tidak banyak tahu tentang makanan rakyat jelatah," bisik Pamela kepada Dokter Zen.


BERSAMBUNG ...


__ADS_2