Dokter Or Disk Jokey

Dokter Or Disk Jokey
Perintah pimpinan Hanji


__ADS_3

Pamela pergi meninggalkan Dokter morgan yang masih terdiam di tempat. Ia merasa jika Pamela bukan sembarang wanita, dia sangat berbeda dari wanita yang lain.


"Aku rasa dia bukan wanita biasa," ucap Dokter Morgan.


....


Pamela langsung keluar untuk menuju gedung Ziny Music, untuk menemui Kevin.


Sesampainya di gedung itu, Pamela langsung masuk ke dalam dan melihat Kevin sedang duduk menatap layar komputernya.


"Kau terlihat sangat sibuk," ucap Pamela, membuat Kevin menoleh ke arah sumber suara, ia langsung tersenyum menatap Pamela yang sudah ada di depan matanya.


Kevin langsung beranjak dari tempat duduknya, ia memeluk Pamela, membuat Pamela bingung dengan tingkah Kevin.


"Kamu ini kenapa Kak?" tanya Pamela dengan wajah bingung.


Pelukan itu hanya sebentar, Kevin langsung melepaskan pelukan itu, ia kembali menatap Pamela yang tampak baik-baik saja.


"Akhirnya aku bisa bernafas lega, kau terlihat baik-baik saja," ucap Kevin, membuat Pamela semakin bingung.


"Memangnya aku ini kenapa? Aku baik-baik saja, tidak usah mencemaskanku," ujar Pamela.


Pamela langsung duduk diatas sofa, ia terlihat sangat lelah tiba-tiba perutnya berbunyi, menandakan jika dirinya lapar.


"Apa kau belom makan?" tanya Kevin.


Pamela menganggukan kepalanya, dengan raut wajah yang sangat melas.


"Kasiannya adikku satu ini, mau makan apa?" tanya Kevin.


"Kamu serius akan meneraktirku? Atau teraktiranmu ini ada maksudnya?" tanya balik Pamela.


Kevin terlihat seprti orang yang kebingungan, ia berusaha untuk tetap stay cool.


"Aku srius meneraktirmu! Mana mungkin aku mengharapkan yang lain," jawab Kevin dengan gugup.


Pamela tersenyum tipis, ia menatap Kevin yang kebingungan, membuatnya tertawa.


"Okay, baiklah. Aku ingin makan ramen dengan toping ceker," ucap Pamela.


Kevin pun bingung dengan permintaan Pamela.


"Aku harus beli di mana?" tanya Kevin.


"Aku tau tempatnya, ayok kita berangkat," jawab Pamela langsung bangkit dari tempat duduknya.


Kevin mengikuti ke mana maunya Pamela, ia terus berjalan kaki membuatnya lelah.


"Apa masih jauh? Kenapa tidak menggunakan mobil saja," ucap Kevin.


"Jalanannya terlalu sempit, jadi mobil tidak bisa lewat," sahut Pamela.


Mereka berjalan terus menelusuri pinggiran kota yang cukup jauh, akhirnya terlihat kedai langganan Pamela, ia langsung duduk di kursi.


"Pamel! Sudah lama tidak jumpa," sapa Bu Darsih.


Pamela tersenyum. Darsih melihat pria yang bersama Pamela membuatnya langsung mendekati Pamela.


"Siapa dia? Apa dia pacarmu?" bisik Darsih.


Pamela melebarkan matanya, ia langsung menggelengkan kepalanya.


"Bukan, dia itu kakakku," bisik Pamela.

__ADS_1


"O ... jadi begitu," sahut Bu Darsih.


Bu Darsih langsyng berjalan kembali menuju dapurnya, untuk memasak makanan kesukaan Pamela.


Kevin yang belom pernah makan di kedai, membuatnya sangat canggung.


"Tempatnya unik," ucap Kevin.


"Jangan di lihat tempatnya, tapi rasakan rasanya," ucap Pamela.


Makanan pun datang, Kevin sangat kaget melihat menu yang di pesan Pamela, terlihat sangat banyak, membuatnya hanya mampu menelan salivanya.


"Apa semua makanan ini akan habis?" tanya Kevi dengan wajah polosnya.


Pamela menganggukan kepalanya, ia langsung mendekatkan ramen yang di penuhi ceker.


Dengan lahap, Pamela memakan ramen itu, membuat Kevin merasa kenyang. Pamela melihat Kevin yang belom menyentuh makanannya.


"Kenapa tidak di makan? Ini enak," tanya Pamela.


Kevin hanya menganggukan kepalanya, membuat Pamela pun kesal, ia langsung menyendokan ramen ke dalam mulut Kevin. Mau tidak mau Kevin membuka mulutnya, dan apa yang terjadi, ternyata ia kaget dengan rasanya yang sangat lezat.


Ekspresinya terlihat sangat menegangkan, membuat Pamela pun ikut berhenti mengunyah.


"Bagaimana rasanya?" tanya Pamela.


Seketika Kevin langsung tersenyum, ia mendekatkan wajahnya ke arah Pamela, lalu berbisik.


"Ini sangat enak, rasanya mirip dengan makanan yang ada di hotel berbintang," bisik Kevin.


"Tadi kamu sok-sokan gak mau nyobain, giliran udah tahu rasanya, baru bilang enak. Hadeh payah," ucap Pamela.


"He ... he ... he, takut gak enak, sepertinya aku kurang deh kalo satu mangkuk," ucap Kevin, membuat Pamela menatapnya.


"Pesan lagi san," kata Pamela.


Dengan lahap, Kevin menghabiskan semua ramen yang dia pesan, sampai akhirnya ia kekenyangan, suara sendawa terdengar begitu lantang, membuat Pamela langsung memukulnya.


"Kau ini, sendawa di depanku," kesal Pamela.


"Aku kelepasan, perutku rasanya mau meledak," sahut Kevin.


Merasa sudah selesai makan, dan sudah kenyang. Pamela memutuskan untuk kembali ke gedung Ziny Music, tetapi kevin langsung mencegahnya untuk pergi dari kedai ini, ia meminta waktu kepada Pamela beberapa waktu untuk menyeimbangkan dirinya karena Kevin masih sangat kenyang.


"Tunggulah beberapa waktu, aku masih sangat kenyang," ucap Kevin.


Pamela akhirnya menuruti kemauan Kevin.


"Jujur, kenapa kau meneraktirku?" tanya Pamela.


"Karena aku ingin membuatmu bahagia," jawab Kevin asal.


"Yaudah kalo gitu, aku pulang saja," ucap Pamela membuat Kevin langsung menceritakan niat baiknya.


"Jangan pergi! Okay, aku akan menceritakan semuanya," ujar Kevin.


Pamela mendengar dengan seksama.


"Tuan Luis, ingin bertemu denganmu, sepertinya dia tertarik denganmu, eh maksudnya dengan pekerjaanmu," ucap Kevin.


"Oh Tuan Luis, yang memiliki diskotik itu kan. Kemarin aku merawat tawanannya tapi nyawanya tidak tertolong, aku rasa dia akan balas dendam denganku," jelas Pamela.


Kevin langsung menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Ku rasa dia tidak mempermasalahkan semua itu, dia ingin menawarkan pekerjaan untukmu," sahut Kevin.


Pamela langsung menatap Kevin.


"Apa maksudmu? Pekerjaan apa?" tanya Pamela.


"Dia hanya mengatakan ingin menemuimu secara pribadi, aku hanyak ngarang tentang menawarkan pekerjaan, jadi temui saja dia, siapa tahu ada manfaatnya untukmu," jelas Kevin.


Pamela pun merasa penasaran dengan Luis, ia terlihat sangat ambisius ingin menemuinya. Membuat Pamela pun akhirnya mau menemui Luis.


"Baiklah, kapan aku harus menemuinya?" tanya Pamela.


"Malam ini," jawab Kevin.


"What!" seru Pamela merasa sangat terkejut.


"Malam ini!" sambungnya dengan wajah yang bingung.


"Iya memangnya kenapa? Apa kau belom siap?" tanya Kevin.


"Bukan begitu, aku hanya kaget saja. Baiklah, aku tidak pulang," ajak Pamela.


Mereka pun pulang, denga berjalan kaki, membuat perut yang tadinya buncit kini menjadi kempes karena pembakaran lemak berjalan kaki.


Sampai di gedung Ziny Music, Kevin terlihat sangat kelelahan. Ia berjalan begitu jauh membuatnya langsung terduduk.


Tak lama mobil mewah pun datang menghampiri gedung Ziny Music, membuat Pamela dan Kevin langsung memperhatikan mobil itu.


"Aku rasa dia Luis," ucap Kevin masih mengatur napasnya.


Pamela memperhatikan mobil itu terbuka, dan Luis keluar dari dalam mobil. Luis mentapa Pamela yang sedang berdiri di depan gedung Ziny Music.


Luis berjalan mendekati Pamela, ia tersenyum menatap Pamela yang terdiam menatapnya.


"Malam Nona, kita bertemu lagi," sapa Luis dengan tersenyum manis.


Pamela dengan wajah datarnya, langsung menyuruh Luis masuk ke dalam gedung Ziny Music. Ia meninggalkan Kevin yang masih terduduk di depan.


"Bisanya dia masuk mengabaikanku yang masih kelelahan," gerutu Kevin.


Pamela berjalan menuju ruangan Kevin, diikuti Luis dan asistennya Jemi, gedung terlihat sangat sunyi dan sepi. Membuat aura hororpun terasa sangat mencekram.


Sampai diruangan Kevin, Pamela langsung menyuruh Luis untuk duduk di atas sofa.


"Ada apa Tuan mencariku?" tanya Pamela.


Luis tersenyum.


"Aku di sini ingin mengajakmu menemui Pimpinan Hanji," jawab Luis.


"Siapa dia? Aku tidak mengenalnya?" tanya Pamela.


"Tidak perlu tahu dia siapa, kau hanya oerlu bertemu dengannya sebagai seorang Dokter dan Pasien," jawab Luis.


Pamela hanya terdiam sejenak.


"Kapan aku harus menemuinya?" tanya Pamela.


"Besok pukul 13.00 siang, kirimkan alamatmu. Nanti akan ada yang menjemputmu," jawab Luis.


Luis berlalu pergi meninggalkan Pamela, setelah memberi tahu alasannya menemui Pamela.


"Tunggu!" seru Pamela, membuat langkah Luis terhenti.

__ADS_1


....


BERSAMBUNG.


__ADS_2