
Pamela mengarahkan senter ponselnya kebawah wajahnya. Ia terlihat seperti hantu. Membuat Luis merasa terkejut dan langsung berteriak.
"Hantu!"
"Beraninya kau masuk ke kamarku!"
Teriakan itu membuat Pamela pun ikut panik, ia mengira jika ada hantu sungguhan, tidak ada pilihan lagi. Tanpa di sadari, Pamela segera duduk di samping Luis dan memegang tangannya.
"Dimana hantu itu?" tanya Pamela, memegang tangan Luis.
Luis merasa tangannya dipegang oleh seorang wanita, membuatnya menatap wanita itu. Pamela pun menatap Luis.
Mereka saling menatap satu sama lain. Tatapan itu cukup lama, sampai akhirnya mereka tersadar, Luis langsung bangkit dari duduknya mencari tombol untuk menyalakan lampu.
Setelah menemukan tombol itu, barulah lampu dikamar Luis, menyala dengan terang.
"Rupanya kau," ucap Luis.
"Kau pikir siapa lagi? Dikamar ini hanya ada kita berdua," sahut Pamela.
"Ada apa kemari?" tanyaku.
"Aku mencari tombol untuk menghidupkan lampu, karena aku tidak tau dimana letaknya. Aku pikir listriknya padam, ternyata memang belom dihidupkan," jawab Pamela.
"Alasan saja ya," ketus Luis.
Pamela seketika, melirik Luis dengan tatapan yang sengit.
"Kalo aku tahu, aku tidak akan mencarimu. Dasar pria aneh," gumam Pamela.
Pamela dengan perasaan yang kesal, membuatnya langsung masuk ke dalam kamar, ia berusaha sendiri mencari tombol untuk menghidupkan lampu dan akhirnya ia menemukannya.
Pamela melihat kamarnya tidak ada kamar mandi, membuatnya kembali menemui Luis.
__ADS_1
Dengan rasa yang malas, ia mendekati Luis yang sedang duduk menatap laptopnya.
"Aku mau mandi," ucap Pamela.
"Lalu? Aku harus apa?"tanyanya dengan nada suara yang dingin.
"Dikamar itu, tidak ada kamar mandi. Jadi aku harus mandi dimana?" jawab Pamela.
Luis, menutup leptonya, kemudian ia menatap Pamela. Pamela yang ditatap Luis, merasa salah tingkah.
"Sementara, kau mandi di kamar mandiku. Tidak mungkin jika kita pisah kamar, karena Pak Adit akan terus mantau kita, dia pasti curiga, jika kita menikah bukan karena cinta," jelas Luis.
"Aku butuh lemari," ucap Pamela.
"Kau ini banyak mau, pakaianmu letakan dilemariku," kata Luis.
"Baiklah," ucap Pamela.
Pamela pergi meninggalkan Luis, ia akan membuka pintu kamar Luis, membuat Luis langsung bertanya. " Mau kemana?"
Luis hanya terdiam, menatap kepergian Pamela.
Pamela keluar dari kamar, saat ia menutup pintu kamarnya, ia melihat salah satu pelayan memdekatinya.
"Maaf, Nyonya. Makanan sudah siap, anda dan Tuan Luis, diminta untuk makan malam," ucap sang pelayan.
"Baiklah, 15 menit lagi dan Luis akan segera ke ruang makan," ucap Pamela.
Pamela, pergi meninggalkan pelayan itu. Ia terus berjalan sampai akhirinya ia, mendekati mobil Luis.
Pamela membawa beberapa barangnya yang cukup banyak, dibantu oleh pelayan.
Sampai di depan kamar Luis, Pamela menyuruh pelayan itu menurunkan koper miliknya.
__ADS_1
"Tarok aja pak, biar saya aja yag bawa masuk," perintah Pamela.
"Baik Nyonya," ucap Pelayan.
"Terima kasih ya pak, sudah membantu," kata Pamela.
"Sudan jadi kewajiban kami Nyonya, panggil kami saja Nyonya, jika butuh sesuatu," ucap Pelayan.
Pamela menganggukan kepalanya.
Pamela membuka pintu kamar Luis, ia langsung memasukan beberapa koper miliknya kedalam. Tanpa ia sadari, jika Luis baru saja keluar dari kamar mandi mengenakan handuk saja.
Pamela yang melihat pemandangan dihadapannya pun langsung membalikan tubuhnya.
'Pemandangan macam apa itu? Apa dia sedang menggodaku?' gumam Pamela.
Luis menyadari jika Pamela berada di dalam kamarnya.
"Kenapa berbalik, kau sengaja kan ingin melihat tubuh seksiku?" tanya Luis.
"Sori-sori ya, aku tidak berselera," jawab Pamela, dengan penuh percaya diri berjalan melewat Luis.
Luis merasa tertantang oleh Pamela, dengan cepat Luis meraih tangan Pamela, sehingga Pamela terjatuh kedalam pelukannya.
Pamela menyentu dada bidan Luis yang masih basah terkena air. Jantungnya berdetak sangat cepat. Membuatnya langsung menjauh.
Saat Pamela berusaha akan menjauh dari Luis, dengan cepat Luis menahannya. Ia menatap Pamela dengan tatapn yang penuh gairah.
"Kau yakin, tidak tergoda dengaku?" bisik Luis, membuat Pamela justru malah salah tingkah.
Luis terus mendekatkan tubuhnya, membuat gunung kembar milik Pamela hampir menyentuk dada bidang milik Luis.
'Astaga, bahaya ini jika aku tidak bertindak.'
__ADS_1
Bersambung...