Dua Garis Merah

Dua Garis Merah
BAB 15


__ADS_3


Semua wanita pasti ingin mengandung dan memiliki anak. Namun, mungkin untuk sebagian orang akan membutuhkan perjuangan lebih untuk mendapatkan anugerah itu. ~Aqila Kanaira Putri Cullen~


****


"Apakah penyakit itu bisa sembuh, Dok?" tanya Aqila setelah menguasai emosinya.


Wanita itu menatap nanar ke arah Dokter Tia yang masih terdiam. Perasaan takut semakin bercokol saat melihat wanita di depannya masih diam.


"Katakan saja, Dok. Saya insya allah ikhlas," ucap Aqila menguatkan hatinya.


"Sampai saat ini, PCOS adalah salah satu penyakit yang masih belum dapat disembuhkan secara tuntas."


Deg.


Tanpa sadar air mata meluncur dari kedua sudut mata Aqila. Dia menutup mulutnya dengan menggelengkan kepala. Dirinya tak sanggup menerima takdir ini.


Kenapa harus dirinya?


Kenapa harus ia yang menderita sakit ini?


"Itu gak mungkin 'kan, Dok? Dokter bohong 'kan?" ucap Aqila tak percaya.


"Nyonya tolong bersabar," ucap Dokter Tia menenangkan.

__ADS_1


Khali yang melihat istrinya kehilangan kendali pun hanya mampu memeluknya. Dia menahan rontaan Aqila yang kuat. Sungguh Khali tak menyangka jika istrinya akan seperti ini.


"Katakan semua itu bohong, Dokter. Aku sangat ingin memiliki anak, Dok. Aku ingin hamil anak suamiku, hiks hiks," ujar Aqila mulai menghentikan rontaannya.


"Aku begitu ingin memiliki anak dari perutku sendiri, By. Maafkan aku...maafkan aku…," ujar Aqila menenggelamkan wajahnya di dada Khali.


Dia tak sanggup menerima semua ini. Aqila tak menyangka bila keadaannya berakhir seperti ini. Padahal selama ini dia selalu merasa baik-baik saja. Namun, sekarang kenapa harus seperti ini.  


Setelah istrinya merasa tenang. Khali kembali fokus ke arah Dokter Tia dengan tangan mengelus punggung istrinya itu.


"Lalu bagaimana, Dok? Apa yang harus saya dan istri saya lakukan?" tanya Khali mencoba mencari solusi.


Bagaimanapun pria itu masih percaya bahwa segala penyakit yang ada di dunia ini pasti ada obatnya. Allah tidak akan memberikan ujian, tanpa ada jalannya. Itulah yang selalu ditanamkan dalam diri Khali sampai sekarang.


Walau ada banyak ketakutan dalam dirinya. Khali masih mencoba bersabar dan tenang. Dia tak mungkin menampilkan segala kesedihan hatinya, disaat istrinya sendiri seperti ini. Saat ini, Khali harus menjadi sandaran terkuat. Mengesampingkan perasaannya sendiri demi menjaga kekuatan dalam diri istrinya, Aqila.


"Apakah dengan melakukan pengobatan, istriku bisa hamil?" 


"Semua tetap kita serahkan pada Allah, Tuan. Namun, Menurut NHS, banyak perempuan dengan PCOS tetap bisa hamil dengan melakukan perawatan kesuburan tertentu."


Mendengar itu, spontan Aqila menjauhkan dirinya dari pelukan sang suami. Dia menatap tak percaya pada dokter di depannya ini. Dengan mata bengkaknya, Aqila memberanikan diri menanyakan sesuatu yang mengganjal dalam hatinya.


"Berapa lama saya bisa hamil, Dok?" 


"Apabila siklus menstruasi dan gangguan ovulasi bisa diatasi, maka peluang kehamilan juga semakin besar. Berbeda halnya ketika pasangan juga mempunyai masalah seperti infertilitas. Kondisi ini kemungkinan bisa membuat wanita yang mengalami PCOS membutuhkan waktu satu tahun atau lebih agar bisa hamil."

__ADS_1


"Jadi saya masih memiliki peluang hamil, Dok?" 


Dokter Tia mengangguk. "Nyonya masih memiliki usaha dan perjuangan sekali lagi. Saya akan membantu Nyonya sekuat apa yang saya bisa."


"Terima kasih banyak, Dok. Terima kasih banyak." 


Aqila bersyukur, lagi-lagi dia dipertemukan oleh orang baik di sekelilingnya. Perkenalan dengan Dokter Tia yang singkat, tetap tak menjadi alasan mereka bersikap tak acuh pada Aqila.


"Sama-sama. Nanti Nyonya akan melakukan terapi untuk pengobatan dan meminum obat yang saya berikan yah," ucap Dokter Tia.


"Pastinya, Dok."


"Terapi apa yang akan dilakukan istriku nanti, Dokter?" tanya Khali yang ingin tahu. 


"Terapi Hormon untuk PCOS dengan mulai dari mengonsumsi pil KB kombinasi, pengobatan metformin, pengobatan progestin, pengobatan clomid, hingga pengobatan letrozole. Pil KB yang mengandung estrogen dan progestin menurunkan produksi androgen dan mengatur estrogen."


"Lalu?" tanya Khali lagi.


"Pengobatan PCOS biasanya diawali dengan perubahan gaya hidup. Mulai merubah gaya makan sehat juga," lanjut Dokter.


Akhirnya pagi itu, Khali dan Aqila benar-benar mulai menanyakan segalanya. Dari hidup dan makan sehat. Lalu mulai terapi sang istri. Semua itu dibahas hingga tuntas hingga Khali mulai mengerti semuanya.


~Bersambung~


Hmm gimana perasaan kalian di Bab ini?

__ADS_1


Lega atau gimana?


Jangan lupa di like~~


__ADS_2