Dua Garis Merah

Dua Garis Merah
BAB 39


__ADS_3


Ternyata dibalik ujian yang ada, ada hikmah di dalamnya. Seperti saat ini, dibalik kabar buruk itu, aku bahagia karena semua keluarga datang untuk menyemangatiku. ~Aqila Kanaira Putri Cullen~


****


Kabar tentang nama baik seorang Aqila Kanaira. Akhirnya sampai di telinga keluarga besar di Indonesia dan Arab. Kedua keluarga itu tentu langsung terbang menuju Brunei untuk menjadi penguat anak kesayangannya.


Ya, Aqila walau sudah dewasa. Dia tetap dianggap anak kecil kesayangan bagi keluarganya. Dia adalah sosok anak yang tak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ayah. Maka dari itu, banyak sekali keluarga yang begitu mencurahkan hati dan kasih sayangnya, meski Aqila sudah menikah. 


Akhirnya semua keluarga sudah memasuki Istana Brunei. Kehadiran mereka tentu disambut baik oleh Umi Mayra, Abi Malik, Khali dan Aqila. Wajah muram wanita itu, berubah menjadi bersinar setelah menatap wajah-wajah orang yang begitu menyayanginya ini.


Keluarga yang dia rindukan.


Keluarga yang begitu menyayanginya, ternyata tetap seperti ini.


Berkumpul dan saling menguatkan, ketika salah satu dari mereka mulai lemah.


"Putriku," ujar Mama Angel sambil memeluk anak ketiganya.

__ADS_1


Ibu dan anak itu saling menyalurkan kehangatan dan kekuatan. Mama Angel tak bisa menahan air matanya. Dia menangis melihat ujian terus datang di kehidupan putrinya. Namun, dia yakin, Allah memberikan ini semua pasti untuk menguatkan anaknya.


"Jangan berpikir hal yang tidak penting, Nak. Abaikan apa kata orang, karena mereka tak tahu apa yang terjadi sebenarnya," ucap Mama Angel sambil melepas pelukannya.


Aqila mengangguk. Wanita itu selalu merasa nyaman ketika berada dalam pelukan mamanya ini. Seakan semua masalah yang membelenggunya terlepas dan tak menjeratnya lagi.


"Aku berusaha untuk melupakan semuanya, Ma. Tapi terkadang ketika malam, semua ingatan itu kembali dan terasa menyakitkan," ucap Aqila menatap wajah Mamanya.


"Jangan dilupakan, Nak. Tapi jalani saja. Kalau kamu berusaha melupakan, tak akan bisa dilupakan. Tapi kalau anak mama ini, mencoba ikhlas dan menerima. Insya allah, Aqila bakalan bisa melewati semuanya."


Air mata kembali mengalir di sudut matanya. Dia selalu merasa teduh dan tenang ketika mendengar nasihat wanita yang melahirkannya. Sejak dulu, Aqila memang selalu meminta pendapat kepada Mamanya. Menurutnya, apa yang Mama Angel katakan, selalu bisa diterima oleh otak dan pikirannya. 


"Aku akan berusaha ikhlas, Ma."


Bergantian, Adel yang datang bersama suami dan ketiga anaknya tentu tak mau ketinggalan. Wanita itu memeluk adiknya yang terlihat mulai semangat setelah berbincang dengan Mamanya.


"Kakak yakin setiap ujian pasti akan ada hikmah setelahnya." 


"Terima kasih, Kak."

__ADS_1


Tak bisa berlama-lama. Akhirnya Adel menjauh dari adik perempuannya karena anak kembarnya sudah memonopoli dirinya dan meminta cemilan yang disediakan di atas meja.


Melihat cucunya sudah sendirian. Pria tua yang memakai kursi roda meminta didorong ke arah Aqila. Hingga gadis yang awalnya duduk itu spontan berdiri dan mengambil ahli kursi roda sang kakek.


"Bagaimana kabar, Kakek?" tanya Aqila tersenyum dengan mata sembab menandakan dia selesai menangis.


"Alhamdulillah Kakek sehat. Cucu kakek sendiri, gimana kabarnya?" tanya Kakek Abdullah memegang tangan Aqila.


"Alhamdulillah. Aqila sehat juga, Kakek."


"Harus sehat. Jangan sampai sakit karena masalah ini ya. Kakek yakin, Cucu kakek ini kuat buat hadapi semua ini," ucap Kakek Abdullah tersenyum menatap wajah cucunya 


"Aamiin. Doakan Aqila kuat ya, Kek." 


"Pasti. Kakek pasti doain cucu kakek ini sehat dan kuat," ucap Kakek dengan yakin. "Kakek juga bakalan cari tau, siapa yang sudah melakukan ini, sama cucu kesayangan kakek ini.


~Bersambung~


Belum tau aja si pengacau, kalau yang ngelindungin Aqila banyak. hihi.

__ADS_1


Mau up 1 lagi gak?


Jangan lupa like dan komen sebanyak-banyaknya biar aku up lagi.


__ADS_2