Dua Garis Merah

Dua Garis Merah
BAB 67


__ADS_3


Untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Maka kita harus berkorban begitu banyak walau itu dirinya sendiri. ~Rafiena Yuwana~


****


Di tempat lain, terdapat seorang perempuan tengah bersandar di atas ranjang dengan tubuh tak mengenakan apapun. Wanita itu hanya menutupi tubuh polosnya dengan selimut tebal dengan tangannya sedang asyik berselancar dengan ponselnya. 


Entah apa yang sedang dilakukan olehnya. Namun, tiba-tiba senyuman licik tumbuh dengan begitu jelas. Rencana-rencana sudah ia pikirkan hingga menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya. 


Lamunannya mulai buyar ketika mendengar bunyi pintu kamar mandi terbuka.


"Kau sudah bangun?" tanya suara berat khas pria tampan yang hanya mengenakan handuk untuk menutupi kejantanannya.


"Iya, Sayang," sahutnya dengan manja dan mengangguk.


Dia meletakkan ponsel miliknya lalu menyingkirkan selimut itu. Tak peduli tubuhnya yang polos, ia merangkak dan menuju sang pria yang begitu memuaskannya.


Pria itu hanya diam menatap gerak-gerak wanitanya. Lalu tanpa aba-aba, handuk putih itu terlepas karena tangan nakal wanita itu.

__ADS_1


"Aku baru saja mandi, Rafiena. Jangan buat ulah lagi!" ancamnya dengan nafas tertahan.


Telat.


Tangan wanita yang sedang dicari oleh kerajaan Malaysia itu sudah asyik dengan mainan milik pria itu. Layaknya lacur yang begitu binal, Rafiena bermain dengan sangat lincah sampai membuat pria itu menggeram.


"Ternyata kau juga ingin, Babe?" goda Rafiena menunjuk senjata pria itu dengan jari telunjuknya.


Pria itu tak menjawab. Namun, dia segera menjatuhkan tubuh Rafiena ke ranjang dan menindihnya.


"Tahan, Sayang," bisik Rafiena pelan.


"Apa kau tak merindukan istrimu? Istri baikmu yang rajin ibadah pasti sedang merindukanmu, hmm," ujar Rafiena dengan bibir dibuat seseksi mungkin.


"Sudah berapa kali aku katakan. Jika kita bersama kau tak berhak membahasnya, bukan?" tanya pria itu dengan mata tajamnya.


"Aku hanya takut dia gila karena mencarimu. Mungkin ia merindukan kehangatan tubuhmu seperti aku yang selalu haus denganmu, Babe," ujar Rafiena sambil melingkarkan tangannya di leher pria tampan itu.


"Bukankah kau tau? Jika aku belum menyentuhnya sampai saat ini," ujar pria itu dengan parau saat merasakan jika bagian bawahnya sengaja digesekkan dengan inti tubuh Rafiena.

__ADS_1


"Karena itu, aku ingin kau mengajakku ke rumahmu untuk melihat bagaimana kondisi istrimu itu, Babe. Aku ingin kita memadu kasih di dekatnya," ujar Rafiena lalu memagut bibir pria itu.


Tak lama ciuman itu terlepas. Pria itu menatap tajam Rafiena sampai membuat wanita itu menelan ludahnya paksa. Jujur selama ini dia selalu takut dengan pria di atasnya ini. Pria temperamental yang bisa mengamuk kapan saja. Namun, sampai saat ini Rafiena selalu tahu bagaimana cara menenangkan pria itu. 


"Baiklah. Cepat bereskan rencanamu lalu kau akan kuajak ke rumahku," ucap pria itu lalu mulai melanjutkan aksi mereka.


Mereka saling mencari kehangatan dan kepuasan bersama tanpa peduli jika hubungan mereka ini sudah menyakiti hati seorang istri. Istri baik hati yang selalu setia dengan sang suami disana. Walau menikah dengan paksa tapi dia tak pernah menyakiti hati pria itu. 


Saat sang pria asyik bergumul dengan tubuh Rafiena. Perempuan itu diam-diam tersenyum licik. Dia bertekad untuk membuat pria diatasnya ini bertekuk lutut kepadanya. Kemudian setelah itu ia akan segera membunuhnya untuk melancarkan aksi Rafiena mendapatkan Khali ke dalam pelukannya. 


Cinta dan obsesinya masih sama, yaitu memiliki Khali Mateen dan menjadikan pria itu raja di dalam rumahnya. Sepertinya perasaan dalam diri Rafiena sudah bertumbuh begitu subur hingga ia tak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk untuknya.


~Bersambung~


Apa udah ada yang bisa nebak siapa pria ini? hahaha.


Kalau kalian teliti baca dari kisah abang rey, pasti kalian tahu siapa dia. Hahaha.


Bye mau kabur cari wangsit biar bulan ini novel ini tamat.

__ADS_1


__ADS_2