
Semoga doa yang kita pinta, harapan yang kita panjatkan, dan usaha yang kita lakukan akan berbuah manis. ~Aqila Kanaira~
****
Tak terasa bulan sudah berganti lagi. Tepat satu bulan dari kejadian itu, semua sudah kembali seperti semula. Setelah konferensi pers yang dilakukan oleh Ammar dan keluarganya. Tak ada lagi hujatan dan hinaan yang tertuju untuk istrinya.
Khali benar-benar merasa kagum dengan kekuatan ucapan Ammar yang mengancam orang di luar sana. Dari sebuah perkataan, imbas yang terjadi begitu luar biasa. Namun, Khali sungguh merasa bersyukur melihat istrinya tak lagi direndahkan oleh orang lain.
Kehidupan mereka selama satu bulan ini juga semakin merasa bahagia. Permasalahan yang kemarin membuat rumit kehidupan keduanya, tergantikan dengan kebahagiaan yang dilalui keduanya dalam melakukan program penyembuhan sesuai perintah Dokter Syifa.
Tak ada satupun yang terlewatkan. Khali dan Aqila benar-benar menjaga pola makan, kesehatan, waktu istirahat dan yang lainnya. Keduanya sama-sama berdoa semoga dengan adanya permasalahan kemarin tak membuat pengaruh buruk pada siklus menstruasi Aqila.
Lain dari itu, sebenarnya hati Khali masih merasa resah saat mengetahui jika keberadaan Rafiena belum diketahui. Gadis itu benar-benar seperti ditelan bumi dan tak tahu ada dimana. Bahkan, Khali juga sudah memberikan perintah pada Ibrahim untuk mencari lokasi dimana perempuan itu berada. Namun, sepertinya keberadaan Rafiena benar-benar rapi disembunyikan oleh seseorang yang memiliki pengaruh kuat.
Tapi tak sedikitpun Khali membahas hal ini dengan sang istri. Dia berjanji akan menangani semuanya sendiri tanpa melibatkan Aqila lagi dan dia sendiri yang akan menjaga keamanan istrinya kali ini.
Pagi ini, pergerakan sesuatu di perutnya membuat seorang wanita menggeliat. Mata yang awalnya terpejam tiba-tiba terbuka dengan pelan. Dia merasakan sesuatu yang tak nyaman di perutnya hingga membuatnya melepaskan tangan sang suami yang membelit tubuhnya.
Aqila, wanita yang merasakan sesuatu mendesak keluar di dalam inti tubuhnya segera berjalan tertatih menuju kamar mandi. Tanpa menunda, segera dia menurunkan celananya dan matanya membulat.
__ADS_1
Matanya memanas menahan cairan yang sepertinya akan jatuh. Dia benar-benar tak percaya, dan merasa begitu bahagia. Bahkan ketika pikirannya mengingat tanggal berapa hari ini pun, sungguh dia tak menyangka.
Senyum mengembang terbit dengan ucapan alhamdulillah yang ditujukan pada Allah. Hari ini adalah hari yang sama dia halangan pada bulan kemarin. Berarti itu menandakan jika?
Jika apa hayoo?
Waktu menstruasi Aqila sudah berjalan normal selama dua bulan ini. Rasa syukur tak henti-hentinya ia panjatkan dan segera ingin membaginya pada sang suami. Tanpa kata, Aqila membersihkan dan mengganti celananya lalu keluar dari kamar mandi.
"Sayang," panggil Aqila pelan sambil mengelus pipi sang suami.
Perlahan mata indah itu terbuka dan menatap ke arah Aqila dengan penuh cinta.
"Ada apa, Sayang? Kenapa kamu bangun?" tanya Khali saat menyadari lampu kamar masih temaram dan hanya memperlihatkan lampu kamar mandi yang begitu terang.
Sungguh gadis itu tak bisa menutupi perasaan bahagianya. Dia sudah menunggu waktu seperti ini begitu lama. Sejak dulu halangannya memang tak beraturan. Bahkan Aqila pernah tiga bulan tak halangan dan setelah diperiksa belum ada tanda penyakit serius.
Khali perlahan mendudukkan dirinya dan menyandar di kepala ranjang.
"Apa, Sayang?" tanya Khali sambil menyingkirkan rambut sang istri yang menutupi wajahnya sebagian.
"Hari ini tamu bulananku datang, By!" pekiknya senang.
__ADS_1
"Masya allah. Serius?"
"Beneran, By. Beneran."
Khali spontan memeluk istrinya begitu erat. Kabar ini mungkin untuk sebagian perempuan sudah menjadi hal biasa. Tapi untuk wanita penderita penyakit seperti Aqila. Waktu menstruasi yang sudah normal menjadi hal paling membahagiakan untuknya. Setidaknya itu menjadi pertanda, bila pengobatan penyakitnya berhasil.
"Besok kita langsung temui Dokter Syifa, Sayang. Aku udah gak sabar buat segera program selanjutnya," ucap Khali dengan air mata yang jatuh di kedua sudut matanya.
"Iya, By. Aku juga berharap semoga bulan depan aku sudah bisa hamil."
"Aamiin."
~Bersambung~
Hy hy, ada yang kangen aku gak?
Hemm berapa lama aku gak update yah.
Jujur maaf banget, pikiranku stuck di novel. Mau nulis 500 kata aja, berasa susah. Mau aku paksain pun aku takut ambyar.
Alhasil aku kemarin hilang sambil riset buat novel baru aku. Doakan semoga setelah Aqila tamat, aku bisa nulis cerita genre romance action.
__ADS_1
Insya allah aku bakalan update rutin lagi yah. Biar cepet tamat. Aamiin.
Jangan lupa like dan komen.