
Melepaskan rindu sejenak dan mengukir kenangan sebelum perpisahan kembali terjadi. ~Aqila Kanaira Putri Cullen~
****
Aqila menatap rumah yang begitu dia rindukan. Bangunan yang entah sudah berapa lama tak dikunjunginya. Semua masih sama, bahkan taman indah miliknya terlihat begitu terawat.
Dia segera keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju taman bunga yang terdapat kolam ikan juga. Bibirnya tersungging melihat bunga mawar merah dan putihnya tumbuh sehat.
Menurunkan tubuhnya, dia berjongkok di depan bunga kesayangannya itu. Tak terasa air matanya mulai menggenang karena merasa terharu dengan semua miliknya yang dirawat dan dijaga.
"Putriku," suara panggilan yang begitu dia rindukan membuat Aqila spontan berdiri.
Dia berbalik dan melihat wanita yang melahirkannya merentangkan kedua tangannya. Tanpa menunggu lagi, Aqila berjalan tergesa menghambur ke pelukan mamanya.
"Mama," cicitnya pelan ketika tubuh keduanya saling memeluk.
Anak dan ibu yang saling merindukan itu menumpahkan segala rasa yang membuncah. Keduanya menangis, tak menyangka bila Allah masih memberikan mereka kesempatan untuk bertemu.
"Aqila kangen, Mama." Aqila semakin menenggelamkan wajahnya di pundak Mama Angel.
"Mama juga, Nak. Mama kangen banget sama, Qila."
Dari jauh, banyak pasang mata yang menatap mereka. Suasana haru tentu sangat dirasakan hingga membuat beberapa dari mereka menangis.
__ADS_1
Apalagi Adel, wanita yang sudah memiliki tiga anak itu dan berstatus sebagai kakak kandung Aqila ikut menangis tersedu di pelukan suaminya, Kevin.
Dia juga merasakan rindu yang teramat sangat pada adiknya. Apalagi mengetahui kondisi pernikahan Aqila, tentu membuat Adel begitu sedih. Kenapa lagi-lagi, harus nasib buruk yang diperoleh adiknya itu? Apakah selama ini ujian yang menimpanya masih kurang?
"Aunty." Panggilan itu membuat Aqila melepaskan pelukannya dari sang mama.
Menghapus air matanya, dia beralih menatap ketiga keponakannya yang sudah besar. Berjalan kearah mereka, ketiganya langsung memeluk Aqila begitu erat.
Perasaan rindu pada sosok Aunty yang begitu dirindukan, tentu ada dalam hati mereka. Apalagi sosok Taqy, yang sejak kecil sudah dekat dengan Aqila, membuatnya selalu bertukar kabar dengan Aunty-nya walau hanya melalui ponsel.
"Apa kabar keponakan Aunty?" tanya Aqila ketika pelukannya terlepas.
"Kami baik, Aunty."
"Kalian sudah besar ternyata yah," ucap Aqila lirih.
Aqila beralih. Dia melihat kakaknya yang menangis tersedu di pelukan kakak iparnya itu.
"Kakak." Wanita yang sudah memegang gelar Ratu itu mendekati kakak kandungnya.
Dua wanita berbeda usia itu saling memeluk. Rindu mereka begitu membuncah hingga terkadang membuat Adel begitu benci akan jarak di antara mereka.
Sejak dulu, Adel tak pernah membandingkan antara Axel dengan Aqila. Dia selalu menyayangi keduanya. Apalagi kelahiran dan tumbuh kembang Aqila tanpa ayah, membuat Adel semakin berperan besar dalam hidup adiknya itu.
Setelah acara peluk-pelukan itu selesai. Mama Angel segera membawa anak dan menantunya masuk. Aqila begitu bahagia, saat kakinya baru saja menginjak ke dalam rumah yang dulu dia tinggali.
__ADS_1
Matanya mengedar ke seluruh ruangan, menatap beberapa furniture dan barang yang sudah banyak berubah dari terakhir dia kesini.
"Banyak yang berubah ya, Ma," ucap Aqila saat dia duduk di sofa ruang tamu.
"Iya, Nak. Kamu sudah lama gak pulang, jadi banyak yang berubah," ujar Mama Angel membuat Aqila menatap mamanya.
"Maafkan aku ya, Ma."
Mama Angel menggeleng,"tidak perlu meminta maaf pada Mama. Kamu sudah menjadi hak suamimu, Nak. Jadi ikutilah kemanapun suamimu berada."
Aqila tersenyum. Dia tak menyangka mamanya mampu mengatakan hal yang bertolak belakang dengan keinginannya. Dia tahu betul, jika Mamanya pasti menginginkan dirinya tinggal sebentar disini, tapi semuanya sudah berubah.
Aqila sudah menikah, dia sudah menjadi hak milik suaminya, Khali.
Kemanapun Khali tinggal, dia harus ada disampingnya.
"Terima kasih banyak, Ma. Mama begitu pengertian. Aku sayang, Mama."
~Bersambung~
Aku yang nulis malah ikutan sedih, ishh.
Jangan lupa like yah. Hiks aku sedih juga liat likenya gak sama.
Barikan komentar terbaik. Kasih ide juga boleh.
__ADS_1
Mau up lagi gak? kalau mau like dulu semua bab sampai rata. Habis itu aku cek, kalau deal aku up lagi.