
Kenyataan itu begitu menampar dan menyakitkan bila tak bisa diterima baik oleh hatinya. ~JBlack~
****
"Apa yang sudah kamu lakukan anak pungut? Kenapa kamu mencari masalah dengan Kerajaan Arab?" seru Umi Raida, ibu dari Ammar, Raja Malaysia.
Deg.
Rafiena tertegun. Tubuhnya mendadak kaku. Namun, otaknya masih bisa memproses kata dari 'anak pungut' yang diucapkan oleh uminya inu.
"A-pa mak-sud, Umi?" tanya Rafiena dengan terbata.
Dia memberanikan diri menatap wajah uminya itu dengan pikiran melayang luar. Rafiena takut, takut mendengar perkataan lanjutan dari wanita di depannya ini.
"Asal kamu tau. Kamu itu hanya anak pungut disini!" seru Umi Raida lantang sambil menunjuk gadis yang mempermalukan nama baik Kerajaan Malaysia. "Kamu hanyalah anak jalanan yang saya temukan ketika kelaparan dan membawa pulang untuk memberikan kehidupan layak."
Mencelos? Tentu saja.
Hatinya sakit dan lidahnya begitu keluh untuk mengeluarkan bantahan.
Tubuhnya seakan lemas mendengar kenyataan ini. Rafiena tak percaya. Bahkan gadis itu jatuh tergugu kelantai dengan menggeleng.
"Umu bohong 'kan? Aku gak percaya sama perkataan, Umi."
__ADS_1
"Untuk apa aku berbohong pada anak yang tak tau diuntung sepertimu?" serunya dengan nada tinggi. "Kau memang hanya anak angkat yang aku temukan di jalan."
Air mata Rafiena mengalir deras. Dia menepuk dadanya keras untuk mengurangi sakit hatinya. Entah kenapa saat dia mencoba menepis, seakan perkataan Umi Raida terngiang.
Dia sadar jika yang dikatakan oleh uminya ini benar-benar nyata. Namun, sungguh dia tak sanggup. Dia masih tak percaya, hingga tak lama tubuhnya limbung dan Rafiena tak sadarkan diri.
Pikirannya dipaksa mengingat dan menerima kenyataan yang ada. Rafiena tak kuat hingga tubuhnya yang sudah lelah dengan hujatan dan masalah, saat ini harus menerima kenyataan pahit dari orang tuanya. Lebih tepatnya orang tua angkatnya.
****
"Kamu pucet banget, Nak," ujar Mama Angel panik.
Wanita yang sudah melahirkan tiga orang anak, memang sedang menggenggam tangan putri ketiganya. Ketika merasakan genggaman tangan mereka hangat, tentu Mama Angel langsung berpaling dari lawan bicaranya dan seketika matanya terbelalak.
Wajah pucat dengan banyaknya keringat di dahi sang putri. Tentu menjadi bukti bila Aqila sedang tak baik-baik saja. Hingga akhirnya Mama Angel memanggil para pria yang sedang duduk santai di tikar sambil menikmati cemilan.
"Adikmu, Nak. Adikmu."
Axel berpaling. Matanya membulat melihat adiknya hampir tak sadarkan diri. Sebelum Aqila jatuh, tangan Axel menangkap kepala Aqila hingga selamat dari pinggiran kursi.
"Kemarikan, Kak. Aku akan membawanya ke dalam," pinta Khali kepada kakak iparnya.
Semua orang mulai panik. Mereka seakan tak peduli lagi dengan acara yang sudah disiapkan. Mereka segera masuk ke dalam dan menunggu kedatangan tabib dan dokter istana untuk menangani Ratu Brunei.
"Semoga Aqila baik-baik saja, Ma." Doa Adel menatap pintu kamar yang terdapat adiknya.
__ADS_1
Mereka semua menunggu di depan kamar dengan perasaan khawatir. Bagaimanapun, tadi mereka masih bisa melihat wajah bahagia Aqila. Namun, kenapa sekarang wanita itu mendadak pingsan?
Saat semua orang berpikir keras. Pintu kamar terbuka dan menampilkan Dokter wanita yang biasa berjaga di Istana.
"Bagaimana, Dok?"
"Bagaimana dengan putriku, Dok?"
Dan masih banyak pertanyaan dari bibir mereka satu persatu. Mendengar dan melihat reaksi keluarga di depannya, tentu membuat hari Dokter tersebut bahagia sekaligus iri.
"Keadaan Ratu Aqila alhamdulillah tidak ada yang mengkhawatirkan. Hanya saja, dia sedang merasa tertekan dan banyak pikiran," ucap Dokter menjelaskan.
Semua keluarga bernafas lega. Mereka bersyukur tak ada hal menakutkan yang terjadi lagi. Mereka semua memang mendoakan Aqila supaya kuat menjalani ini semua sampai akhir. Hingga nanti, Allah akan memberikan hadian indah pada mereka berdua sebagai bonus dari segala hal yang mereka lakukan.
~Bersambung~
Hayoo pasti ada yang seneng part ini 'kan?
Seneng 'kan tau kebenaran dari bunga raflesia?
Hayoo bilang.
Maaf baru update yah. Si kecil baru aja tidur. Jadinya baru ngetik.
Jangan lupa like dan komen!
__ADS_1
terima kasih.