Dua Garis Merah

Dua Garis Merah
BAB 58


__ADS_3


Perasaan cinta bisa berubah menjadi bumerang, jika kita salah dalam mengolah dan memahaminya. ~JBlack~


****


Suasana terasa begitu tegang di tempat jumpa pers. Para wartawan bahkan sampai tercengang dengan penuturan Ammar yang begitu tak disangka-sangka. Mereka mengira jumpa pers kali ini akan membahas tentang permasalahan dan ada dendam apa antara Rafiena hingga membuka aib besar ini. 


Namun, ternyata semua itu salah. Malahan, wartawan merasa pekerjaan mereka kali ini akan mendapatkan gaji besar karena tak menyangka jika keluarga yang terhormat akan meminta maaf di hadapan publik. Bahkan sampai-sampai Raja Ammar meminta siapapun yang melawan akan dibawa ke jalur hukum.


Tanpa semua orang tahu. Jika ada seorang gadis yang tengah tertawa begitu kencang di sebuah ruang tamu apartemen yang begitu mewah. Gadis yang tengah duduk tenang di sofa dengan kaki diselonjorkan di meja membuatnya begitu puas menikmati tayangan yang begitu tak diduga. 


Rafiena, gadis yang tengah dicari keluarganya itu tengah berada di sebuah apartemen mewah. Tubuhnya yang indah dibalut dengan lingerie seksi tengah menikmati acara bodoh yang dilakukan keluarganya. Ups, mantan keluarga maksudnya.


"Kenapa mereka begitu menjijikkan? Hanya demi seorang wanita mandul, keluargaku sampai melakukan hal hina seperti itu." Cemoohan pedasnya keluar dari bibir seksinya. 


"Dibayar berapa mereka melakukan itu? Bisa-bisanya keluarga bodoh itu menurut dengan permintaannya," ujarnya sambil matanya tak lepas dari televisi.

__ADS_1


Semua umpatan dan sumpah serapah dia lontarkan di hadapan alat elektronik di depannya itu. Bahkan sesekali diiringi tawa menggelegar dan sindiran yang ditujukan untuk keluarga dan musuhnya, Aqila Kanaira. 


Tanpa Rafiena sadari. Jika ada sepasang mata yang menatap tingkahnya dari jarak tak terlalu jauh. Matanya berkabut gairah melihat bibir seksi yang mencela dan tubuh yang begitu terpampang jelas di depannya. Sebuah umpan yang selalu menjadi santapannya ketika diluar dan membuatnya ketagihan.


Hingga dengan cepat. Pria itu mendatangi Rafiena dan menarik kaki jenjang itu hingga terjatuh ke bawah dan membuat sang empunya tentu kaget.


Namun, ketika melihat siapa pelaku utamanya. Senyum nakal terbit di bibirnya dengan diikuti tubuhnya yang ia tegakkan.


"Ada apa, Sayang?" tanya Rafiena dengan tangan mengelus senjata yang masih bersembunyi di balik kain pelindungnya.


"Aku menginginkanmu di bawahku dan menjeritkan namaku, Lacur!" 


Dengan lihai, jemari indah Rafiena sudah menyusuri dan membuka kancing kemeja yang dikenakan prianya itu. Merabanya dan membuat sesuatu dibawah sana semakin menonjol.


"Puaskan dia, Sayang! Dan setelah itu aku akan membantu apa yang kamu inginkan."


"Tentu, Sayang. Thank You." 

__ADS_1


Setelah mendaratkan sebuah kecupan di bibir prianya. Rafiena segera memanjakan senjata yang sudah berdiri dengan tegak. Menyenangkan pasangannya dan tak mengalihkan matanya untuk menatap wajah pria tampan di depannya ini.


Aku akan melayanimu dengan puas sebelum kau kubunuh dengan tanganku, ujar Rafiena dalam hati. 


Wanita yang sudah terobsesi akan cintanya pada Raja Brunei. Membuat Rafiena rela melakukan apapun. Hingga gadis itu merasa jika pria di depannya ini adalah sebuah penghalang untuk keberhasilannya. Jika bukan karena kekuasaannya, pasti sejak dulu Rafiena sudah membunuhnya.


Tapi biarkan ia menyelesaikan ini terlebih dahulu dan nanti akan menjemput pujaan hatinya.


"Siapapun yang menghalangiku. Maka aku tak akan segan-segan untuk membunuhnya!" 


Tanpa Rafiena ketahui, jika pria yang berada di depannya ini bukanlah tikus murahan. Pria itu adalah pria yang begitu berkuasa dan kejam yang bisa melakukan apapun dengan mudahnya.


~Bersambung~


Hmm Rafiena ini panas panas tapi licik juga ye.


Jangan lupa like, komen dan vote.

__ADS_1


Biar makin penasaran siapa prianya yee. Hahaha


__ADS_2