Dua Garis Merah

Dua Garis Merah
BAB 72


__ADS_3


Cinta itu butuh perjuangan dan aku yakin jika aku bisa memperjuangkannya agar bisa berada di sampingku. ~Ibrahim~


****


Ruangan yang hening itu semakin terlihat begitu damai. Namun, siapa sangka jika didalamnya terdapat dua orang pria tampan saling berhadapan dengan wajah begitu serius.


Tak ada senyuman atau candaan didalamnya. Dari sorot mata saja bisa diartikan jika keduanya sedang menjalin pembicaraan yang begitu berbahaya dan membutuhkan keseriusan didalamnya.


"Apa kau yakin?" tanya Pria tampan yang duduk di kursi kerjanya dengan tatapan mengintimidasi.


"Saya yakin, Tuan." 


"Jika kau yakin. Maka aku tak bisa menghentikanmu, Ibra," ucap Khali tegas menatap asistennya itu tajam. "Tapi aku minta tolong, kau hati-hati dalam hal ini. Kita tidak tahu bagaimana keluarga pria itu."


Ibra mengangguk. Dia sudah memikirkan rencananya matang-matang. Bahkan penyusup yang dia masukkan berhasil berdiam dan bertahan diri di dalam sana. Dia menjadi mata, telinga dan otak dari diri Ibra untuk menuntaskan segalanya. 


"Siap, Tuan. Saya berjanji akan menjaga diri saya sendiri," sahut Ibra tak kalah tegas.


Sebenarnya dalam diri Khali, pria itu begitu berat melepaskan asistennya. Dia takut akan terjadi suatu hal buruk pada asisten yang sekaligus sahabatnya itu. Namun, melihat baru kali ini Ibra berjuang untuk seorang wanita, membuat Khali percaya bahwa asistennya itu akan bertahan untuk cintanya.

__ADS_1


"Pulanglah dengan selamat dan selesaikan semuanya dengan cepat. Aku berdoa semoga Allah menjagamu sampai kembali."


Ucapan Khali barusan seperti doa terbaik dan angin segar untuk Ibra. Pria itu menerbitkan senyum tipisnya dan tak henti-hentinya mengatakan terima kasih. Restu dari Khali sudah ia anggap seperti restu dari kakaknya. 


Bagaimanapun selama ini Ibra hidup sendirian. Tak ada keluarga yang ia miliki karena memang ia yatim piatu. Hingga yang menjadi tujuannya kembali saat ini hanya tuan sekaligusnya sahabatnya, Khali Mateen. Dan wanita yang entah kapan mulai merasuki hatinya, Dini.


Akhirnya pertemuan itu menjadi awal langkah Ibra untuk menyelesaikan permasalahan wanitanya. Dia segera melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerja Khali setelah mendapatkan pelukan hangat dari Raja Brunei.


Dengan keyakinan dan keteguhan hatinya, Ibra yakin bahwa ia bisa dan sanggup untuk membantu Dini keluar dari jurang kesakitan. Dia berjanji akan melakukan segala hal untuk menarik perempuan itu dari segala penderitaannya. 


Hingga tanpa Ibra sadari, jika ada seorang perempuan yang sedari tadi mendengar dan mengintip apa yang kedua pria tampan itu bicarakan. Dengan langkah pelan, dia berjalan dan membuka pintu ruang kerja suaminya.


"Sayang," panggil Aqila membuat Khali yang semula menatap jendela langsung berbalik.


"Ada apa hmm?" tanya Khali memeluk tubuh sang istri dengan erat.


"Apakah Ibra akan pergi?" tanya Aqila pelan sambil mendongakkan wajahnya. 


Khali terdiam. Dia balik menatap mata sang istri yang begitu meneduhkan. Selama pernikahan mereka, setiap kali Khali resah. Dengan menatap wajah istrinya saja, dia selalu merasa tenang. 


"Iya, Sayang."

__ADS_1


"Kemana?" tanya Aqila cepat hingga membuat Khali menghela nafas pelan.


Bukannya menjawab. Khali menuntun istrinya untuk duduk di sofa yang sudah disediakan.


"Apa ini berhubungan dengan Dini, By?" tanya Aqila cemas ketika melihat raut wajah sang suami yang tak biasa.


Khali mengambil kedua tangan sang istri lalu menciumnya. 


"Iya, Sayang. Ibra pergi untuk mengurus segala masalah tentang Dini. Dia akan berjuang agar Dini terlepas dari permasalahan dengan suami kejamnya itu."


Deg.


Jantung Aqila seakan tak karuan. Dia tak menyangka jika Ibra yang dikenalnya dingin bisa bersikap seperti itu pada seorang perempuan. Menurutnya ini adalah hal langkah yang begitu membuatnya bertanya-tanya.


"Kenapa Ibra mau melakukan itu, By?" tanya Aqila menatap wajah suaminya dan mengelus rahang tegas itu. 


"Karena untuk pertama kalinya, Ibra mencintai perempuan yang ternyata adalah istri dari pria lain." 


~Bersambung~


Hayoo Prince Khali aja bisa nebak hatinya Ibra, haha.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen.


__ADS_2