
Setiap ujian yang Allah berikan, maka akan ada kenikmatan lain untuk membuatmu selalu bersyukur. ~Aqila Kanaira Putri Cullen~
****
Hari ini, sepasang suami istri akan melakukan cek up sesuai arahan Dokter Syifa. Setelah kemarin Aqila mendapatkan halangan yang sesuai dengan tanggal walau telat sehari. Namun, itu sudah bisa dikatakan normal.
Sebelum berangkat, Aqila dan Khali meminta restu kepada Umi Mayra dan Abi Malik. Kegiatan seperti ini tentu sudah biasa dilakukan oleh keduanya.
"Doakan hasilnya baik ya, Umi," ucap Aqila sambil mencium punggung tangan Umi Mayra.
"Aamiin. Umi sama Abi selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian."
Setelah bersalaman, Aqila serta Khali segera melajukan mobilnya tanpa pengawalan. Keduanya sudah biasa menggunakan strategi memakai masker untuk mengelabui banyak orang ketika keluar hanya berdua.
Sebenarnya baik Aqila maupun Khali, lebih suka berjalan tanpa pengawalan. Karena memang sepasang suami istri itu, tidak suka dijadikan bahan perhatian.
Sepanjang perjalanan, Aqila dan Khali tak henti-hentinya memanjatkan doa. Mereka berharap, semoga ini adalah pertanda baik. Walau penyakit ini tak bisa disembuhkan, setidaknya mereka bisa mengobati dan berhasil dalam melakukan program hamil.
__ADS_1
"Bagaimana kalau hasilnya tidak ada perubahan, By?" Tanya Aqila pelan menatap suaminya yang fokus menyetir.
Khali menoleh dan tersenyum. "Apapun hasilnya, aku gak bakal ninggalin kamu, Sayang."
Mata Aqila memanas. Dia tak tahu harus mengatakan apa lagi. Sungguh nikmat Allah begitu luar biasa. Disaat dirinya diberikan musibah dengan keadaan rahimnya. Ternyata Allah memberikan kenikmatan yang lain seperti mertua yang baik dan suami yang begitu setia.
Apalagi yang harus dia keluhkan sekarang?
Hanya karena penyakitnya, dia melupakan kenikmatan lain?
Karena dia diuji satu hal dalam dirinya, dia menyerah tanpa mengingat kebaikan yang sudah Allah berikan?
Akhirnya perjalanan keduanya sampai dengan selamat. Mereka segera turun setelah memakai masker untuk menutupi wajahnya. Berjalan bergandengan tangan, mereka langsung menuju ruangan Dokter Syifa.
****
"Bagaimana, Dok?" Tanya Khali setelah istrinya diperiksa.
"Alhamdulillah hasilnya bagus, Tuan Khali. Ini juga menjadi pertanda bahwa pengobatan kita mulai berhasil," ucap Dokter Syifa sambil tersenyum ke arah keduanya.
__ADS_1
"Alhamdulillah." Aqila menangis. Wanita itu sungguh merasa begitu bersyukur, karena lagi-lagi Allah menunjukkan jalan terbaik untuk mereka.
Dia segera menatap sang suami dan memeluknya begitu erat. Pemandangan ini tentu menjadi sebuah pemandangan begitu mengharukan di mata Dokter Syifa dan suster yang ada disana.
Karena hal semacam ini pasti jarang bisa dilewati oleh pria yang bukan pilihan. Hanya para pria yang sudah Allah tunjuk untuk menjadi pria setia dan bertanggung jawab. Hanya pria pilihan yang akan menemani perjuangan istri untuk memberikan buah hati daripada jajan diluar, dan salah satu pria pilihan itu adalah Khali Mateen.
"Saya akan memberikan resep untuk program hamil juga. Jadi nanti saya beri asam folat dan vitamin serta susu untuk membantu program ini semakin sukses."
"Terima kasih banyak, Dokter. Saya sungguh bersyukur dipertemukan dengan Dokter sebaik Anda," ucap Aqila menjabat tangan wanita itu.
"Saya juga bersyukur bisa membantu Ratu di negara saya tinggal dan bisa menjadi perantara dari Allah agar Anda sembuh."
Setelah semua selesai dan memberikan resep ke tangan Khali. Kedua pasangan itu segera keluar dan menuju apotik yang ada disana. Wajah bahagia begitu terlukis di balik masker yang menutupinya.
Bahkan binar bahagia dimata Khali dan Aqila begitu terlihat hingga membuat keduanya saling pandang dan tersenyum. Mereka berdua sama-sama berdoa dan akan terus berusaha untuk menggapai keinginan keduanya dan berharap semoga Allah selalu merestui usaha yang akan mereka lakukan.
~Bersambung~
Ahh alhamdulillah, detik-detik program hamil 'kan. Tandanya semoga Aqila segera hamil, aamiin.
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Vote~~~