
Rasanya aku sudah tak sabar untuk menjadi bagian dari hidupmu dan keluargamu. Walau menuju kesana pasti membutuhkan perjuangan, aku tak akan peduli. Aku hanya ingin kamu, Khali Mateen. ~Rafiena Yuwana~
****
Setelah acara penyambutan selesai. Khali membawa para tamu pentingnya memasuki Istana miliknya. Mereka semua mulai duduk di ruang tamu dengan tenang. Tak lama, para pelayan datang membawa beberapa cemilan dan minuman sebagai teman mengobrol mereka.
"Silahkan dinikmati, Raja Ammar," ucap Khali dengan senyum tipis.
"Terima kasih. Saya akan mencoba dan menikmatinya," ujar Ammar dengan sopan.
Obrolan kecil tentu terjalin antara Abi Malik dengan Datuk Wan. Khali dan Ammar pun tak luput juga untuk ikut mengobrol.
Sedangkan Umi Mayra. Dia mencoba mengobrol dengan Rafiena bersama menantunya. Umi dari Khali benar-benar begitu ramah pada gadis muda itu. Bahkan dia juga ingin Rafiena nyaman berada di istananya.
Hingga tak lama. Para pria mulai berpamitan menuju ruang rapat istana untuk mulai membahas kerjasama.
"Jangan kemana-mana yah. Aku hanya sebentar, Sayang," pamit Khali sambil mencium dahi Aqila.
"Iya, By. Qila gak bakal kemana-mana kok."
"Udah sana, Nak. Istrimu gak bakal ilang loh," canda Umi membuat Khali terkekeh.
__ADS_1
"Baiklah Umi yang cantik. Anakmu ini menitipkan istrinya ini kepadamu," ujar Khali lalu mencium pipi Umi Mayra.
Bergegas dia menyusul rekan kerjanya yang lain dengan tak lupa memberikan kecup jauh dan lambaian tangan ke arah sang istri. Pemandangan barusan tentu membuat hati seseorang begitu panas.
Bahkan kedua tangannya terkepal menunjukkan rasa tak suka. Tatapan kebencian semakin berkobar dengan melihat keromantisan dan senyuman wanita di dekatnya ini.
Tunggu tanggal mainnya. Aku akan merebut suamimu dan menjadikan milikku, batin Rafiena menatap tajam ke arah Aqila.
"Baiklah. Ayo kita ke taman istana. Berbincang dengan menatap taman pasti tak akan bosan!" ajak Umi Mayra dengan antusias.
"Ayo, Umi." Aqila mendekat dan meriah tangan mertuanya.
Sebelum mereka berjalan. Sikap sontak Rafiena tentu membuat Aqila sedikit terkejut.
"Tentu boleh, Putri. Mari!"
Akhirnya ketiga wanita berbeda usia saling berjalan bersamaan. Bahkan tanpa keduanya sadari, Rafiena tersenyum penuh kemenangan.
Ini hanyalah permulaan.
Dia akan berusaha meraih hati orang tuanya saja dulu.
Untuk berjaga-jaga bila suatu saat meraih hati Khali terlalu sulit
__ADS_1
Menurutnya, pria yang dia cintai pasti akan menurut pada kedua orang tuanya.
Sesampainya di taman istana. Mereka mulai duduk di kursi yang disekat oleh sebuah meja. Pemandangan taman benar-benar memanjakan mata ketiganya.
Suara gemericik air, tentu menjadi teman dan irama indah di taman yang begitu menyejukkan ini. Tak lupa juga, Umi Mayra sudah menyiapkan minuman segar untuk teman mereka berbincang.
"Apa Putri Rafiena akan lama disini?" tanya Umi memulai obrolan.
"Mungkin sampai kakak selesai dengan pekerjaannya," ujarnya menjelaskan. "Apalagi jadwal seorang raja begitu padat sehingga membuat kami tak pernah lagi jalan-jalan berdua."
Umi Mayra tersenyum. "Seperti itulah bila menjadi adik dari seorang raja. Hubungan yang awalnya dekat akan renggang dengan kepadatan jadwal bekerja dan pertemuan, Nak."
Rafiena mengangguk. "Kadang menjadi adik dari kKa Ammar membuatku sedikit merindukan masa kecil kami, Ibunda."
"Itu pasti. Apa yang kalian rasakan sama seperti Khali dan Haura. Adik dan kakak itu sudah tak pernah bersama. Khali yang sibuk dengan kedudukannya dan istrinya. Lalu Haura yang ikut dengan suaminya membuat mereka jarang bersama," cerita Umi membuat Rafiena merasa senang.
Gadis itu berfikir Umi Mayra mau menceritakan masa lalu tentang pria yang ia cintai dan adiknya karena dia sudah percaya dengannya. Malahan dalam pikirannya, dia sudah tak sabar menjadi menantu dari wanita paruh baya di depannya ini.
Tapi mengingat seseorang yang selalu mengelus tangan Ibunda Mayra. Bahkan membuat wanita paruh baya itu tersenyum hangat, entah kenapa rasa bencinya semakin bercokol. Jujur tatapan tak sukanya semakin kentara hingga membuat lawannya itu tersenyum dalam hati.
~Bersambung~
Ehem pada kepo Haura nikah sama siapa pasti, hihi.
__ADS_1
Jangan lupa di like~~~