Dua Garis Merah

Dua Garis Merah
BAB 53


__ADS_3


Uang bisa dicari dengan berbagai cara. Namun, ridha istri tak bisa dicari melalui cara lain selain meminta langsung kepadanya. ~Khali Mateen~


****


"Apa maksud, Anda?" tanya Ammar dengan kening berkerut. 


"Seharusnya Anda dan keluarga meminta maaf kepada istriku. Karena bagaimanapun, istriku lah yang mendapatkan cemoohan dan hujatan dari fitnah adikmu itu."


Jantung Ammar mencelos. Kepalanya kian merunduk dengan tangan gemetaran. Pikirannya kalut dan otaknya seakan berhenti bekerja. 


Pria itu adalah kunci utama yang dipegang oleh Keluarga Malaysia untuk menyelesaikan permasalahan ini. Tapi, kenapa sekarang Ammar seakan mati kutu? Pria itu seperti sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi pada dirinya. 


Tapi, tidak dengan kedua orang tua Ammar. Abi Raden spontan menelan ludahnya paksa untuk mengambil ahli. Dia menatap putranya yang hanya diam dan membuat dirinya geram. 


"Saya mewakili Keluarga Yuwana, memohon maaf pada Ratu Aqila. Mohon maafkan kesalahan putri saya, Rafiena. Yang membuat kekacauan ini dan memfitnah anda," ucap Abi Raden dengan cepat.


Tak ada jawaban apapun. Khali masih diam dengan menatap Ammar yang menunduk. Semua orang juga seakan memberikan waktu untuk mereka yang bersangkutan menyelesaikan masalah yang terjadi. Walau, dengan sekuat tenaga Kakek Abdullah menahan amarahnya untuk menghajar orang yang membuat cucunya sedih dan menangis. 


Pria tua itu ingin melihat cucu dan cucu menantunya menyelesaikan semua ini. Dia ingin melihat kebijaksanaan seorang suami dalam membela harga diri istrinya dan melihat bagaimana hati dari cucunya, Aqila Kanaira.


"Kami benar-benar menyesal atas tindakan putri kami. Kami sungguh tak menyangka jika Rafiena berbuat seperti ini," ucap Umi Raida membantu berbicara.

__ADS_1


"Tolong maafkan kami, Ratu. Kami benar-benar menyesal," sambung Umi Raida dengan menangis.


Perempuan tua, ibu kandung dari Ammar benar-benar kalut. Dia sungguh takut dengan apa yang akan dia dapatkan sebentar lagi. Dia takut Kerajaan Malaysia yang berdiri kokoh akan hancur. Raida takut bila hidupnya juga akan miskin karena masalah ini, dan biang dari semua ini adalah anak pungutnya itu.


Dasar tidak tau diri, batin Raida marah.


Wanita itu tak henti-hentinya memaki Rafiena dalam hati. Seakan apa yang dia lakukan untuk anak angkatnya itu tak berarti. 


Apakah Raida lupa?


Bagaimana dia menyayangi Rafiena dulu, mencurahkan kasih sayangnya dan memberikan apapun yang gadis itu minta. 


Namun, sekarang. Semua itu kandas sudah. Yang ada dalam hatinya hanya perasaan benci dan marah pada Rafiena. Dia berjanji bila gadis itu muncul dihadapannya lagi, dia akan membalas semuanya sendiri dan menghancurkan gadis itu. 


Sedikit kesalahan, mampu mengubah seluruh cinta menjadi sejuta benci. Itulah yang dirasakan oleh Raida Afia Yuwana. 


"Aku…" suara Aqila terputus dengan remasan di tangannya.


Mata teduhnya menatap sang suami yang sudah menatapnya balik dengan senyuman. Aqila paham maksud suaminya dan dia memilih diam.


Khali mengalihkan pandangannya dan menatap ketiga orang didepannya ini. Sebenarnya dia bukanlah tipe pendendam. Namun, saat ini yang dipermasalahkan bukan perasaannya. Melainkan hati istrinya lah yang dikorbankan.


Sebagai seorang suami tentu Khali harus bisa mengambil langkah, dan dia sudah memutuskan.

__ADS_1


"Apakah kalian ingin mendapatkan maaf dari istriku?" tanya Khali dengan menatap ketiganya.


Spontan Abi Raden dan Umi Raida mengangguk antusias. Dua paruh baya itu seakan tak sabar untuk mendengarkan apa permintaan Raja Brunei di depannya ini. Berbeda dengan Ammar, pria yang mengenali kecerdikan, kebijaksanaan dan ketegasan dalam diri Khali seakan merasa gugup.


Kepalanya dia angkat dan menunggu perkataan Khali selanjutnya. Ammar hanya mampu berdoa semoga apa yang diminta oleh Khali tak akan menyusahkan mereka. 


"Bersihkan semua berita tentang istriku. Buat konferensi pers dan kembalikan harga diri seorang Ratu Aqila seperti semula," ucap Khali tegas. 


"Pastikan tidak ada lagi komentar dan celotehan yang menyakiti istriku. Walau itu hanya sebuah komentar, bersihkan semuanya. Kembalikan wibawanya yang sempat putri kalian jatuhkan dengan fitnahan kejam dari mereka semua."


~Bersambung~


Alhamdulillah akhirnya setelah sekian lama, aku.bisa ngetik juga.


Apa ada yang rindu kisah Aqila Khali? komen dong!


aku usahain update tiap hari lagi yah. Tapi, hari ini satu bab dulu yah.


Ini masih pemanasan dan jujur ini bener-bener berat buat aku memulai nulis setelah hiatus selama dua minggu.


Aku juga ucapin makasih banyak atas semua doa kalian untuk anakku. Alhamdulillah bocilku udah masuk masa pemulihan setelah 9 hari di rumah sakit selama dua kali.


Terima kasih dan selalu jaga kesehatan.

__ADS_1


__ADS_2