
Apapun yang terjadi itu sudah takdir. Hidup dan mati seseorang sudah ditentukan dan sudah digariskan oleh Allah. ~Aqila Kanaira~
****
Perjalanan Aqila menuju panti asuhan sekitar 1 jam lebih. Untuk mengusir kebosanan dalam dirinya. Wanita yang begitu taat beragama itu mengambil ponsel pintarnya.
Entah kenapa setiap kali hatinya resah. Dia selalu ingin membaca sambil mendengarkan alquran. Hingga tanpa menunggu waktu lagi, Aqila segera membuka layar ponsel dan mencari aplikasi Alquran.
Dia akan muroja'ah sambil menghafal dengan bantuan suara salah satu ulama favoritnya. Sambil memejamkan matanya, Aqila mulai terbuai dan mengikuti ayat demi ayat yang terdengar dari benda pergi panjang itu.
Alunan ini benar-benar begitu menenangkan hingga membuat sopir yang mengemudikan mobil juga ikut merasakan ketentraman. Namun, ternyata kenyamanan itu tak berlangsung lama.
Ketika sebuah mobil melaju dengan kencang dari belakang dan menyalip dua mobil yang ditumpangi oleh Dini dan para pengawal. Semua pengawal yang ada di belakang tentu segera bergegas mendekati mobil yang tak diketahui itu.
Namun, sepertinya pengendara ini begitu lihai hingga tak memberikan celah dua mobil untuk melaluinya.
Sang supir yang melihat gelagat aneh, mulai menghindar. Dia menaikkan kecepatan mobil dengan begitu lembut karena takut mengganggu kenyaman sang Ratu. Namun, Aqila tetaplah Aqila. Dia begitu peka hingga membuka matanya sambil memandang keluar jendela mobil.
"Ada apa?" tanya Aqila saat menyadari jika laju mobilnya menaik.
__ADS_1
Saat sopir hendak menjawab. Sebuah tabrakan dari belakang membuat Aqila kaget dan terdorong ke depan. Tapi syukurlah, Allah masih menjaganya saat tangannya memegang erat pinggiran kursi mobil.
"Ada apa?" ulang Aqila sambil menoleh ke belakang.
Matanya menyipit melihat sebuah mobil asing yang bagian depannya penyok. Dia menyadari jika mobil itulah yang menabrakkan diri pada mobilnya.
"Saya belum tau, Ratu. Tapi sepertinya mereka bukan orang baik," ucap supir dengan pandangan fokus ke depan.
Pria dengan tubuh tegap itu sudah begitu yakin untuk membawa Ratunya dengan selamat. Bahkan ia rela menggantikan nyawanya agar Aqila bisa selamat. Senjata pun sudah sopir itu siapkan pada kakinya untuk berjaga-jaga.
"Berpeganglah, Ratu. Mungkin saya akan menaikkan laju mobil agar dia tak bisa mengejar kita." Aqila mengangguk. Dia memegang kursi yang ada di depannya hingga membuat Aqila yakin bahwa ia akan aman dan tak terdorong ke depan.
Doa tak henti-hentinya Aqila panjatkan untuk keselamatannya. Namun, sekali lagi. Pemilik takdir tetaplah Allah. Dan dia hanya bisa pasrah dan berdoa dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Bahkan Dini saja. Sudah menangis sejak tadi dengan tubuh gemetaran. Benar-benar reaksi tubuhnya tak bisa diajak berkompromi. Rasa takut dan trauma menyerangnya kembali di saat seperti ini.
Hingga suara deru mesin mobil semakin diramaikan dengan sebuah suara pistol yang meletus begitu kencang.
Dor!
Para pria asing itu mulai mengeluarkan senjata. Bahkan mereka menembaki mobil yang dikendarai oleh Aqila hingga membuat sang supir bergerak ke kanan dan ke kiri dengan tidak beraturan. Yang terpenting sekarang adalah, menghindari tembakan.
__ADS_1
Dor Dor!
Suara pistol semakin santer. Hingga kemudian di depan sana terlihat belokan yang membuat sopir harus benar hati-hati. Keadaan ini tak bisa lengah. Jika menurunkan gas, maka mereka akan ditabrak dari belakang. Namun, jika terlalu kencang, dia takut tak bisa menghadapi setir kemudinya.
"Teruskan saja, Pak! Berdoa sama Allah semoga kita dijaga di dalam lindungannya."
"Aamiin."
Baru saja kata itu terucap. Sopir mulai membelokkan setirnya dengan lihai ke kanan. Namun, sepertinya takdir sedang tak memihak kepadanya.
"Aghhhhh!"
Brakkk
~Bersambung~
Kabor duluan. Kalau aku libur up gimana?
hehehe.
Mau cari wangsit.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen.