Dua Garis Merah

Dua Garis Merah
BAB 22


__ADS_3


Jika sudah menikah, maka dunia suami adalah dunia istri. Begitupun sebaliknya, hingga tak akan ada celah bagi orang ketiga untuk memasukinya. ~Aqila Kanaira Putra Cullen~


****


Akhirnya hari yang sudah ditentukan pun tiba. Sedari pagi, banyak pelayan yang membersihkan istana. Pertemuan seperti ini tentu bukan yang pertama kali, maka dari itu, Aqila sudah sangat terbiasa ikut membantu mempersiapkan segalanya. 


Status sebagai seorang Ratu bukan menjadi batasan untuknya menyiapkan segala urusan suami. Terkadang, Aqila juga memaksa untuk memasak karena hanya pekerjaan itu yang diizinkan suaminya.


Jujur dulu dia menginginkan segala urusan rumah tangga akan ditangani sendiri. Namun, melihat kondisinya seperti sekarang, Aqila mulai menerima dan beradaptasi dengan baik. 


Tanpa Aqila sadari. Sejak tadi saat dia membuat cemilan untuk para tamunya, sudah ada sang suami yang menatapnya dari pintu dapur. Bahkan saking fokusnya, ia tak menyadari bila para pelayan yang berada di dapur sudah pergi.


Hingga tak lama, sepasang tangan melingkar di perut membuatnya terkejut. Namun, Aqila tak melepaskannya saat mencium bau harum sang suami.


"Kenapa hmm?" tanya Aqila dengan tangan yang tak berhenti mencetak kue.


"Aku merindukanmu," bisik Khali sambil mencium leher sang istri.


Aqila tersenyum. Dia menghentikan aktivitas tangannya dan berbalik. Melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami dan,


Cup.

__ADS_1


"Aku juga merindukanmu, Sayang," ujar Aqila dengan menggesekkan hidung keduanya setelah mencium pipi sang suami.


"Kenapa lama sekali?" 


"Aku sedang membuat kue, By," ujar Aqila kembali meneruskan pekerjaannya.


"Masih banyak pelayan yang bisa kau suruh untuk membuat, Sayangku," ucap Khali yang dibalas gelengan kepala oleh sang istri.


"Aku ingin mengurus perihal masakan sendiri, By. Biarkan aku melakukan ini, Sayang. Aku suka memasak," rengek Aqila yang membuat Khali mengangguk.


"Baiklah. Yang terpenting, kamu tak lupa untuk melayaniku," canda Khali membuat Aqila terkekeh.


"Sejak kapan aku lupa melayanimu, Sayang. Jika aku lupa, kamu tinggal mengatakannya."


Khali tak menjawab lagi. Dia lebih suka menenggelamkan kepalanya di leher sang istri. Menghirup aroma tubuh Aqila yang entah selalu menenangkan untuknya.


****


Dengan mesra, Khali melingkarkan tangannya di pinggang sang istri dan mengikuti kedua orang tuanya yang sudah berada di depan. 


"Selamat datang, Raja Ammar," sambut Abi Malik dengan ramah.


"Terima kasih, Tuan Malik. Atas penyambutannya." Ammar dengan sopan bersalaman diikuti oleh Khali.

__ADS_1


"Wah coba lihat siapa yang ikut," ujar Umi Mayra ketika melihat seorang gadis cantik di dekat Raja Malaysia.


"Perkenalkan adik saya, Putri Rafiena Yuwana," ujar Raja Ammar mengenalkan.


Umi Mayra memeluk putri dari Malaysia itu dengan lembut. Semua tingkah laku Rafiena ditangkap oleh kedua mata Aqila. Wanita berstatus istri Khali itu, bisa melihat tatapan tak suka dari gadis itu kepadanya. Bahkan, bisa Aqila lihat, tatapan mendamba saat Rafiena melihat suaminya itu.


Namun, penampakan keadaan seperti ini, bukan satu atau dua kali lagi. Sejak pertama kali menikah, sudah banyak para wanita yang gagal move on atau sakit hati melihat lelaki tampan itu menikah dengannya. Apalagi kabar tentang, Khali menikah dengan Tuan Putri asal Arab menjadi kabar mencetarkan dahulu.


Hingga sekarang, Aqila juga masih sering melihat tatapan para wanita yang begitu menyukai suaminya dengan sangat. Namun, tak ada satupun yang bisa membuat hati Khali bergeser. Pria itu benar-benar sudah bucin akut dengan nama Aqila Kanaira Putri Cullen. Seakan dalam hidupnya hanya akan ada sang istri dan tak ada yang mampu menandingi Aqila untuk berada di sampingnya. 


~Bersambung~


Alhamdulillah setelah sebulan kota menjalankan ibadah puasa. Akhirnya hari ini, kita menyambut hari kemenangan.


Marhaban Ya Ramadhan.


Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Taqabbal Ya Karim.


Bila ada salah kata dalam ketikan ataupun perkataan. Sengaja atau tidak sengaja.


Saya, atas nama JBlack, mengucapkan,


MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN.

__ADS_1


MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.



__ADS_2