
Tak ada lagi kebahagiaan yang kucari selain kebahagiaan istriku sendiri. ~Khali Mateen~
****
"Pastikan tidak ada lagi komentar dan celotehan yang menyakiti istriku. Walau itu hanya sebuah komentar, bersihkan semuanya. Kembalikan wibawanya yang sempat putri kalian jatuhkan dengan fitnahan kejam."
Kakek Abdullah tersenyum. Dia merasa bangga dengan cucu menantunya ini. Sungguh sikap dan sifat Khali begitu sempurna.
Pria itu meninggikan derajat istrinya. Bahkan Khali tak peduli dengan uang yang ia punya, kerja sama yang ia putus dan merugikan keuangannya. Yang ada dalam pikiran pria itu hanya hati istrinya, dan hal itu membuat semua keluarga bahagia dan bersyukur.
Mereka semua mendoakan semoga Khali dan Aqila selalu dilimpahkan kebahagiaan. Semoga ujian yang saat ini datang untuk penebus dosa-dosa keduanya di masa lalu dan setelah ini, semoga Allah memberikan hadiah indah kepada mereka berdua.
"Bagaimana?" tanya Khali melihat keterdiaman Keluarga Malaysia.
"Kami siap. Kami akan melakukan konferensi pers dan membersihkan nama istri anda, Raja Khali," ucap Abi Raden cepat.
"Bagus. Lakukan secepatnya!" ucapnya penuh penekanan.
__ADS_1
"Baik."
Abi Raden mengangguk. Orang tua Ammar bernafas lega. Mereka tak menyangka jika permintaan Khali begitu mudah. Keduanya akan meminta anak buahnya membereskan media dan segera menyelenggarakan pertemuan jumpa pers.
Mereka merasa mungkin ini sedikit impas. Walau wajah keduanya harus mereka jatuhkan untuk meminta maaf di hadapan publik. Namun, dibanding kehilangan semuanya. Lebih baik mereka melakukan semua ini. Setidaknya apa yang mereka nikmati tidak akan hilang dan direnggut.
Tapi pikiran itu berbeda dengan Ammar. Pria itu seakan begitu hafal dengan tingkah Raja Brunei ini. Khali tak akan dengan mudah memaafkan orang yang bersalah apalagi sudah mengusik keluarganya. Pasti akan ada hal besar di balik semua ini, dan Ammar harus mencari tahu.
"Apakah tujuan kalian sudah selesai?" tanya Khali bersuara kembali.
"Iya, Raja. Setidaknya rasa bersalah kami sudah terbayarkan dengan baik. Kami akan segera melakukan semua permintaan Anda, dan kami berharap semoga Ratu Aqila benar-benar memaafkan kami," ujar Umi Raida sambil tersenyum.
"Istriku adalah wanita pemaaf. Jadi saya yakin dia akan memaafkan kalian yang sudah sangat menyakiti hatinya," ujar Khali menekankan setiap kalimatnya.
Pria itu sudah tak sanggup. Khali takut tak dapat menahan amarahnya hingga membuatnya berdiri. Semua orang spontan ikut berdiri dan keluarga Khali dan Aqila menatap heran ke arah suami Aqila itu.
"Silahkan tinggalkan istana saya jika semuanya sudah selesai!" ucap Khali seperti tanda perintah sambil menunjuk pintu keluar. "Kami masih ada banyak pekerjaan yang harus diurus setelah ini."
Abi Raden dan Umi Raida mengangguk dengan senyum kaku. Keduanya seakan merasa tersinggung dengan ucapan Khali. Namun, melihat situasi dan tempat yang tak baik untuk mereka, membuat keduanya hanya bisa menahan dan menerima.
__ADS_1
Begitupun dengan Ammar. Pria itu hanya diam dan menunggu. Menunggu hal apalagi yang akan terjadi setelah ini. Karena Ammar meyakini, jika setelah ini akan ada sesuatu hal. Suatu kejutan yang disiapkan oleh seorang Khali Mateen.
"Baiklah kami pamit, Raja, Ratu, dan keluarga," ujar Abi Raden berpamitan.
Mereka saling bersalaman walau keluarga Aqila dan Khali yang ada di sana hanya bisa diam menjadi penonton. Mereka tak mau ikut campur dan menyerahkan semua masalah pada anak dan menantu mereka.
Saat Ammar, Abi Raden dan Umi Raida berjalan hendak sampai di pintu istana. Suara Khali yang memanggil ketiganya membuat mereka spontan berhenti dan menatap ke arahnya dengan bingung.
Khali tersenyum tipis. Dia melangkahkan kakinya mendekati Ammar dengan wajah dingin dan tegas.
"Meski kalian sudah melakukan apa yang saya perintahkan. Keputusan saya masih tetap sama. Saya, Khali Mateen. Memutus semua ikatan kerja sama kita dan tak akan ada kerjasama antara Malaysia dengan Brunei."
Hancur sudah!
~Bersambung~
Hayoo gimana part ini?
Aduh aku juga mau jadi Aqila kalau suaminya model begini, hahaha.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen yah.