
Percayalah jika perlahan waktu akan menyembuhkan segalanya. Perlu waktu yang lama mungkin. Namun, setidaknya itu pasti membantumu untuk sembuh. ~JBlack~
****
Hari terus berganti hari. Kesehatan mental Dini pelan-pelan mulai membaik. Wanita itu juga tak setiap malam menggunakan obat tidur untuk beristirahat. Karena memang keadaan psikisnya mulai membaik dan tak bergantung pada obat. Hanya sesekali ketika dia bermimpi buruk dan tak bisa terpejam, maka dia akan meminum obatnya.
Selama itu juga, Dini tak pernah tahu bagaimana sidang dari mantan suami dan mantan kakak madunya. Ibra benar-benar membuktikan ucapannya jika dia akan mengatur dan menyembunyikan semuanya dari Dini.
Perihal status Dini?
Ya wanita itu sudah menjadi janda muda cantik.
Kepulangannya waktu itu dari kantor polisi yang terakhir. Tentu dilanjutkan ke pertemuan dengan pengacara yang menangani perceraiannya.
Dengan bukti KDRT tentu membuat semua proses perceraian itu begitu cepat. Hingga status baru itu akhirnya tersemat yang membuat wajah seorang pria selalu bahagia.
Siapa lagi jika bukan Ibrahim?
Pria yang jatuh cinta pada istri orang itu akhirnya bisa kembali berjuang untuk mendapatkan wanita yang sudah tak memiliki hubungan apapun dengan pria lain. Ibra juga bertekad dia akan mengajak Dini menikah jika wanita itu menerima perasaannya.
__ADS_1
Dia tak akan menunda begitu lama. Karena ibra sadar jika umurnya sudah cukup untuk menikah. Ditambah selama ini ia tak memiliki keluarga. Hingga harapannya begitu tinggi jika ia akan membangun keluarga kecil sendiri bersama sang wanita pujaannya.
Hal bahagia juga dirasakan oleh pasangan Aqila dan Khali. Hubungan keduanya semakin begitu lengket ketika menjalani program hamil mereka. Bahkan setelah proses masalah Dini selesai, Aqila dan Khali mulai kembali fokus pada program makan sehatnya.
Selama proses masalah Dini, memang Aqila meyakini jika dirinya sedikit mengabaikan pola makan sehatnya. Dia juga ikut merasa terguncang melihat bagaimana keadaan sahabatnya. Namun, sekarang Aqila mulai bertekad untuk kembali menjaga pola makan dan hubungan badan bersama suaminya.
Hari ini, wanita dengan pakaian gamis cantik tanpa kerudung itu sedang menyisir rambutnya di depan cermin. Dia sedang memperbaiki kunciran rambutnya agar tak seperti punuk unta.
Saat dirasa rambutnya rapi. Aqila mulai meraih kerudung yang diletakkan di atas meja rias. Saat tangannya hendak meraih kain penutup kepala itu. Suara sang suami yang memanggilnya dari ruang ganti membuat Aqila beranjak berdiri.
"Iya, By?" sahut Aqila sedikit kencang.
Dia menggeser pintu ruang ganti sedikit yang langsung menampilkan jejeran lemari pakaian yang begitu rapi dan mewah.
Kening Aqila berkerut saat tak mendengar suara suaminya lagi. Semakin ia geser pintunya lebih lebar dan memasuki ruang pakaian dengan mencari suaminya.
"By," panggilnya lagi.
Tak ada jawaban, hingga membuat Aqila menuju kamar mandi yang masih satu ruangan dengan ruang ganti.
Saat tangannya hendak mendorong pintu itu, dari belakang terdapat sebuah tangan yang menutup matanya hingga membuat Aqila terjingkat kaget.
__ADS_1
"By," seru Aqila sambil mencubit lengan suaminya.
Suara tawa bahagia terdengar di sana. Tangan Khali yang menutup mata sang istri perlahan dibukanya. Wanita dengan pakaian gamis itu berbalik dan menatap kesal ke arah sang suami.
"Jahil banget sih!" ujar Aqila sebal sampai bibirnya mengerucut.
"Sekali-kali gakpapa dong," ucap Khali sambil menaik turunkan alisnya.
"Udah ayo, By. Kita turun. Qila laper banget," ajaknya sambil mengelus perutnya yang terasa lapar.
"Ini masih jam 4 sore, Sayang. Baru tadi jam 2 kamu makan siang, 'kan? Udah laper lagi?" tanya Khali yang heran akan sikap istrinya.
"Gaktau, By. Tapi aku laper banget. Udah ah. Ayok!"
Akhirnya walau dengan perasaan bingung. Khali pun mengalah. Dia segera meminta sang istri memakai hijabnya dan segera turun untuk memenuhi keinginan ibu dari calon anak-anaknya.
~Bersambung~
Hmm Hmmm...
Jangan lupa di like to rekk! hiks.
__ADS_1
Likenya gak kompak.