
Jadilah orang yang yakin bila akan ada kebahagiaan setelah perjuangan. Akan ada hasil yang memuaskan bila kita mau berusaha dan akan ada hikmah yang indah setelah musibah berat menimpa. ~JBlack~
****
Semua orang mulai berkumpul di dalam ruang rawat. Mereka saling menunggu kabar dari dokter yang sedang memeriksa Aqila. Wajah-wajah semua orang masih diliputi kecemasan mengingat benturan di kepala, kaki dan leher Aqila yang diberikan penyangga.
Sungguh kondisi perempuan itu memang kacau. Kasa yang membalut kepalanya, kaki dan leher yang diberikan penyangga serta beberapa luka di tangan membuat siapapun pasti cemas. Apalagi mendengar cerita dari Dini jika darah membanjiri wajah cantiknya membuat mereka semua begitu kalut.
"Sungguh kuasa Allah, Ratu. Keadaan Ratu baik-baik saja. Tidak ada trauma berat dalam dirinya. Semua organ baik dan tak ada keretakan apapun," ucap Dokter dengan senyum terkembang.
"Alhamdulillah." Semua orang saling mengusap wajahnya merasa bersyukur.
"Semua ini pasti berkat dia, Ratu. Dia benar-benar menjaga Anda dengan baik sampai selamat dari kejadian ini," ujar Dokter dengan wajah begitu bahagia. "Dia benar-benar malaikat penjaga Anda."
Semua orang saling berkerut kening. Terutama Khali dan Aqila. Keduanya sama-sama tak paham apa yang dimaksudkan oleh sang Dokter.
"Dia siapa maksud anda, Dokter?" tanya Khali pelan dengan sorot mata tajam.
__ADS_1
"Dia, calon buah hati Anda. Anak anda benar-benar menjaga ibunya dengan baik."
Deg.
Semua orang yang ada disana ternganga tak percaya. Apalagi Khali dan Aqila, mereka berdua seakan mematung dengan apa yang dikatakan oleh pria bersneli putih itu.
"Apakah Anda belum tahu jika sedang hamil?" tanya Dokter tersebut.
"Iya, Dok."
"Masya allah. Tapi syukurlah, Tuan. Bayi anda benar-benar kuat," ucap Dokter tersebut.
"Ini beneran, Dok?" tanya Aqila dengan suara pelan.
Tak ada lagi jawaban dan pertanyaan. Kedua mata Khali dan Aqila saling tatap. Air mata kebahagiaan mengalir tanpa bisa dicegah. Sungguh apakah ini yang disebut akan ada hikmah dibalik sebuah musibah.
Sungguh hikmah yang begitu luar biasa jika ini memang benar-benar nyata. Allah sungguh sangat tak terduga ketika memberikan kenikmatan dan musibah. Keduanya benar-benar tak bisa dicegah dan ditahan bila Allah sudah mengatakan kun fayakun.
Senyuman bahagia dan rasa syukur begitu jelas kentara. Semua ini benar-benar menjadi sesuatu yang begitu amat disyukuri oleh Aqila dan Khali. Calon orang tua itu saling memeluk dan memberikan ciuman mesra.
__ADS_1
"Terima kasih, Sayang. Terima kasih sudah mau mengandung buah cinta kita," ucap Khali mencium puncak kepala istrinya begitu lembut.
Aqila hanya bisa diam. Tenggorokannya sedikit sakit hingga membuatnya harus bisa menahan diri untuk tak sering berbicara. Apalagi penyanggah di lehernya benar-benar membuatnya tidak nyaman.
"Segera bawa menantu ummi ke dokter kandungan, Khal. Ummi dan keluarga udah gak sabar buat nunggu hasil dari malaikat kalian," ucap Ummi Mayra membuat Aqila dan Khali tersenyum.
"Aku akan membawanya sekarang, Ummi," ucap Khali lalu mencium pipi kanan wanita yang melahirkannya.
"Urus semuanya, Ib!"
"Baik, Tuan."
Selepas kepergian Ibra. Para orang tua mulai mendekat. Mereka memberikan selamat dan petuah pada dua orang calon ayah dan ibu itu. Sungguh inilah waktu yang ditunggu mereka setelah sekian lama.
Waktu dimana datangnya sebuah malaikat yang Allah titipkan pada perutnya. Waktu dimana mereka akan merasakan menjadi calon ayah dan ibu. Lalu sekaranglah, semua itu terwujud dan benar-benar nyata.
Dan memang benar adanya dari kata 'Jika kau berjuang, berusaha dan pasrah pada sang rabb, maka yakinlah bila akan ada akhir yang indah setelahnya."
Sekaranglah buktinya!
__ADS_1
Waktu yang patut mereka syukuri dari segala kenikmatan yang Allah berikan. Dimana segala berita antara baik dan buruk saling bermunculan. Hingga menghasilkan akhir yang begitu indah dan begitu luar biasa.
~TAMAT~