Dua Garis Merah

Dua Garis Merah
BAB 60


__ADS_3


Percayalah setelah datangnya musibah akan ada waktu dimana kita memetik hikmah dari semua yang terjadi. ~Aqila Kanaira~


****


Kedatangan pasangan suami istri ke rumah sakit tempat Dokter Syifa bekerja sudah menjadi sorotan publik. Walau kedua wajah mereka memakai masker, tapi kewibawaan, pakaian dan pancaran mata indah dari keduanya begitu terlihat kentara. 


Siapapun pasti akan mudah mengenali pasangan viral yang selalu menjadi couple goals mereka ini. Namun, baik Aqila maupun Khali tak mengindahkan tanggapan, arti tatapan dan pendapat mereka. Yang keduanya pahami, hanyalah hidup sesuai kemauan mereka dengan memegang janji pernikahan dengan saksi Allah yang melihat.


Berjalan bergandengan tangan, keduanya lantas masuk ke dalam Ruang Kandungan setelah dipanggil oleh suster. Kedatangan keduanya tentu mendapat sambutan dari Dokter Syifa. Bahkan perempuan bersneli putih itu tak sabar untuk mendengar keluhan atas pasien yang ia tangani ini. 


"Apa kabar, Ratu Aqila?" tanya Dokter Syifa tersenyum hangat.


"Alhamdulillah. Baik, Dokter. Kami kesini ingin berkonsultasi kelanjutan pengobatan ini." 


Dokter Syifa tersenyum. Dia langsung menatap ke arah pasien istimewanya ini untuk mendengar kelanjutan dari pengobatan yang ia berikan.


"Kemarin saya kedatangan tamu bulanan sesuai jadwal, Dokter. Nyeri di perut juga sudah tak sesakit dulu. Hanya nyeri biasa yang aku rasakan kemarin dan hari ini," ucap Aqila dengan wajah yang tak bisa menutupi kebahagiaannya.


"Masya allah. Alhamdulillah. Ini merupakan kabar bahagia, Ratu. Jika sesuai hasil yang saya dengar, pengobatan ini tentunya berhasil," ujar Dokter Syifa dengan memberikan senyuman lebarnya.


"Lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya, Dokter?" Kali ini Khali mulai bersuara. Pria itu selalu terlihat serius saat berhadapan dengan Dokter dari istrinya ini. 

__ADS_1


"Kita akan memulai program hamil istri anda, Raja Khali," sahut Dokter Syifa.


Wanita bersneli putih itu beranjak dari kursi kerjanya. Dia berjalan menuju lemari, lalu mengambil dua buah buku bersampul putih dan pink.


"Mulai hari ini, anda harus menjaga pola makan. Memakan makanan yang bergizi dan mengandung zat yang membantu proses program hamil ini agar sukses. Di buku bersampul putih ini, sudah ada banyak sekali makanan, minuman dan buah apa saja yang cocok dalam program kita kali ini, Ratu," ujar Dokter Syifa memberikan buku putih itu kepada Aqila.


"Lalu yang pink ini, buku panduan tentang cara dan teknik bercinta yang tepat," sambung Dokter Syifa dengan menunduk sebentar. 


Mata Aqila membulat penuh. Pipinya merona merah saat menerima buku bersampul pink di tangannya. Dia bisa merasakan kedua pipinya memanas dan pikirannya berkeliaran membayangkan bagaimana panasnya sang suami ketika mereka memadu kasih.


Hingga kesadaran Aqila tiba-tiba kembali saat dia merasakan sentuhan di tangannya dan membuat dadanya berdesir.


"Ada apa, Sayang?" tanya Khali pelan menatap wajah sang istri yang memerah. 


"Jika ada yang belum paham. Anda bisa tanyakan kepada saya, Ratu."


"Sudah pasti, Dokter. Tapi untuk saat ini, saya belum ada pertanyaan," ujar Aqila dengan senyuman lembut.


"Baiklah, Ratu. Jangan kelelahan, istirahat yang cukup dan berolahraga ringan."


"Baik, Dokter." 


Setelah mengatakan itu, Dokter Syifa segera mengambil secarik kertas dan menulis resep obat yang akan dikonsumsi Aqila untuk program hamil mereka. Wanita yang berprofesi sebagai dokter itu, hanya bisa mendoakan semoga apa yang mereka lakukan selama ini akan membuahkan hasil yang baik. 

__ADS_1


"Ini resep obat yang harus anda tebus, Raja." Dokter Syifa mengulurkan kertas tersebut yang langsung diterima oleh Khali.


"Terima kasih, Dokter," ucap Khali dengan sopan.


"Sama-sama. Saya doakan semoga bulan depan, Allah menunjukkan kuasanya."


Baik Aqila maupun Khali saling meng aminkan dalam hati. Mereka juga sama-sama berharap, semoga kali ini usaha keduanya akan mendapatkan hasil yang terbaik. 


Memang semua usaha harus diserahkan pada Tuhan. Namun, sedikit berharap untuk sebuah kebahagiaan juga tak bisa ditutupi. Mereka hanyalah manusia yang memiliki harapan, dan baik Aqila maupun Khali, sama-sama berharap bulan depan segera dihadiahi sebuah berita baik.


~Bersambung~


Jangan lupa like dan komen.


Aku tebak bakalan berharap cepet hamil yakMau anak satu, dua apa tiga guys?


hehehe.


Entah kenapa aku semangat namatin ini karya.


Mungkin gak sabar buat nulis novel baru nanti yang gak ada kaitannya sama novelku yang lain.


Insya allah ceritanya tentang CINTA ANTARA MAFIA DAN DOKTER.

__ADS_1


Doakan saja hasil risetku kemarin sukses. Aamiin


__ADS_2