Dua Garis Merah

Dua Garis Merah
BAB 57


__ADS_3


Semoga setelah semua ini selesai, beban itu menguap dan aku bisa menjalani hari-hariku dengan sebuah pelajaran baru. ~Tengku Ammar Yuwana~


****


Akhirnya setelah mereka sampai di Malaysia. Ammar segera meminta asistennya untuk mengurus semuanya. Dari tempat yang akan digunakan untuk jumpa pers, waktunya dan para wartawan. Semua harus segera siap dan segera dilaksanakan.


Bagaimanapun sampai acara itu belum selesai. Masih ada beban berat dalam pikiran dan pundak Ammar. Memang kata memaafkan sudah muncul di bibir wanita yang menjadi istri dari seorang Khali Mateen. Namun, Ammar pun paham bahwa memaafkan dan mengikhlaskan itu berbeda.


Tapi apapun itu, Ammar hanya berharap semoga setelah dia mematuhi permintaan Khali, maka Aqila akan benar-benar ikhlas memaafkannya. Hingga terakhir, dia tinggal memikirkan dimana adik angkatnya itu berada.


Jujur sampai detik ini Ammar tak tahu bagaimana kabar Rafiena dan dimana adiknya itu berada. Tapi rasa kesal, marah, kecewa, dan menyesal menumpuk menjadi satu membuat Ammar mengabaikan adiknya untuk saat ini. Dia hanya ingin satu masalah selesai lalu baru ke masalah yang lain.


Dengan menggunakan kekuasaan dan uang dari Ammar. Akhirnya asisten Raja dari Malaysia itu menyelesaikan semuanya dalam waktu satu hari satu malam. Seperti permintaan bosnya itu, semua harus cepat, rapi dan no gagal. Itulah kinerja Ammar.

__ADS_1


Hingga hari ini, hari dimana mereka akan melakukan konferensi pers pun akan dilaksanakan. Sejak pagi, Ammar, Umi Raida dan Abi Raden sudah mempersiapkan diri. Mereka sudah siap dengan kata apa yang akan diucapkan dan semuanya akan selesai. Itulah harapan ketiganya.


"Umi yakin kamu bisa, Nak," ucap Umi Raida menepuk pundak putranya.


"Aku juga berharap, Umi." 


Setelah menghela nafas berat. Ketiganya segera menuju gedung pertemuan yang masih menyatu dengan bangunan Istana mereka.


Ternyata Asisten Ammar menjadikan aula pertemuan di Istana sebagai tempat jumpa pers terbaik dan aman. Karena tidak menutup kemungkinan, setelah acara ini selesai, maka akan ada banyak warga yang menghujat atau mencelakai keluarga mereka.


Suara MC mulai membuka suara membacakan aturan proses jalannya jumpa pers kali ini dan bagaimana melempar pertanyaan yang akan dilayangkan untuk Raja dan Orang tua Raja Malaysia.


"Baiklah. Sebelum saya mengatakan permasalahan ini. Saya meminta, tolong jangan sampai ada yang mencela ataupun bertanya sampai saya selesai mengucapkan semua penjelasan saya. Mengerti?" 


"Mengerti!" sahut semua orang yang ada disana.

__ADS_1


"Baiklah. Saya Raja Malaysia, Tengku Ammar Yuwana, ingin…." Ammar menjeda. Pria itu menunduk dan menarik nafas begitu salam dan dihembuskannya. 


Setelah merasa tenang. Ia tegakkan kembali kepalanya dan menatap kamera-kamera di depannya yang sedang menyorot ke arahnya.


"Saya ingin mengatakan mohon maaf kepada Ratu Aqila Kanaira sebagai perwakilan dari adik saya, Rafiena," ujarnya pelan dengan menatap fokus ke kamera yang ia yakini sedang menjalankan tugasnya menayangkan acara ini di seluruh stasiun televisi. 


"Semua yang dilakukan benar oleh adik saya. Berita yang menyebar luas di luar sana adalah berita hoax. Semua itu adalah kebohongan dan Ratu Aqila bukanlah wanita mandul. Jadi saya meminta kepada semua orang, jangan pernah menghina atau mengkritik pedas di kolom komentar Ratu Aqila sedikitpun." Tegas Ammar menatap tajam ke arah kamera dan memberitahukan bahwa dia tak berbohong.


"Jika itu tetap terjadi. Siapapun yang mengkritik dan menghina. Maka, dia akan berhadapan dengan hukum!" ujar Ammar menunjuk dengan rahang tegas. "Saya tidak main-main. Siapapun yang tetap memberikan komentar pedas, kami akan mencarinya dan menyeretnyya untuk membawa semua yang dia lakukan ke jalur hukum." 


~Bersambung~


Jangan lupa like, komen dan vote yah.


Yang minta Aqila kapan hamil sabar ye, nunggu konflik selesai baru dia hamil atau Abang Khali suruh nikah lagi, hahaha.

__ADS_1


Kaborr


__ADS_2